Pfizer: Kisah Duo Imigran membangun Imperium Bisnis dari Uang Pinjaman

16387288_10208314723210887_2732403791746759602_n

Berbekal uang pinjaman dari sang ayah sebesar $2.500, seorang anak muda berusia 20 tahun-an yang berasal dari kota Ludwigsburg, sebuah kota kecil dekat Stuttgart – Germany, nekat mengarungi Samudra Atlantik menyongsong “dunia baru”, Amerika Serikat. Charles Pfizer nama si pemuda nekat tersebut. Berbekal uang pinjaman dari ayahnya dan keahliannya di bidang farmasi dan kimia, pemuda yang terlahir dengan nama Karl Pfizer tersebut menyewa sebuah gedung di Harrison Avenue di kota New York pada tahun 1849. Bersama dengan saudara sepupunya, Charles F. Erhart, yang mempunyai keahlian membuat permen dan mencampur berbagai macam bahan kimia. Tahun 1849 itulah kedua bersaudara tersebut mulai menuliskan sejarah panjang sebuah kerajaan bisnis farmasi yang nantinya menjelma menjadi industri farmasi TERBESAR di seluruh dunia, Pfizer & Co.

Kisah sukses Pfizer diawali oleh Santonin sebuah produk Obat Cacing yang secara unik diracik oleh Charles Erhart dengan berbagai rasa yang unik dalam bentuk permen yang menarik. Obat ini mendapat sambutan yang luar biasa dari penduduk New York. Produk inilah yang menjadi cikal bakal dari ratusan bahkan ribuan produk yang dihasilkan bertahun – tahun kemudian..

Pfizer & Co. berkembang pesat tatkala terjadi perang saudara (civil war) di Amerika Serikat tahun 1861 – 1865. Obat2 penghilang rasa sakit (painkiller), pengawet, dan obat2 antiinfeksi sangat diperlukan pada masa itu. Pfizer & Co. berhasil mengembangkan produk asam tartat yang digunakan untuk laxative dan pendingin kulit serta krim tartat untuk deuretic dan bahan pembersih.

Pada tahun 1880, Pfizer & Co berhasil memproduksi Citric Acid (Asam Sitrat) menggunakan konsentrat lemon dan jeruk nipis. Segera mereka menjadi produsen utama asam sitrat di Amerika Serikat. Penemuan ini menjadikan Pfizer & Co makin berkembang pesat dan mulai memodernisasi pabrik mereka dan merekrut banyak pekerja. Sampai dengan tahun 1882 mereka suda membuka kantor cabang di Missisippi, Chicago, Illinois dan hampir di seluruh penjuru Amerika Serikat. Pada tahun 1906 penjualan mereka sudah mencapai $ 3,4 juta… Semuanya berawal dari uang pinjaman $2.500.. Woww..!!!

Pada tahun 1891, co-founder Charles Erhart meninggal dunia. Meninggalkan partnership senilai $250.000 kepada anaknya, William Erhart. Namun sesuai perjanjian, bahwa barang siapa yang meninggal terlebih dahulu maka ia berhak membeli dengan harga setengah dari nilai partnership tersebut. Akhirnya, Charles Pfizer membeli seluruh saham dari Erhart dan mengangkat William Erhart sebagai Vice President hingga meninggal dunia tahun 1940.

Pada tahun 1900, Pfizer berubah dari perusahaan keluarga menjadi perseroan dengan menerbitkan 20.000 senilai $100 perlembar saham.

Pada tahun 1906, Charles Pfizer meninggal dunia dalam usia 82 tahun. Emile Pfizer, putra bungsu Charles Pfizer diangkat sebagai President dan CEO hingga tahun 1941. Dia adalah anggota keluarga Pfizer terakhir yang terlibat dalam pengelolaan perusahaan.

Hingga tahun 1942, Pfizer & Co tetap menjadi perusahaan privat dan dimiliki sepenuhnya oleh keluarga Pfizer. Namun pada bulan Mei 1942, untuk pertama kalinya, mereka menjual 240.000 saham baru kepada publik. Mulailah era baru dalam perjalanan perusahaan ini. Keluarga Pfizer tidak lagi terlibat dalam pengelolaan perusahaan dan sepenuhnya dijalankan oleh eksekutif yang diangkat oleh para pemegang saham.

Pada tahun 1944 Pfizer sukses membuat Penisillin dalam skala massal dan dinobatkan sebagai produsen penisilin terbesar di dunia. Tahun 1950 mereka berhasil menemukan Oxytetracycline sebuah antibiotik spektrum luas pertama saat itu. Mulai tahun 1951 mereka mulai merambah ke berbagai penjuru dunia. Mereka membuka kantor cabang di Belgia, Canada, Cuba, Inggris, Mexico dan lain-lain. Pada tahun 1958 mereka membangun pabrik di Mexico, Italy dan Turki.

Tahun 1976 mereka untuk pertama kali menemukan obat tekanan darah tinggi, Minipress (Prazosin HCl). Tahun 1980 meluncurkan Feldene (Piroxicam) sebagai obat anti inflamasi paling laris pada masa itu dan terjual lebih dari $ 1 milyar di AS. Tahun 1984, mereka menemukan obat diabetes pertama, Glipizide.

Tahun-tahun berikutnya berbagai macam obat blockbuster terus memenuhi pundi2 perusahaan ini. Norvasc, Zoloft, Lipitor, Viagra adalah merek2 dagang yang mendatangkan uanh milyaran dollar ke rekening mereka..

Tahun 2000, untuk memperbesar bisnis mereka merger dengan Warner-Lambert, kemudian dengan Pharmacia (2003) dan Wyeth (2009). Hasil merger ini membuat Pfizer menjadi raksasa farmasi dunia dan menjadi headline di seluruh dunia yang mengawali megatrend saat itu, merger dan akuisisi. Tahun 2015, Pfizer mengakuisisi HOSPIRA senilai $15,2 miliar yang merupakan rekor transaksi terbesar hingga saat ini. Hingga tahun 2015, total penjualan Pfizer di seluruh dunia mencapai $48,85 miliar atau sekitar Rp660.000.000.000.0000 (baca: 600 trilyun rupiah).. Wowww… Dan semuanya berawal dari seorang pemuda yang nekat menyebrangi samudra Atlantik berbekal uang pinjaman sebesar $2.5000 sahaja…

#SejarahFarmasiDunia

Sumber :

Bambang Priyambodo

M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, S.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

Latest posts by M. Fithrul Mubarok (see all)

tinggalkan komentar .........