Melihat Harga Obat Pemenang E-Catalog

PEMBUKAAN

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa awal tahun 2016 dikejutkan dengan berita pembatalan lelang ecatalog obat oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Pembatalan tersebut berdampak berantai kepada industri farmasi, ada yang melakukan PHK, membuat cashflow industri farmasi terhambat, dan potensi kerugian karena industri telah membeli bahan baku obat dalam jumlah besar. PHK juga dikabarkan menimpa beberapa industri farmasi asing seperti yang ditulis disini.

Terlepas dari itu dengan adanya sistem ecatalog pelelangan obat menjadi lebih transparan dan terbuka. Kita dapat melihat harga obat, pemenang dan kontrak pembeliannya. Untuk melihatnya kita dapat mengaksesnya di https://katalog-buku.lkpp.go.id/e-katalog-obat/index.php/katalog . Tampilan website seperti dibawah ini:

ecatalog
Tampilan muka website ecatalog obat

terdapat peringatan tentang Kontrak Payung untuk obat-obat yang masa kontrak payungnya telah habis pada tanggal 31 Desember 2014. Ini artinya pada tahun 2015 kuantum, jenis dan pemenang obat pada tahun 2015 sama persis dengan tahun tahun 2014. Dengan adanya kontrak payung ini memberikan kepastian kepada user obat dan industri dalam pengadaan tahun 2015. Bagi industri pemenang ini sangat menguntungkan sekali karena untuk produksi obat tahun 2015 sudah pasti baik jenis dan kuatumnya. Sehingga industri bisa merenacanakan produksi lebih awal, perencanaan yang pasti ini membuat potensi ketidakefektifan produksi bisa dikurangi dan bisa memaksimalkan profit. Seperti kita ketahui perencanaan produksi cukup panjang mulai dari bahan baku, produksi (tenaga kerja, kapasitas mesin, listrik, BBM) dan distribusinya. Adanya kepastian dari awal tahun 2015 membuat industri lebih siap mengantisipasi semuanya. Untuk industri yang kalah tender lelang ini tentu merugikan karena mereka tidak dapat “bertanding” tender untuk tahun 2015. Untuk tahun 2016 ini penuh ketidakpastian termasuk ecatalog ini, sehinga membuat beberapa industri terganggu keuangannya sehingga melakukan PHK. Bahkan saya mendengar kabar (yang perlu dicek kebenarannya) ada beberapa industri farmasi yang menurunkan harga jual obat dibawah harga pokok produksi demi memenangkan tender. Ini kalau benar mengindikasikan persaingan tender ini sangat ketat sehingga mengakibatkan perang harga yang sangat ekstrim. Bila harga jual diatas harga pokok PASTI industri rugi, mereka bahkan berani ambil resiko rugi demi menang tender. Ini tentu berbahaya karena akan merusak harga obat dan bila industri rugi, keberlangsungan industri tersebut pasti tidak terjamin dan beresiko tutup. Sekali lagi kabar ini perlu dicek kebenarannya.

OKAY LANJUT MENGENAI HARGA OBAT ECATALOG

Sangat mudah sekali melihat harga obat ecatalog, pemenang tender dan kemasannya. Harga yang tertera di ecalog adalah harga satuan terkecil. Satuan terkecil macam-macam ada yang berbentuk dus, strip maupun botol.

  1. Buka website LKPP di https://katalog-buku.lkpp.go.id/e-katalog-obat/ akan muncul tampilan depan website ecatalog
  2. Pilih provinsi, misal provinsi DI Yogyakarta kemduian klik tombol filter, akan mucul daftar Nama Obat Generik, Nama Dagang, Nama Penyedia dan lain-lain.
    ecatalog DIY
    Daftar Pemenag Ecatalog Obat Provinsi DI Yogyakarta

     

  3. Kita dapat melihat harga obat di dalam daftar. Misal di dalam daftar untuk pemenang Air untuk injeksi (Aqua pro Injeks) 20 ml adalah PT Ikapharmindo. Kemasannya adalah vial 20 ml dengan harga Rp 2030, 00 per vial.
  4. Bisa juga dilihat detail pemenang dengan mengklik nama penyedia yang berwarna biru. Dapat juga didownload nama distributor dan kontrak payungnya. File nama distributor dalam bentuk excell dan kontrak pengadaan dalam bentuk PDF.
  5. Untuk mencari nama obat bisa dilakukan dengan mengetik nama obat pada kolom nama obat generik kemudian dipilih provinsinya terus klik filter. Misalnya nama obat parasetamol di provinsi Jawa Barat, akan tampak seperti gambar dibawah ini
    parasetamol jabar
    Ecatalog Parasetamol di Provinsi Jawa Barat

     

Itulah cara melihat harga obat ecatalog di website LKPP. Dengan adanya ecatalog ini tender dapat dilakukan secara transparan dan terbuka. Harga obat dan pemenang terlihat semua dan tidak ada yang ditutup-tutupi seperti yang pernah terjadi pada tender obat sebelum era ecatalog. Adanya ecatalog ini juga berdampak ke industri untuk lebih efisien lagi sehingga dapat menekan harga. Seperti kita ketahui pemenang ecatalog hampir pasti adalah yang dapat memberikan harga termurah. Dengan ecatalog kita juga dapat melihat harga obat yang diberikan pesaing yang memenangkan tender. Harga obat yang diberikan pesaing dapat dijadikan acuan dalam penetapan harga obat kita. Ini juga membuat berpikir kenapa pesaing bisa efektif dan akhirnya mendapatkan harga murah tersebut. Akhirnya menuntut industri untuk mencari cara lagi menekan harga.

Apakah penekanan harga akan dapat menurunkan kualitas obat ecatalog? Semua industri farmasi yang tender ecatalog PASTI mempunyai sertifikat CPOB, karena itu salah satu syarat ikut tender. Dengan didapatnya sertifikat CPOB seharusnya proses pembuatan obat dilakukan dengan standar yang tinggi sehingga otomatis didapatkan obat berkualitas. Untuk melihat ecatalog tahun 2016 nampaknya kita harus menunggu pemenang tender ulang, kabarnya akan diumumkan maret 2016. Semoga.

Terima Kasih

Salam

M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt

WP2

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

5 Comments




  1. Maaf mas ada yg ingin saya tanyakan. Apakah pemesan/RS yg pesan obat bisa menentukan waktu kadaluarsa obat? Sehingga mereka bisa stock dengan waktu agak panjang? Dan untuk kendala obat yg tidak tersedia tapi berhasil menang tender apa pernah terjadi ya? Apakah obat yg diterima dalam keadaan rusak atau cacat bisa dikembalikan? Dan apa obat obat yg dibeli akan tersedia 2 tahun kedepan? Atau akan berubah?

    Reply

    1. saya akan jawab sepegetahuan saya, mohon tetap mencari second opinion yang lain, bisa jadi pengetahuan saya kurang tepat
      1. RS setahu saya tidak bisa menentukan kadaluarsa obat, karena wakt kadaluarsa /ED ditentukan oleh pabrik obat dengan persetujuan BPOM. Kalau memilih obat dengan produk sama dengan ED yang lebih panjang mungkin bisa, tergantung negonya dengan penjual
      2. Tidak tersedianya seperti apa dahulu, untuk teknis seperti itu saya kurang tahu, sebaiknya ditanyakan ke penjual/pabrik yg menang tender
      3.apakah obat yang cacat/rusak bisa dikembalikan?tergantung kontrak penjualannya seperti apa, apalah ada klausul kontrak yang mengatur itu?kalau ada ya harus bisa dikembalikan
      4. untuk pertanyaan terakhir saya kurang mengerti

      Reply

      1. Menjawab pertanyaan mengenai e catalog.
        1. Pada saat tender rs sudah memberlakukan persyaratan ed minimal bulan apa tahun brp. Jadi nanti obat2 yg disupply oleh pemenang tender tidak boleh kurang dr ed yg dipersyaratkan. Pinter2nya produsen saja melakukan timing produksi obat.
        2. Info dr distributor.. kelangkaan obat pernah terjadi krn perhitungan timing dan permintaan yg tidak pas. Bs jd produsen/rs salah kalkulasi mengenai pemakaian obat e catalog utk bpjs. Tergantung jumlah pasien juga. Apalgai 2014-2016 kemarin permintaan obat e catalog banyak yg maju duedatenya. Krn over pasien bpjs. Yg ini dperlu dicrosscheck ke distributor obat.
        3. Tergantung kontrak. Tp pada dasrnya, tender itu sistemnya no retur. Kalau tidak habis karena ed, menjadi beban rs/instansi pelaksana tender. kalau obat cacat pabrik ketahuan di awal penerimaan, kemungkinan bs diretur.
        4. No comment

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.