Pengalaman Apoteker di Industri Farmasi Bagian Produksi

Kurang lebih 6 tahun saya bekerja di industri farmasi kebanyakan saya habiskan dibagian Produksi. Saya akan tulis pengalaman saya bekerja terutama di bagian produksi. Saya sebelumnya pernah hampir 2 tahun bekerja di bagian QA, bekerja di bagian produksi mempunyai tantangan yang berbeda dengan di bagian QA. Sebenarnya tidak bisa dibandingkan secara apple to apple pengalaman saya bekerja di bagian QA dan produksi karena pengalaman, jabatan dan lama bekerjanya berbeda. Tapi saya akan sedikit berbagi pengalaman saya tentang kedua bidang tersebut, untuk bekerja di bagian lain QC, PPIC, marketing dll saya belum pernah.

Yang saya rasakan perbedaaan bekerja sebagai Apoteker di Produksi adalah tantangan menghandle orang, di perusahaan farmasi bagian produksi/pengemasan biasanya adalah bagian dengan man power paling besar. Karena banyaknya operator tersebut diperlukan kemampuan mengatur orang. Operator mempunyai karakteristik dan kemampuan serta kemauan yang berbeda-beda. Sering mereka terlalu mendepankan kemauan kepentingan sendiri dibandingkan dengan kebutuhan pekerjaan, dalam posisi ini kita harus tegas. Kebanyakan apoteker baru yang masuk di produksi adalah sebagai supervisor, apoteker baru ini biasanya usianya lebih muda dibandingkan dengan operator-operator yang sudah bekerja lama. Ini terjadi juga pada saya, yang menarikĀ  sewaktu masuk sebagai supervisor produksi saya adalah karyawan termuda (dan satu2nya) di bagian produksi akan tetapi secara struktural jabatan saya adalah yang paling diatas. Ini dilematis bagi saya di satu sisi saya punya kewenangan memerintah operator yang lebih tua dari saya disisi lain secara etika tidak elok memerintah orang yang lebih tua. Sewaktu itu umur saya 25 tahun dan operator2 produksi kebanyakan umurnya diatas 40 tahun seumuran dengan paman saya.

Awalnya saya kesulitan mengatur orang dan memerintahkan orang untuk suatu pekerjaan karena bagi saya ini benar2 baru, awalnya saya bekerja sendiri tidak mempunyai anak buah kemudian tiba2 menjadi Spv produksi dengan anak buah lebih dari 30 orang, suatu keadaan yang kontras sekali. Tugas dari seorang Spv produksi adalah mengawasi mengatur produksi agar sesuai dengan target. Berikut beberapa poin yang menurut saya harus dimiliki/dipersiapkan untuk menjadi seorang Apoteker di bagian produksi:

  • Kemampuan mengatur orang, mengetahui kemampuan masing2 operator
  • Kemampuan komunikasi yang baik, bagaimana perintah kita dipahami oleh operator, kebanyakan operator mempunyai pendidikan yang rendah dari kita, cara memahami tentang sesuatu juga berbeda. Jangan sampai kita bicara terlalu tinggi, terlalu ilmiah sehingga tidak dipahami operator. Seni komunikasinya disini, Industri farmasi dan CPOB mempunyai bahasa yang tinggi-kompleks tapi dalam pekerjaan sehari2 kita harus mampu menerjemahkan hal2 tsb menjadi bahasa yang sederhana.

    komunikasi
    Pertemuan,salah satu media komunikasi di produksi
  • Kemampuan memahani proses/alat/mesin diproduksi. bagaimana kita mengatur pekerjaan tanpa mengetahui proses?. Apoteker produksi harus paham mengenai alur proses, kemampuan spesifik mesin dan kemampuan mesin. Kurang pahamnya apoteker produksi mengenai hal ini tentu akan menyulitkan dia memutuskan sesuatu menjadi benar. Sangat mungkin kekurang pahaman ini akan dimanfaatkan operator untuk “dikibuli” mengenai sesuatu. Misal mesin rusak tidak bisa beroperasi menurut operator harus diperbaiki dengan bantuan orang teknik, akan tetapi sebenarnya itu hanya kerusakan kecil yang operator bisa memperbaiki sendiri. Operator berkata seperti itu mungkin agar mengulur waktu saja supaya istrihatnya lebih lama. Sebagai Apoteker/Spv di produksi kita harus memahami mengani mesin/proses, agar tahu yang benar sehingga decision kita bisa tepat.

    mesin rusak
    Ilustrasi mesin rusak
  • Kemampuan berkomunikasi bekerja sama dengan bagian lain. Selain kita dituntut untuk mengatur bagian produksi, kita juga harus selalu bekerja sama dengan bagian lain seperti bagian QA, QC PPIC bahkan direktur/pemilik perusahaan. Kita harus pandai2 menempatkan diri, bagaimana posisi kita dalam “politikĀ  kantor”.
  • Apoteker produksi harus bisa menghitung kapasitas produksi dan menghitung kapan suatu produksi bisa selesai. Sering kita di produksi dikejar2 oleh marketing/PPIC untuk segera selesai, jadi kita harus bisa menjawab kapan suatu produk dengan batch tertentu selesai.

Untuk tips di bagian produksi

  • Salah satu pekerjaan Apoteker di produksi adalah melakukan review batch record, dalam sehari saya bisa menangani lebih dari 15 batch record. Apakah kita harus membaca satu-satu perhalaman? batch record bisa terdiri dari 15-30 halaman, bila 15 batch record berarti bisa 450 halaman sehari? baca satu2, terus pekerjaan kita yang lain bagaimana?
    batch record.jpg
    Menyelesaikan batch record yang menggunung

    Adasolusinya biasanya ditugaskan khusus reviewer batch record di bagian produksi sehingga, kemungkinan salah tulis di batch record sudah diidentifikasi dan dikoreksi dari awal oleh reviewer. Dengan ini Apoteker produksi cukup terbantu. Saya sudah menandatangani mungkin ribuan batch record, tips yang biasa saya lakukan adalah membuka halaman2 tertentu dari batch record yang sering salah kemdudian mengkoreksinya. Ada kalanya saya menfoto bagian tersebut dan saya kirimkan ke operator langsung sehingga menjadi perhatian. Bila batch record yang datang banyak sampai menumpuk, yang biasa saya lakukan adalah random sampling dimana sample batch record yang saya ambil saya baca satu persatu halamannya. Bila ditemukan kesalahan pada halaman tertentu, bisa jadi batch record lain juga salah. Biasanya bila sudah banyak salah saya kembalikan satu tumpukan batch record tersebut kemudian saya minta reviewer memeriksa ulang.

  • Menghandle operator sebenarnya susah2 gampang. Ada kalanya kita tidak mengerti tentang sesuatu, yang biasa saya lakukan adalah meminta salah satu operator yang kita percaya untuk memberikan masukan. Ada kalanya bila permasalahan terlalu rumit bisa saya kumpulkan beberapa operator untuk berdiskusi dan mencapai kesepakatan.

 

Demikian sedikit share pengalaman saya sebagai Apoteker di Industri

Semoga Bermanfat

Salam

M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

Leave a Reply

Your email address will not be published.