Fasilitas Produksi Obat Antibiotik Betalaktam terpisah dari Fasilitas Produksi Obat lainnya di Pabrik Farmasi

Produksi Antibiotik betalaktam seperti Penisilin harus dilakukan pada fasilitas yang terpisah dalam suatu pabrik farmasi ini sesuai dengan  CPOB 2012 Bab 3. BANGUNAN DAN FASILITAS Klausul 3.10 halaman 20:

Untuk memperkecil risiko bahaya medis yang serius akibat terjadi pencemaran silang, suatu sarana khusus dan self-contained harus disediakan untuk produksi obat tertentu seperti produk yang dapat menimbulkan sensitisasi tinggi (misal golongan penisilin) atau preparat biologis (misal mikroorganisme hidup). Produk lain seperti antibiotika tertentu,hormon tertentu (misal hormon seks), sitotoksika tertentu,produk mengandung bahan aktif tertentu berpotensi tinggi, dan produk nonobat hendaklah diproduksi di bangunan terpisah. Dalam kasus pengecualian, bagi produk tersebut di atas, prinsip memproduksi bets produk secara ‘campaign’ di dalam fasilitas yang sama dapat dibenarkan asal telah mengambil tindakan pencegahan yang spesifik dan validasi yang diperlukan telah dilakukan.

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa Fasilitas Produksi Obat Betalaktam (FPOB) harus dipisah untuk memperkecil risiko pencemaran silang karena:

  • Antibiotik Betalaktam dapat menyebabkan anaphylactic shock.  Shock ini dapat menyebabkan risiko kematian karena ada reaksi alergi pada tubuh.
  • Seandainya ada kontaminasi ke dalam produk obat lain walaupun dalam jumlah kecil dapat menyebabkan resistensi obat antibiotik. Resistensi obat antibiotik ini sangat berbahaya karena penyembuhannya diperlukan antibiotik lain yang “lebih kuat”.

Antibiotik betalaktam mengandung cincin betalaktam, cincin ini merupakan gugus aktif fari antibotik betalaktam.

penicillin_core.jpg
cincin betalaktam

Cincin ini terlibat dalam reaksi in vitro alkilasi asam amino dalam protein dan enzim. Alkilasi pada ujung asama amino protein menyebabkan  penghentian proses polimerasi dalam sintesis protein pada dinding sel bakteri, sehingga dinding sel bakteri pecah. Antibiotik betalaktam yang paling populer di Indonesia adalah Amoksisilin.

Antibiotik Betalaktam terbagi dalam 5 kelas yaitu:

• penicillins (e.g., ampicillin, oxacillin)
• cephalosporins (e.g., cephalexin, cefaclor)
• penems (e.g., imipenem, meropenem)
• carbacephems (e.g., loracarbef)
• monobactams (e.g., aztreonam)

Berdasarkan FDA cGMP kontaminasi silang antara obat betalaktam dan obat non-betalaktam harus dihindari dan kontaminasi silang antara penisilin beta laktam dengan non penisilin betalaktam juga harus dihindari. Ini menyebabkan fasilitas produksi penisilin beta laktam dengan non penisilin betalaktam HARUS TERPISAH juga.

betalaktam bangunan.jpg
Ilustrasi fasilitas yang terpisah betalaktam

Di 21 CFR 211.42 Subpart (D) menjelaskan hal yang sama: 

Operations relating to the manufacture, processing, and packing of penicillin shall be performed in facilities separate from those used for other drug products for human use.

Kenapa kontaminasi silang penisilin betalaktam dengan non penisilin beta laktam harus dihindari?Sehingga harus fasilitas produksi terpisah?

Penisilin berbeda dengan antibiotik lainnya, penisilin mempunyai karakteristik dapat menyebabkan alergi yang dapat menggangu kesehatan. Karena alergi penisilin dapat menyebabkan demam, gatal-gatal, anaphylactic shock  dan asma karena hipersensitivitas immunoglobulin E (IgE) dengan molekul penisilin pada orang yang alergi. Alergi pada penisilin terjadi pada 7-8% populasi individu di dunia, dan alergi ini dapat mengancam kesehatan manusia.

Fasilitas produksi yang terpisah berarti bangunan yang terpisah, HVAC/AHU, peralatan dan semua utilitas kecuali listrik dan bahkan staff. Untuk memperkecil risiko kontaminasi silang jarak antar dua bangunan fasilitas dalam jarak yang cukup. Berdasarkan FDA cGMP halaman 7, untuk non penisilin betalaktam seperti cephalosporin tidak perlu mempunyai fasilitas yang terpisah,asal dapat menjamin pembersihan yang terkontrol. Pembersihan ini dibuktikan dengan validasi pembersihan peralatan. Jadi hanya obat kelas cephalosporin  yang tidak membutuhkan fasilitas terpisah dan HVAC yang terpisah, untuk kelas obat antibiotik betalaktam lainnya mengharuskan fasilitas terpisah.

Fasilitas yang terpisah untuk beta laktam dan penisilin beta laktam ini juga berlaku pada  fasilitas pembuatan Bahan Aktif Obat. Menurut FDA cGMP halaman 2, bila ada kemungkinan kontaminasi silang penisilin ke produk lain (non penisilin) maka produk lain tersebut harus diuji keberadaan residu penisilin. Produk lain tersebut tidak boleh dijual bila terdapat bukti kontaminasi penisilin.

Sumber:

Semoga Bermanfaat

Salam

M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

Leave a Reply

Your email address will not be published.