Pencegahan Kontaminasi dan Kontaminasi Silang di Industri Farmasi

Di dalam CPOB 2012 banyak sekali dibahas mengenai kontaminasi dan kontaminasi silang. Kejadian kontaminasi dan kontaminasi silang tidak boleh terjadi sehingga perlu dicegah, pencegahan ini untuk menjaga kualitas produk. Pembuatan produk obat di kebanyakan fasilitas pembuatan obat di Indonesia adalah multi produk dan melibatkan banyak tahapan proses serta banyak peralatan. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan risiko kontaminasi dan kontaminasi silang.

Perlu dimengerti arti dari :

  • Kontaminan: Sebuah pengotor atau zat-zat atau bahan yang menyebabkan kontaminasi
  • Kontaminasi : kotoran atau bahan yang tidak diinginkan (kimia, mikrobiologi, benda asing) ke dalam bahan awal, antara selama produksi, sampling, pengemasan, penyimpanan dan transportasi.
  • Kontaminasi silang : Pencemaran suatu bahan atau produk dengan bahan atau produk lain. (diambil dari glossarium CPOB 2012)

Berikut merupakan sumber utama kontaminasi di fasilitas pembuatan obat/industri farmasi:

Tempat dan Desain Bangunan

Pengurangan atau penghilagan risiko dengan perancangan fasilitas yang baik adalah dengan disertai pengamanan terhadap masuknya serangga, burung atau hama lainnya. Masuknya orang yang tidak berhak harus dicegah di dalam fasilitas produksi, pengemasan dan laboratorium. Orang yang tidak bekerja pada fasilitas ini seharusnya tidak mengunakan fasilitas sebagai jalan atau berlalu-lalang. Dinding, langit-langit dan lantai fasilitas produksi harus halus (tidak kasar), bebas dari retakan dan sambungan yang terbuka. Pertemuan sambungan dinding dan lantai/langit-langit melengkung berbentuk hospital plane agar mudah dibersihkan.

farmasiindustri.comLantai fasilitas produksi farmasi.jpg
Pertemuan dinding dengan lantai/langit-langit halus serta bebas retak

Ventilasi dan titik-titik pencahayaan (lampu) harus dirancang sehingga semua area dapat diterangi, ini untuk mencegah area tertentu sulitnya dibersihkan. Menurut POPP I Lampiran 3.5a halaman 77  kekuatan cahaya untuk koridor ruang produksi adalah 300 lux dan 500 lux untuk ruang produksi.

farmasiindustri.comkekuatan cahaya ruang produksi farmasi.jpg
Rekomendasi Kekuatan Cahaya Ruangan Farmasi

Peralatan

Peralatan harus mempunyai permukaan yang halus sehingga mudah dibersihkan dan tidak menjadi tempat bersembunyinya kotoran. Biasanya peralatan merupakan stainless steel atau bahan inert, bila stainless steel dipoles mirror.

peralatan-farmasi
Tangki Proses SS 316 poles mirror

Untuk melihat tipe bahan yang digunakan dalam farmasi dapat membaca “Tipe Bahan Alat yang digunakan Untuk Produksi Sediaan Farmasi“.Bila terpaksa peralatan sukar dibersihkan sebaiknya digunakan pada produk dedicated  (produk tersendiri/satu produk satu peralatan). Peralatan pembersih yang berbulu, kuas, sikat, kain biasa yang dapat melepaskan partikel/debu tidak boleh digunakan. Ini sesuai dengan CPOB 2012

6.144 Pemakaian sikat hendaklah dibatasi karena dapat menimbulkan bahaya pencemaran dari bulu sikat dan/atau partikel yang menempel pada sikat.

Pembersihan disarankan menggunakan vacuum cleaner dan tidak disarankan pembersihan menggunakan semprotan udara.  Vacuum cleaner untuk area produksi betalaktam, sitotoksik, hormon, antibiotik dan produk biologi harus masing-masing tidak boleh saling bertukar. Pelabelan dan pembersihan sesuai SOP harus dilakukan untuk mencegah kontaminasi.

Harus dipastikan bahwa semua material dari bahan produk sebelumnya telah dipindah dan dibersihkan sehingga tidak tersisa sisa-sisa bahan/produk. Perbaikan dan perawatan mesin tidak boleh dilakukan selama operasi produksi kecuali bisa dijamin tidak ada kontaminasi yang dapat mempengaruhi mutu produk. Bungkus peralatan dengan pembungkus inert/polyetilen setelah dibersihkan dan tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu (lama).

Personil

Semua personil yang terlibat dalam produksi harus dalam keadaan sehat dan tidak menderita penyakit terutama penyakit menular seperti TBC. Saya sendiri pernah meminta salah satu karyawan untuk tidak bekerja karena terindikasi mempunyai penyakit pernafasan. Personil harus mengenakan APD (Alat Pengamanan Diri)/pakaian kerja yang sesuai dengan pekerjaannya.

steril
Contoh pakaian steril industri farmasi

Untuk mengtahui bagaimana berpakaian dalam industri farmasi dapat membaca Gowning Dalam Industri Farmasi. Kontak langsung antara bagian tubuh personil (terutama tangan) dengan bahan baku, bahan pengemas primer, bahan antara dan produk jadi harus dihindarkan.

sarung-tangan-farmasi
Operator menggunakan sarung tangan sewaktu bekerja

Sistem Heating Ventilation and Air Conditioning (HVAC)

Di area produksi/manufaktur dipasang sistem HVAC terkualifikasi dengan airlock, HEPA filter dan perbedaan tekanan udara yang sesuai. Suplai udara dan titik pengumpulan debu tidak boleh terlalu dekat (dengan ruang produksi) dan kantung pembuangan adalah sekali pakai. Tidak ada boleh ada risiko debu dari tempat pengumpulan ke area produksi terutama terutama waktu proses produksi dan pengemasan primer. Risiko kontaminan yang disebabkan dari resirkulasi/masuk kembali udara harus diminimalisir. Pembersihan bagian-bagian HVAC harus dipastikan tidak mencemari fasilitas produksi.

HVAC
Sistem HVAC

Area yang banyak menghasilkan debu seperti area penimbangan dan ruang pencampuran kering sebaiknya disertai sistem pengilangan debu (dust collector). Pada ruang timbang dapat dilengkapi dengan Weighing Booth.Untuk mengetahui cara kualifikasi Kinerja HVAC dapat membaca Kualifikasi Kinerja HVAC(Heating, Ventilating and Air Conditioning) dalam Industri Farmasi.

Proses Produksi

Pada setiap tahapan proses, bahan baku, bahan antara atau bahan cetak harus bebas kontaminan.  Dalam penimbangan biasanya pembungkus luar dari bahan dilepaskan ditempat khusus baru dimasukkan ke dalam ruang produksi, untuk mengurangi risiko kontaminasi. Risiko kontaminasi dari proses produksi ini juga kerap kaintannya dengan desain bangunan, tahapan produksi yang tidak logical order berpotensi menghasilkan banyak aktivitas yang memicu kontaminasi. Untuk mengetahui bagaimana cara rancang bangung fasilita produksi dapat membaca : Merancang Layout Fasilitas Produksi Obat.

tahapan proses produksi obat.gif
Ilustarsi tahapn produksi obat sistem tertutup

Di dalam CPOB 2012 sendiri menganjurkan untuk produksi cairan dan semisolid menggunakan sistem tertutup untuk mengurangi risiko kontaminasi.

6.103 Penggunaan sistem tertutup untuk produksi dan transfer sangat dianjurkan; area produksi di mana produk atau wadah bersih tanpa tutup terpapar ke lingkungan hendaklah diberi ventilasi yang efektif dengan udara yang disaring.

Pakaian Kerja dan Sepatu

Dengan memakai pakaian kerja khusus dapat meminimalkan bagian tubuh personil bersentuhan dengan produk. Pakaian sebaiknya tidak mengeluarkan kontaminan dan mudah dicuci. Personil atau operator harus memakai pakaian bersih dan diganti berkala selama melakukan aktivitas produksi obat. Pakaian kerja dan sepatu tidak boleh dikenakan diluar area yang terlah ditentukan. Misalnya sepatu khusus kelas steril tidak boleh dikenakan di kelas non steril.

sepatu steril.jpg
Contoh Sepatu Steril

Operator harus berganti sepatu seiring dengan pergantian kelas kebersihan (dalam hal ini steril non steril). Untuk mengetahui kelas kebersihan dapat membaca Klasifikasi Kelas Kebersihan Ruang Pembuatan Obat dalam Industri Farmasi. Masing-masing kelas mempunyai pakaian/sepatu sendiri-sendiri sesuai dengan kelas dan prosesnya. Usahakan pakaian/sepatu yang tiap kelas berbeda baik dari sisi bentuk dan warna, agar meminimalisir tertukar.

Kesimpulan:

Dari semua yang disebut diatas yang paling penting adalah monitoring dan evaluasi berkala. Pemastian bahwa semua bagian (bangunan, peralatan, personil dll) berkerja sama membentuk suatu sistem sehingga risiko kontaminasi sangat kecil/tidak ada. Perlu dilakuakan validasi pembersihan secara berkala untuk memastikan sistem telah bekerja dengan fungsinya.

Sumber:

  • http://learnaboutgmp.com/prevention-of-contamination-and-cross-contamination-in-pharmaceutical-dosage-forms/
  • http://www.pharmaguideline.com/2011/09/prevention-of-cross-contamination-in.html

 

 

Semoga Bermanfaat

Salam

M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

6 Comments


  1. Mas fithrul, kalau standard cleanliness di farmasi, seberapa tinggi tingkat pengotor di udara yang akan memberikan dampak buruk pada output produksi? Di otomotif bearing, bahkan nilai pengotor sampai 1000K partikel dan 10K partikel efeknya ga terlalu kelihatan 😕

    Reply

    1. Makasih pertanyaannya mas Oka,
      Untuk tingkat/standar pengotor di farmasi tergantung kelas kebersihannya. Dapat dibaca tulisan saya tentang Klasifikasi Kebersihan ruangan Farmasi atau lihat tabelnya langsung di sini.

      Untuk efeknya (ke kesehatan) sebenarnya partikel (farmasi merujuk ke ISO 14644) tidak begitu relevan. Setahu saya standar ISO tersebut lebih ke arah industri semikonduktor, dimana sedikit saja ada partikel bisa merusak komponen konduktor. Dugaan saya di farmasi mengacu ke ISO karena standarnya adanya itu, lagipula partikel 5mikron merupakan partikel “besar” yang bisa ditunggangi bakteri sehingga berbahaya untuk produk, potensi infeksi terutama produk steril.

      Untuk otomotif sendiri saya kurang paham, yg saya tahu partikel (clean room ) hanya ada di kesehatan (farmasi, ruang operasi, nuklir) dan semikonduktor.

      Terima Kasih

      Reply

  2. Mas fithrul untuk validasi lama penyimpanan baju steril ada contoh artikelnya ga? Terimakasih

    Reply

      1. oh gitu ya mas , ga apa2 trimakasih infonya sangat bermanfaat
        kalo boleh tau mas fithrul masih aktif di industri?

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.