Mengurus SIPA Apoteker bagi Penanggung Jawab Industri

Berhubung saya menjadi penanggung jawab produksi di suatu industri farmasi, dan pabrik membutuhkan SIPA (surat izin praktek apoteker)saya untuk mengurus izin industri farmasi akhirnya saya mengurus SIPA ke dinas kesehatan setempat. Untuk mengurus SIPA ini penting menjaga ketiga surat sakti masih tetap berlaku/hidup. Banyak yang bertanya pada saya, apakah pengurusan SIPA di industri farmasi hanya bagi penanggung jawab saja? mengacu pada permenkes 31 2016 halaman 3 tertulis

Setiap apoteker yang akan menjalankan pekerjaan kefarmasian wajib memiliki surat izin berupa Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) sesuai tempat fasilitas kefarmasian

di permekes tersebut tidak disebutkan hanya penanggung jawab industri yang harus mengurus SIPA. Saran saya sebaiknya apoteker yang bekerja di industri pada bidang apapun tetap mengurus SIPA ini untuk menjaga legalitas bekerja sebagai apoteker. Lagi pula dalam mengurus surat lain misal sertifikat kompetensi juga harus mencantumkan nomer SIPA apoteker. Jadi lebih banyak untungnya mengurus SIPA daripada tidak.

Langkah pertama mengurus SIPA adalah membaca Permenkes 31-2016 Perubahan Permenkes 889-2011 Registrasi, Izin Praktik dan Izin Tenaga Kerja Kefarmasian dan SE HK.02.02-MENKES-24-2017 Juklak Registrasi, Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian (2), cukup jelas dikedua peraturan tersebut syarat-syaratnya. Dalam artikel ini saya akan fokus hanya pada cara pengurusan SIPA untuk Apoteker di Industri. Untuk Apoteker  di Industri hanya diberikan 1 SIPA, berbeda dengan Apoteker pelayanan yang bisa diberikan sampai 3 SIPA

Apoteker yang menjalankan pekerjaan kefarmasian di Fasilitas Produksi atau Fasilitas Distribusi/Penyaluran hanya dapat diberikan 1 (satu) SIPA sesuai dengan tempatnya bekerja.

Apoteker yang menjalankan pekerjaan kefarmasian di Fasilitas
Pelayanan Kefarmasian dapat diberikan untuk paling banyak
3 (tiga) SIPA, berupa:
1) SIPA Kesatu;
2) SIPA Kedua; dan/atau
3) SIPA Ketiga.

Untuk tata cara pengurusan SIPA Apoteker Industri dapat membaca Permenkes 31 tahun 2016 halaman 5 sebagai berikut:

Tata Cara Pemberian Surat Izin Praktik
1. Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA)
a. Apoteker mengajukan permohonan SIPA kepada kepala dinas kesehatan atau penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kabupaten/kota tempat pekerjaan kefarmasian dilaksanakan.
b. Apoteker mengajukan permohonan SIPA sebagaimana dimaksud pada butir a menggunakan formulir sebagai berikut:
1) Formulir 1 untuk SIPA di fasilitas pelayanan kefarmasian(terlampir);
2) Formulir 2 untuk SIPA di fasilitas produksi (terlampir);
atau
3) Formulir 3 untuk SIPA di fasilitas distribusi/penyaluran (terlampir).
c. Permohonan SIPA harus melampirkan:
1) fotokopi STRA dengan menunjukkan STRA asli;
2) surat pernyataan mempunyai tempat praktik profesi dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 4 terlampir atau surat keterangan dari pimpinan fasilitas pelayanan kefarmasian atau dari pimpinan fasilitas produksi atau distribusi/penyaluran dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 5 terlampir;
3) surat persetujuan dari atasan langsung bagi apoteker yang akan melaksanakan pekerjaan kefarmasian di fasilitas kefarmasian dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 6 terlampir;
4) surat rekomendasi dari organisasi profesi; dan
5) pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 3 (tiga) lembar

Jadi saya rangkum untuk pengajuan SIPA Apoteker industri harus disiapkan :

Formulir 2 untuk SIPA di fasilitas produksi contoh Formulir 2 Surat Permohonan SIPA untuk fasilitas Produksi, form ini mempunyai syarat:

Berdasarkan saya mengurus SIPA ini syarat-syarat diatas masih dilengkapi lagi dengan

Ada baiknya dalam mengurus SIPA ini membawa sertifikat kompetensi asli jaga-jaga ditanyakan walaupun di peraturan tidak disebutkan. Untuk pas foto berwarna saya sempat diminta pas foto dengan latar belakang berwarna merah. Sewaktu saya mengurus SIPA ini saya tidak mempunyai surat rekomendasi dari IAI, sebelumnya saya mengurus surat rekomendasi ini. Seingat saya saya harus menunjukkan sertifikat kompetensi Apoteker. Maka penting menjaga sertifikat kompetensi ini hidup untuk lebih jelasnya bisa membaca post saya sebelumnya.

Berkas-berkas asli tersebut diatas saya serahkan ke dinas kesehatan setempat untuk mendapatkan surat rekomendasi SIPA. Surat rekomendasi SIPA ini saya masukkan ke dinas Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten/Kota.

sipa2.jpg
Berkas-berkas pengurusan SIPA ke Kepala Dinas Pelayanan Terpadu
Rekomendasi SIPA dari dinkes
Surat Rekomendasi dari Dinkes
berkas sipa.jpg
Berkas dokumen pengurusan SIPA

Di dinas pelayanan terpadu saya mengisi berkas-berkas (lagi)

  • Permohonan Izin Praktik Profesi Apoteker , yang mirip dengan formulir 2
  • Surat pernyataan praktik Apoteker, yang mirip formulir 4
  • Surat pernyataan kesanggupan pemohon

Saya kurang mengerti kenapa harus mengisi lagi formulir yang mirip dengan formulir 2 &4, kenapa harus dobel pengisian seperti ini, seperti tidak ada koordinasi antara 2 dinas ini, huff. Karena saya memperpanjang SIPA maka saya diminta fotokpi SIPA lama. Setelah semua berkas lengkap, akan diberi surat tanda terima untuk pengambilan SIPA

file263
Tanda terima berkas permohonan izin

Kata petugas pengurusan SIPA bisa 1-2 minggu. Tapi dalam kenyataannya, sebulan kemudian SIPA saya jadi. Waktu itu saya sempat telpon ke Dinas yang bersangkutan untuk pengambilan tapi katanya belum jadi. Akhirnya saya minta mohon ditelpon dahulu saya bila sudah jadi agar tidak bolak-balik dari kantor ke dinas. Untuk pengambilan saya cukup membawa tanda terima berkas permohonan. Saya sempat bolak-balik 2 kali ternyata disana waktu itu belum jadi, cukup menyita energi.

Begitulah kira-kira pengalaman saya mengurus SIPA apoteker industri ini, kira-kira saya butuh 2 bulan untuk mengurus ini (dihitung dari mulai penyerahan berkas sampai dengan diterimanya SIPA). Berikut penampakan SIPA saya:

SIPA Fithrul farmasiindustri dot com
SIPA Apoteker

SIPA Apoteker sekarang ini berbeda dengan sebelumnya yang berwarna biru, sekarang berwarna putih dan formatnya berbeda juga.

Note: bisa jadi syarat-syarat /berkas berbeda untuk pengurusan SIPA, tergantung dari daerah/dinkes setempatnya. Sebaiknya tidak hanya terpaku dari syarat diatas tapi sebaiknya lakukan komunikasi dengan petugas sehingga mengurangi risiko miskomunikasi yang menyebabkan kegagalan pengurusan SIPA.

Tips: minta nomer kontak petugas dinkes/petugas penyelenggara satu atap untuk memudahkan komunikasi

Terima Kasih telah berkunjung di blog farmasiindustri.com

Semoga Bermanfaat

Salam

M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt

 

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

2 Comments


  1. Terima kasih mas atas informasinya, sangat membantu sekali bagi lulusan baru seperti saya.
    Ditunggu tulisan terbarunya. 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.