Radiasi Pengion dalam Sterilisasi Produk Farmasi | FARMASI INDUSTRI Radiasi Pengion dalam Sterilisasi Produk Farmasi | FARMASI INDUSTRI
Categories: Industri farmasi

Radiasi Pengion dalam Sterilisasi Produk Farmasi

Produk Obat steril

[sg_popup id=”11916″ event=”inherit”][/sg_popup]

Produk steril adalah bentuk sediaan obat dalam bentuk terbagi-bagi yang bebas dari mikroorganisme hidup. Pada prinsipnya, yang termasuk dalam bentuk sediaan ini antara lain sediaan parentral (masuk ke melalui injeksi), preparat untuk mata dan preparat irigasi (misalnya infus).  Untuk mendapatkan produk obat steril berbagai macam teknik yang dapat dilakukan mulai dari sterilisasi dengan panas, sterilisasi dengan gas dan sterilisasi dengan radiasi. Sediaan untuk mata (tetes mata maupun salep mata), meskipun tidak dimasukkan ke dalam rongga bagian dalam tubuh, namun ditempatkan berhubungan dengan jaringan-jaringan yang sangat peka terhadap kontaminasi. Oleh karenanya dibutuhkan standar sejenis dengan preparat (sediaan) steril lainnya. Larutan irigasi (infus) juga memiliki standar yang sama dengan larutan parentral lainnya, karena selama pemberian sejumlah zat dari larutan dapat memasuki aliran darah secara langsung melalui pembuluh darah luka yang terbuka atau membran mukosa yang rusak.

Produk Steril Salep Mata

Pada umumnya sediaan salep mata menggunakan metode sterilisasi akhir dengan radiasi pengion. Radiasi pengion ini dapat digunakan radiasi gamma atau radiasi dengan elektron beam. Kedua metode radiasi diatas dapat dipilih dan diperbolehkan oleh CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) 2018. Penggunaan radiasi pengion dalam pembuatan obat lebih spesifik diatur dalam CPOB 2018 pada Aneks 10. PENGGUNAAN RADIASI PENGION DALAM PEMBUATAN OBAT halaman 379-392. Radiasi pengion dapat digunakan pada tahap proses pembuatan untuk berbagai tujuan termasuk menurunkan bioburden dan sterilisasi bahan awal, bahan pengemas atau produk, dan penanganan bahan pengemas untuk produk darah. Bioburden adalah jumlah mikroorganisme atau organisme kontaminan yang diketahui atau dihitung pada objek atau material tertentu sebelum memasuki proses sterilisasi. Jumlah kontaminan mikroba ini harus dikendalikan untuk mencegah adanya risiko kontaminasi pada produk akhir. Walaupun produk obat pada akhir proses di sterilisai akan tetapi bila bioburden terlalu tinggi akan menjadikan risiko produk steril menjadi non steril. Tentu hal ini akan membahayakan pasien pengguna produk steril. Berbeda dengan produk non steril, produk steril sangat ketat sekali dalam aturan kontaminasi. Kontaminasi ini erat kaitannya dengan keamanan obat. Obat steril yang terkontaminasi akan membahayakan pasien terutama menyebabkan infeksi mikroba. Infeksi ini berkaitan dengan keselamatan pasien, jangan sampai obat yang bertujuan menyembuhkan malah membuat orang sakit.

Radiasi umunya dilakukan dengan jasa pihak ketiga berupa perusahaan jasa sterilisasi. Penggunaan jasa pihak ketiga lebih murah, agaknya tidak mungkin perusahaan farmasi mendirikan fasilitas radiasi terkendala biaya dan izin yang susah.

Radiasi Gamma dan Radiasi Berkas Elekron / Electron Beam

Radiasi Gamma

Sterilisasi dengan sinar gamma merupakan salah satu teknologi yang sangat aman. Proses iradiasi adalah proses penyinaran dengan sinar gamma di dalam sebuah ruang iradiasi dengan menggunakan Cobalt 60 sebagai sumber energi gamma. Daya tembus sinar gamma akan merusak jaringan DNA dari mikroorganisme yang berbahaya serta membunuhnya tanpa meninggalkan efek samping yang buruk terhadap produk. Sinar gamma mampu menembus berbagai jenis produk dan hanya dapat ditahan oleh sejumlah besar air atau Timbal (Pb), karena itulah penyinaran gamma dapat pula men-sterilkan produk yang sudah dikemas secara kedap udara. Proses penyinaran gamma tidak akan meningkatkan suhu dari produk ataupun meninggalkan residu kimia pada produk. Produk yang melalui penyinaran gamma biasanya dapat segera digunakan setelah proses penyinaran gamma selesai. Selama proses berlangsung, radiasi dari isotop akan membunuh organisma yang mencemari produk di semua lokasi produk yang melewati ruang radiasi dengan sistem conveyor. Dosis yang terserap oleh produk merupakan fungsi dari : lamanya proses iradiasi, aktifitas isotop, dan berat jenis produk.

Radiasi Berkas Elektron

Radiasi berkas elektron pada prinsipnya mirip dengan radiasi gamma. Proses sterilisasi berkas elektron diawali dengan menggunakan akselelator elektron, ini berbeda dengan radiasi gamma yang menggunakan radiasi dari cobalt 60. Berkas elekton melakukan penyinaran ke depan dan ke belakang sehingga menyebabkan elekron melaju dengan cepat, elektron ini menghujani material produk obat yang disterilisasi. Berbeda dengan iradiasi gamma dengan menggunakan berkas elektron material tidak terjadi adanya ionisasi radiasi. Dalam radiasi berkas elektron karton obat ditempatkan pada ban berjalan, berkas elektron akan menghujani karton box dan isi dari obat sehingga mikroorganisme dan bakteri akan inaktivasi. Efek berkas radiasi ini berbeda dengan gamma dimana sangat minimal. Mesin radiasi berkas elektron sangat reliabel (tangguh) dan menyediakan sterilisasi radiasi yang konsisten karena perlakuan dosis sangat presisi.

Aplikasi Radiasi Sterilisasi Pada Produk Obat Salep Mata

Radiasi sterilisasi dapat diterapkan dalam produk salep mata, dengan sterisasi akhir. Untuk sekarang ini produk salep mata dari umumnya disterilisasi dengan menggunakan jasa radiasi gamma. Radiasi yang diterapkan adalah radiasi gamma. Dosis yang diterapkan ke produk salep mata adalah 15 Kgy. Terdapat risiko adanya trace molekul radiasi bila menggunakan serilisasi gamma. Sesuai dengan CPOB 2018  perlu dilakukan validasi proses sterilisasi yang meliputi :

a) rincian pengemasan produk

b) pola muatan produk dalam wadah iradiasi. Perhatian khusus perlu diberikan, jika campuran produk disatukan dalam wadah iradiasi, bahwa produk yang padat tidak mengalami kekurangan dosis atau menghalangi produk lain terhadap paparan radiasi. Tiap susunan produk campuran harus ditetapkan dan divalidasi;


c) pola muatan wadah iradiasi sekeliling sumber (untuk mode bets) atau sepanjang lintasan melalui sel (untuk mode kontinu);


d) limit maksimum dan minimum dosis yang diserap produk (dan dosimeter rutin yang digunakan);


e) limit maksimum dan minimum dosis yang diserap wadah iradiasi dan dosimeter rutin yang digunakan untuk memantau dosis yang terserap;


f) parameter proses lain termasuk laju dosis, waktu maksimum paparan, jumlah paparan, waktu jeda antara pembuatan dan iradiasi dan lain-lain.

Dilakukan mapping sterilisasi untuk memastikan bahwa radiasi dapat mengenai seluruh material produk sehingga proses pembunuhan mikroba optimal. Ini diperlukan untuk mendapatkan tingkat sterilisasi optimal dalam pencegahan kontaminasi produk. Gambaran untuk pemetaan dosis sebagai berikut :

Selain menggunakan sterilisasi gamma dapat juga dilakukan sterilisasi obat salep mata meggunakan berkas elektron. Dalam aplikasinya radiasi menggunakan berkas elektron harus dilakukan validasi proses sterilisasi dan pelaporan ke BPOM untuk mendapatkan persetujuan.

Semoga Bermanfaat

Salam

M. Fithrul

Referensi :

  • https://priyambodo1971.wordpress.com/cpob/pembuatan-produk-steril-aneks-1-bagian-1/
  • https://ebeamservices.com/blog/how-does-the-electron-beam-sterilization-process-work/
  • http://teknologiiradiasi.blogspot.com/
M. Fithrul Mubarok

M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

Recent Posts

Struktur Organisasi Industri Farmasi

Struktur Organisasi Industri Farmasi Struktur organisasi pada industri farmasi dijelaskan dalam peraturan Badan POM Tahun…

51 years ago

Era Globalisasi dan VUCA

Era globalisasi yang terjadi sekarang telah memperkenalkan kita pada suatu konsep bernama VUCA (Volatility, Uncertainty,…

51 years ago

Spesifikasi Kebutuhan Pengguna CPOB

Spesifikasi kebutuhan pengguna (SKP) dalam CPOB merupakan hal yang baru dalam CPOB 2018. Nama lain…

51 years ago

Eksipien Bahan Tambahan Pada Obat

Eksipien atau sering disebut juga bahan tambahan pada obat. Eksipien ditambahkan ke sediaan farmasi untuk…

51 years ago

List of Pharmaceutical Manufacturer in Singapore

Singapore is in the highest per capita health expenditure (US$ 2,273) in southeast Asia. The…

51 years ago

Pemastian Mutu Industri Farmasi Apa saja kerjanya?

Bagian Pemastian mutu atau disebut juga bagian Quality Assurance mempunyai banyak pekerjaan yaitu pengendalian sistem…

51 years ago

This website uses cookies.