KUALIFIKASI OPERASI DAN KINERJA MESIN-MESIN PRODUKSI DALAM INDUSTRI FARMASI

Kualifikasi mesin-mesin produksi  dilakukan untuk memastikan dan mendokumentasikan bahwa mesin-mesin yang digunakan dalam produksi memenuhi syarat sesuai dengan tujuan penggunaannya. Walaupun selama ini digunakan dalam produksi dan relatif tidak ada masalah akan tetapi perlu adanya bukti dan data tertulis yang valid untuk membuktikannya. Pasti sudah banyak buku yang membahas apa definisi kuallifikasi dan apa gunanya, akan tetapi dalam artikel ini saya akan lebih membahas mengenai teknis pelaksanaanya. Sebagai contoh untuk mesin pencampur granul, mesin pencampur granul seperti Super Mixer berfungsi untuk mencampur bahan baku, zat aktif dan pengikat sehingga menjadi granul dalam proses pembuatan tablet dengan metoda granulasi basah.

Berbeda dengan kualifikasi operasi mesin yang lebih pada pembuktian bahwa proses yang terjadi pada mesin sesuai dengan penggunaannya, kualifikasi kinerja mempunyai tuntunan yang lebih tinggi. Pada kualifikasi operasi hanya memandang bahwa proses yang berjalan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Bagaimana kita mengetahui bahwa proses sesuai dengan tujuan penggunaannya?

Kualifikasi Operasi

Untuk mengetahui proses operasi sesuai dengan tujuan penggunaannya adalah dengan memeriksa parameter-parameter yang terlibat dalam suatu proses pada mesin tersebut. Sebagai contoh mesin Fluid Bed Dryer (FBD), mesin FBD berfungsi untuk mengeringkan granul basah sampai granul mencapai kekeringan tertentu yang berasal dari hasil pencampuran di super mixer. Pada kualifikasi operasi FBD maka parameter-parameter yang perlu diamati adalah parameter yang menunjukkan bahwa mesin tersebut berjalan sesuai tujuan penggunaan. Parameter-parameter operasi meliputi temperatur udara masuk, temperatur udara keluar, temperatur suhu selama proses, kecepatan udara masuk dan keluar.

Contoh Kasus Kualifikasi Operasi:   

1

Gambar Mesin FBD

Mesin Fluid Bed Dryer yang digunakan untuk pengeringan diindikasikan ada masalah karena sejumlah bacth mengalami masalah dan diduga masalah terjadi pada step yang menggunakan mesin FBD. Industri farmasi ingin melakukan kualifikasi operasi mesin Fluid Bed Dryer untuk memastikan bahwa mesin tersebut dapat mengeringkan granul sampai kekeringan tertentu sesuai setting yang telah diatur. Maka dibentuklah tim untuk melakukan kualifikasi operasi mesin FBD.

Tim tersebut kemudian merumuskan dan menetapkan parameter-parameter kritis yang mempengaruhi proses. Parameter-parameter itu meliputi temperatur udara masuk-keluar, temperatur massa granul dan kecepatan udara masuk-keluar. Semua tujuan, tanggung jawab, rencana-rencana yang akan dilakukan selama kualifikasi kinerja ditulis dalam sebuah protokol kualifikasi operasi. Protokol tersebut dibuat dan dirumuskan sebagai panduan dalam melakukan kualifikasi operasi mesin. Setelah protokol selesai tim memutuskan untuk melakukan kualifikasi dengam metode concurrent yaitu dengan mengamati dan mencatat parameter-parameter selama proses batch tablet A (biasnya 3 batch berturut2)

atan parameter-parameter dituangkan dalam sebuah tabel sebagai berikut:

Kualifikasi Operasi Mesin Fluid Bed Dryer

Produk: Tablet A

Tanggal pelaksanaan:

Pelaksana :

Penanggung Jawab:

 

No Nomor Batch Temp. masuk(ºC) Temp. Keluar(ºC) Temp. Produk(ºC) Kecepatan udara masuk Keceapan udara keluar Keterangan
Syarat Hasil Syarat Hasil Syarat Hasil Syarat Hasil Syarat Hasil
1                        
2                        
3                        
4                        
5                        
                         

 

Setelah semua data parameter yang diamati, kemudian data tersebut diolah untuk memastikan semua data sesuai dengan parameter yang di setting. Bila parameter-parameter tersebut sesuai settingannya logikanya mesin berjalan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Bagaimana pengolahan datanya?Bagaimana kriteria penerimaan sebuah data sesuai dengan spesifikasi?Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka perlu dilihat panduan CPOB pada bagian validasi dan kualifikasi. Pada panduan tersebut tidak dijelaskan secara terperinci berapa kriteria penerimaannya dan menggunakan statistik seperti apa, oleh karena itu dibuat kriteria penerimaan yang mengacu pada prinsip-prinsip farmasi yang lebih mendetail. Kriteria yang dibuat bebas asal ilmiah dan tidak bertentangan pada CPOB. Misalnya data temperatur masuk harus semuanya sesuai dengan syarat dan variasinya tidak lebih dari 2%. Atau Kecepatan udara masuk mempunyai Cpk(indek kapabilitas proses) minimal 1,33.

Hasil pengolahan data tersebut dituangkan dalam sebuah laporan kualifikasi operasi. Dalam Laporan tersebut mencakup tanggung jawab, tujuan dan hasil pengolahan data. Laporan tersebut mendokumentasikan semua informasi yang perlu dalam kualifikasi kinerja

Kualifikasi operasi dapat menggunakan dua metode yaitu retrospektif dan concurrent. Kualifikasi retrospektif yaitu kualifikasi yang dilakukan dengan mengambil data-data masa lampau yang pernah dilakukan untuk mesin tersebut sedangkan kualifikasi concurrent dilakukan dengan mengambil data selama operasi mesin tersebut. Masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan metode tergantung ketersediaan data, kemampuan orang yang mengkualifikasi dan kebutuhan kualifikasi.

Kualifikasi Kinerja

Kualifikasi kinerja berbeda dengan kualifikasi operasi. Sudah banyak buku yang mendefinisikan apa itu kualifikasi kinerja akan tetapi dalam artikel ini saya akan lebih membahas mengenai teknis dan aplikasiya di industri farmasi. Berbeda dengan kualifikasi operasi yang memastikan bahwa mesin dapat berjalan sesuai dengan tujuan penggunaan dalam batas yang telah ditentukan, kualifikasi kinerja juga harus memastikan bahwa kinerja mesin dapat menghasilkan output sesuai fungsi mesin tersebut. Misalnya mesin FBD diatas, pada kualifikasi kinerja parameter yang perlu diamati adalah hasil pengeringan granul yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Ini point yang membedakan antara kualifikasi operasi dan kinerja. Kualifikasi kinerja turut memperhitungkan hasil output dari suatu mesin. Pada kualifikasi operasi hanya diamati proses operasi mesin tersebut dan tidak terlalu mementingkan hasil.

Contoh Kasus Kualifikasi Kinerja

Kasus seperti contoh diatas. Setelah dibuat protokol kualifikasi kinerja tim segera melakukan kualifikasi kinerja mesin FBD. Parameter-parameter yang perlu diamati meliputi parameter yang mempengaruhi hasil pengeringan seperti temperatur produk, temperatur masuk dan keluar.

Hasil pengamatan parameter-parameter dituangkan dalam sebuah tabel sebagai berikut:

Kualifikasi Kinerja Mesin Fluid Bed Dryer

Produk: Tablet A

Tanggal pelaksanaan:

Pelaksana :

Penanggung Jawab:

No Nomor Batch Temp. masuk(ºC) Temp. Keluar(ºC) Temp. Produk(ºC) Susut Pengeringan (%) Keterangan
Syarat Hasil Syarat Hasil Syarat Hasil Syarat Hasil
1                    
2                    
3                    
4                    
5                    
                     

 

Setelah semua data parameter yang diamati, kemudian data tersebut diolah untuk memastikan semua data menunjukkan bahwa mesin dapat menghasilkan output yang sesuai. Pengolahan datanya mirip dengan yang ada pada kualifikasi operasi hanya pada kualifikasi kinerja parameter output yang lebih difokuskan dalam hal ini adalah data susut pengeringan. Kadangkala proses yang dijalankan sesuai dengan parameter akan tetapi hasil tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Ini bisa terjadi mungkin karena parameter yang dipilih tidak mewakili proses atau terdapat variasi proses yang belum diperhitungkan. Biasanya kasus seperti ini terjadi pada mesin-mesin yang sudah lama penggunaanya dan sudah sering rusak.

Dalam kenyataanya kualifikasi operasi atau kinerja tidak sesederhana yang saya tulis diatas karena terdapat banyak tantangan selama kualifikasi seperti ketersediaan data, mesin sedang tidak beroperasi atau mesin tiba-tiba rusak dsb. Pemilihan kriteria penerimaan juga tidak mudah karena harus disesuaikan dengan kondisi mesin dan panduan CPOB. Panduan CPOB sendiri tidak memerinci secara detail bagaimana kriteria penerimaan sehingga sulit untuk pengolahan data, akan tetapi memberikan kebebasan juga karena kriteria penerimaan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing industri. Kualifikasi kinerja mesin akan lebih sulit bila mesin tersebut sudah lama dan sering rusak karena akan membuat proses mempunyai banyak variasi, adanya variasi ini tentu akan mempersulit kriteria penerimaan yang ditentukan. Kualifikasi juga akan sulit bila mesin tersebut termasuk mesin yang penggunaanya banyak melibatkan campur tangan manusia. Campur tangan manusia seringkali membuat variasi menjadi lebih besar.

WP

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

Latest posts by M. Fithrul Mubarok (see all)

tinggalkan komentar .........