Media Fill dalam Pembuatan Produk Aseptis

Pembuatan produk farmasi steril ada yang dilakukan dengan cara  sterilisasi akhir dan ada yang dilakukan dengan cara aseptis. Produk farmasi steril biasanya adalah produk injeksi, produk biologi (vaksin dll) dan obat mata (salep mata/tetes mata). Sterilisasi akhir dapat dilakukan dengan sterilisasi cara panas (autoclave) atau dengan cara radiasi (sinar gamma). Sterilisasi akhir dilakukan pada produk yang tahan dengan panas/radiasi sedangkan cara  aseptis dilakukan pada produk yang labil terhadap panas/radiasi. Proses aseptis ini  adalah proses dimana pembuatan obat dijaga dari kemungkinan kontaminasi pada setiap tahapan pembuatan obat. Bila dijaga setiap tahapan dari kemungkinan kontaminasi maka produk akhir steril.    Berbeda dengan cara sterilisasi panas dimana kemungkinan masih adanya mikroba  dihilangkan dengan sterilisasi. Kenapa harus menjaga agar produk seperti injeksi steril? karena produk tersebut masuk ke dalam tubuh dan berinteraksi langsung dengan jaringan dalam tubuh. Bila produk terkontaminasi mikroba akan sangat membahayakan keselamatan pasien. Bakteri dapat masuk ke darah dan menyebabkan infeksi. Untuk  cara aseptis dikenal adanya simulasi proses steril atau disebut juga dengan media fill. Media fill dilakukan dengan menggunakan media pertumbuhan mikrobiologi yang steril media ini ditempatkan dalam larutan produk obat. Media yang ditempatkan pada larutan obat ini untuk menguji apakah prosedur produksi dengan cara aseptis memadai dalam mencegah kontaminasi selama pembuatan obat di lapangan. Media fill ini merupakan bagian dari validasi proses aseptis. Media fill dinyatakan berhasil bila tidak ada pertumbuhan bakteri. Ide dari dilakukan media fill ini untuk menguji kesterilan proses aseptis, bila media fill berhasil / tidak ada pertumbuhan sehingga membuktikan bahwa proses yang dilakukan selama ini aseptis.

Image result for media fill
Pengujian Media Fill

Media fill harus dapat mengevaluasi proses aseptis dan titik kritis pada operasi peralatan/mesin, kualifikasi operator dan menilai teknik pekerjaan, dan menunjukkan bahwa pengendalian lingkungan (kebersihan lingkungan) sesuai dengan kebutuhan dalam produksi secara aseptis. Media fill ini tidak dalam rangka menvalidasi kemampuan filter dalam sterilisasi pertumbuhan media.

Medium pertumbuhan yang sering digunakan adalah  soybean casein digest medium (SCDM) yang banyak dijual komersial dengan berbagai merk. Resep pembuatannya dapat juga dilihat di USP <71>. Resep dan komponen media pertumbuhan antar farmakope bisa berbeda-beda.

sdcm
SDCM

Periode dilakukan media fill adalah dilakukan 3 media fill pada 3 hari yang berbeda. Seperti validasi proses, bila ada perubahan bermakna yang berisiko mengubah proses aseptis media fill harus dilakukan lagi. Perubahan bermakna seperti perubahan personil, peralatan dan mesin

Media pertumbuhan yang dibeli dari vendor dan digunakan harus diuji juga. Vendor  yang dijadikan langganan harus dipilih yang terkualifikasi untuk memastikan kualitasnya. Dilakukan pengujian pada media pertumbuhan yang berasal dari supplier yang sama jangan dilakukan pada medium pertumbuhan yang sama akan tetapi beda supplier. Pengujian media pertumbuhan meliputi uji inspeksi visual, pH, sterililitas dan growth promotion. Hasil pengujian ini harus sesuai dengan laporan analisis media pertumbuhan yang dikeluarkan manufaktur. Kualifikasi media fill ini harus dilakukan secara periodik untuk memverifikasi Laporan Analisis (LA) dan kemampuan media dalam menumbuhkan.

Setahu saya cara melakukan media fill ini tidak sulit tapi Sulit sekali hehe. Banyak cerita dari temen saya yang berkali-kali gagal melakukan media fill,s aya cukup mengerti karena memang sesuatu yang berhubungan dengan mikrobiologi/bakteri itu sulit ditebak. Berbeda dengan pemeriksaan fisika kimia dimana relatif mudah dikendalikan, sedangkan mikrobiologi/bakteri banyak faktor yang mempengaruhinya.

Untuk mengetahui lebih detail bagaimana cara melakukan media fill dapat membaca contoh protokol media fill berikut MEDIA FILL PROTOCOL  dan FAQ CPOB.

Simulasi media fill ini juga dijelaskan cukup rinci di dalam PETUNJUK OPERASIONAL PENERAPAN PEDOMAN CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK ANEKS 1 PEMBUATAN PRODUK STERIL EDISI 2013 halaman 10.

Sumber:

Salam

M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: farmasiindustridotcom@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

tinggalkan komentar .........