Prinsip Titrasi Karl Fisher

Titrasi Karl Fischer adalah suatu metoda analisis yang digunakan untuk mengukur kandungan air di dalam berbagai produk. Prinsip pokok itu didasarkan pada Reaksi Bunsen antara iodium dan sulfurdioksida dalam suatu medium yang mengandung air. Penentuan air diatur dalam USP 34 <921>Water Determination dan di dalam British Pharmacopeia 2012 Determination of water dan juga oleh Farmakope Eropa Method 1(Ph.Eur.method2.5.12).

Titrasi karl fisher ini biasanya di industri farmasi untuk penentuan kadar air dalam bahan baku. Penetuan kadar air ini sebagai uji kualitas bahan baku yang telah ditentukan. Dalam titrasi karl fisher HANYA air yang akan diukur, berbeda dengan LOD (loss of Drying)  semua zat menguap termasuk kandungan air dan semua pelarut. LOD adalah teknik analisis tidak spesifik , menghilangkan tidak hanya air tapi seluruh pengotor mudah menguap seperti alkohol dari sampel. Untuk melihat perbedaan antara Kandungan Air dengan Loss Of Drying (LOD) dapat dibaca disini.

Dalam metode titrasi volumetrik, iodine diperlukan untuk reaksi dengan air yang sebelumnya dilarutkan dalam penentuan kadari air, dan kandungan air ditentukan dengan jumlah iodine yang dikonsumsi sebagai rekasi dengan air dalam sampel. Reaksi ini termasuk cepat, hanya beberapa menit. Reaksinya sebagai berikut:

ROH + SO2 + R’N à [R’NH]SO3R + H2O + I2 + 2R’N à 2[R’NH]I + [R’NH]SO4R
[alcohol] [base] [alkylsulfite salt] [water] [iodine] [hydroiodic acid salt] [alkylsulfate salt]

Alkohol bereaksi dengan sulfurdioksida (SO2) dan mengendap kemudian membentuk garam alkylsulfite, yang kemudian dioksidasi oleh iodium menjadi garam alkylsulfate. Reaksi Oksidasi ini membutuhkan air.

Titrasi karl fisher sekarang ini sudah jarang mengunakan titrasi manual, akan tetapi sudah terdapat alat khusus yang lebih praktis.

Karl Fisher titration.JPG
Alat Karl Fisher

Alat Karl Fisher terdiri dari:

  • Timbangan Analitik (minimal resolusi 0,1 mg)
  • Syringe panjang dengan jarum kecil
  • Reagen Karl Fisher untuk penentuan kandungan air

Alat/instrument Karl Fisher harus ditempatkan di area dimana fluktuasi naik turun suhu dan kelembapan terjaga. Suhu dan kelembapan yang naik turun dapat mengganggu akurasi penentuan kadar air. Jangan tempatkan alat Karl Fisher dekat dengan alat yang mengeluarkan panas atau alat yang dingin.

Sumber:

Semoga Bermanfaat

Salam

M. Fithrul Mubarok

WP

 

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

5 Comments





  1. Kalo refresnsi tentang karl fischer itu sendiri apa ya ? Makasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.