Kisah Keluarga Merck Membangun “Kerajaan” Farmasi Dunia (Bagian Kedua)

Berikut artikel dari Bambang Priyambodo tentang sejarah farmasi dunia.

Bagian pertama dapat dilihat disini.

Pada tahun 1741 – 1782, pengelolaan Engel Apotheke dipegang oleh Johann Justus Merck, Apoteker generasi keempat dari keluarga Merck. Inilah periode tersulit dalam perjalanan bisnis keluarga Merck. Pada tahun 1758, Johann Justus Merck dan istrinya Anna Sophie meninggal dunia, sementara putra mereka, Johann Anton Merck baru berusia 10 tahun. Atas kebijaksanaan Raja Ludwig VII, Engel Apotheke masih bisa beroperasi dengan sistem perwalian negara. Pada tahun 1782, Johann Anton Merck lulus dan disumpah sebagai apoteker dari Universitas Strasbourg dan melanjutkan bisnis yang dibangun oleh eyang buyutnya..

Pada tahun 1816, Emanuel Merck meneruskan dinasti keluarga Merck. Pada saat itu, untuk pertama kalinya ditemukan bahan obat yang disintesis dari bahan alam yaitu Morphine oleh Friedrich Serturner. Dan Morphine buatan Merck diakui sebagai yang TERBAIK. Kualitas Morphine buatan Merck ini diakui oleh ilmuwan terkemuka saat itu, Karl Friedrich Mohr, Profesor Farmasi dari Berlin, penemu gugus kimia Mohr dan menulisnya di Prussian Pharmacopeia tahun 1849. Selain itu, beberapa alkaloid lain juga berhasil disintesis oleh E. Merck, antara lain Cocain pada tahun 1862. Emanuel Merck memberikan garansi kualitas produk2nya dalam sebuah tulisan tangan bahwa ia akan mengganti apapun kerugian yg dialami oleh konsumennya jika bahan kimia yg diproduksinya tidak murni. Surat garansi yang masih tersimpan rapi hingga saat ini di Museum Farmasi di Heidelberg castle.

Pada tahun 1872, untuk pertama kali E. Merck membangun sebuah pabrik bahan farmasi di pinggiran kota Darmstadt. Pabrik Farmasi pertama yang masih beroperasi hingga saat ini. Nama E. Merck selanjutnya digunakan sebagai nama perusahaan keluarga Merck hingga saat ini. Bersama ketiga putranya, Wilhelm Merck, Georg Merck dan Carl Merck. Mulailah sayap kerjaan bisnis keluarga Merck mengembang ke segala penjuru dunia. Tahun 1840 mereka membuka kantor di London, Inggris. Mereka juga mempunyai gudang persediaan di Budapest, Paris, Brussels, Vienna dan Stockholm. Tahun 1879 mereka membuka kantor di Sydney, Australia. Selanjutnya, pada tahun 1898 mereka membuka kantor perwakilan di Moskow, Rusia.

Pada tahun 1891, Georg Merck dipercaya oleh ayahnya untuk membuka kantor E. Merck di New York, Amerika Serikat. Setelah Perang Dunia I, Merck di Amerika Serikat ini kemudian diambil alih dan dinasionalisasi oleh Pemerintah Federal Amerika pada tahun 1917. Kantor E. Merck inilah cikal bakal dari Merck, Sharp & Dohme (MSD) dan berhak menggunakan nama “Merck” di Amerika Serikat dan Kanada. Sedangkan di luar kawasan itu, nama “Merck” tetap menjadi milik keluarga Merck.

Perang Dunia kedua, meluluh-lantakkan semua bangunan pabrik mereka di Darmstadt. Hampir 1.000 pekerja mereka menjadi korban perang. Pada bulan Maret 1945, tentara sekutu menduduki pabrik ini. Mesin – mesin produksi yang menghasilkan puluhan jenis obat2an hancur berantakan. Tahun2 berikutnya adalah masa-masa sulit bagi keluarga ini. Membangun kembali perusahaan mereka yang porak -poranda. Dengan susah payah mereka membangun kembali “kerajaan” bisnis mereka. Perlahan namun pasti, satu persatu mereka mulai membuka kembali kantor2 mereka di segala penjuru dunia. Program Marshall Plan, membantu keluarga ini bangkit kembali dari keterpurukan akibat perang. Pada tahun 1947, mereka sudah mulai mengexport obat2an ke Spanyol dan negara2 Amerika Latin. Bahkan pada tahun 1949, untuk pertama kali mereka berhasil membuat obat jantung yang pertama, Digitoxin.

Tahun 2006, perusahaan ini mengakuisisi SERONO, selanjutnya tahun 2010 mengambil alih perusahaan diagnostik terkemuka Millipore corp. Tahun 2013, mengakuisisi AZ Electronic Material dan tahun 2014 Merck mengambil alih Sigma-Aldrich yang menjadikan Merck salah satu perusahaa raksasa farmasi, kimia dan diagnostik dunia..

Hingga saat ini, keluarga Merck masih memegang 70% saham perusahaan, yang merupakan SATU-SATUNYA perusahaan Farmasi dan Kimia TERTUA yang masih bertahan dan beroperasi hingga saat ini..

Sungguh sebuah kisah bisnis yang sangat luar biasa.. Sebuah kerajaan bisnis yang dimulai dari sebuah Apotek di sebuah kota kecil, Darmstadt.

Sungguh sangat beruntung saya pernah menjadi bagian dari perusahaan ini. Meski hanya sekejab namun filosofi perusahaan ini sangat mempengaruhi perjalanan karier saya..

Thanks to Merck.. thanks for everything..

Artikel dari Bambang Priyambodo lainnya bisa dilihat disini.

#SejarahFarmasiDunia

Sumber

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

Leave a Reply

Your email address will not be published.