Jenis Jus Buah yang tidak boleh diminum bersama Obat

Jus buah tidak selamanya sehat, bilamana diminum bersamaan dengan obat tertentu. Jangan berpikir untuk meminum jus ini jika anda minum obat tertentu. Jika Anda melakukannya, itu dapat menyebabkan konsekuensi yang mematikan. Jus khusus tersebut dapat meningkatkan kadar obat ke tingkat beracun di dalam darah, dan ini menjadi berbahaya. Kasus makanan/minuman dengan obat ini didalam farmasi disebut dengan interaksi obat. Interaksi obat dengan makanan/minuman biasanya dampaknya merugikan.

Tidak semua makanan atau minuman aman dikonsumsi bersamaan dengan obat. Ada makanan atau minuman tertentu yang dapat menghambat enzim dalam tubuh sehingga obat tidak didegradasi akibatnya jumlah obat dalam darah meningkat. Peningkatan ini akan menjadi berbahaya bilamana kadar obat sampai pada batas toksik. Ada juga minuman yang dapat memicu kerja enzim tertentu di dalam hati sehingga obat di dalam darah menjadi rusak, akibatnya obat menjadi tidak manjur.

Penelitian telah menemukan bahwa meminum obat dengan lima jus buah-buahan ini dapat mengurangi efektivitas obat.

Lima Jenis Jus Buah yang dapat mempengaruhi Obat

Jus nanas

Jus buah interaksi dengan obat
Photo by Pineapple Supply Co. on Pexels.com

Nanas mengandung senyawa yang dikenal sebagai bromelain. Nanas segar tidak boleh dikombinasikan dengan antibiotik Amoksisilin atau tetrasiklin. Ketika nanas segar dikombinasikan dengan jenis obat ini, dapat meningkatkan jumlah obat yang diserap tubuh. Dalam hal ini, mungkin meningkatkan efek samping dari obat. Untuk antibiotik juga tidak boleh diminum bersamaan dengan susu atau produk turunan susu. Bila bersamaan akan mengendapkan antibiotik dalam saluran cerna sehingga tidak bisa diserap dalam tubuh.

Jika mengonsumsi obat pengencer darah yang diresepkan (heparin), berhati-hatilah dengan bromelain yang dapat memengaruhi kemampuan pembekuan darah tubuh. Ketika dikombinasikan dengan obat yang memperlambat atau mencegah pembekuan darah – seperti obat antikoagulan atau antiplatelet – secara signifikan dapat meningkatkan risiko memar atau pendarahan.

BACA JUGA  Distribusi Rantai Dingin Vaksin COVID19
BACA JUGA  Distribusi Rantai Dingin Vaksin COVID19

Bromelain juga diketahui bereaksi dengan antibiotik dan obat penenang seperti benzodiazepin yang digunakan untuk mengobati kecemasan. Jika Anda menderita infeksi bakteri atau minum obat untuk depresi atau kecemasan, hindari jus nanas.

Jus apel

close up photo of red and yellow apple fruits on green leaves
Photo by Aphiwat chuangchoem on Pexels.com

Beberapa tahun yang lalu, dokter menemukan “efek grapefruit”—fakta bahwa minum jus grapefruit (Citrus × paradisi) memengaruhi cara kerja obat tekanan darah tertentu. Mohon dibedakan antara anggur dengan grapefruit, grapefruit ini adalah sejenis jeruk. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa bahkan jus apel dapat memengaruhi penyerapan obat terutama jika anda mengonsumsi menggunakan obat warfarin.

slice grapefruit
Buah grapefruit Pexels.com

Warfarin adalah obat pengencer darah yang berfungsi untuk mengatasi dan mencegah pembentukan gumpalan darah agar tidak semakin membesar dan menyumbat pembuluh darah. Obat ini diberikan pada pasien yang mengalami deep vein thrombosis (bekuan darah pada pembuluh darah kaki) dan emboli paru

Warfarin adalah obat resep, yang membuat pembekuan darah lebih lambat. Meskipun sering disebut “pengencer darah”, itu tidak benar-benar mengubah konsistensi darah.

Pasien yang sedang menjalani kemoterapi atau mengonsumsi Atenolol (jus apel secara nyata mengurangi paparan sistemik atenolol), obat antihipertensi, juga harus menghindari jus apel atau jus grapefruit karena minuman sehat ini dapat mengganggu obat.

Jus cranberry:

red cherries
Buah Cranberry Photo by Jessica Lewis Creative on Pexels.com

Saat anda menggunakan obat warfarin, apa yang anda makan dan minum juga sangat penting. Orang yang mengonsumsi obat warfarin — juga dikenal dengan nama merek Coumadin — mungkin mengalami masalah pembekuan darah jika mereka juga minum jus cranberry. Studi telah menemukan bahwa jus cranberry mengandung flavonoid dan senyawa yang berpotensi mempengaruhi metabolisme warfarin atau faktor pembekuannya. Oleh karena itu pasien yang mengonsumsi obat warfarin dilarang minum jus cranberry bersamaan. Ini akan mengurangi efek kerja obat.

BACA JUGA  Peran dan Tugas PPIC
BACA JUGA  Kosmetikal/Cosmeceutical di Indonesia

Jus anggur

several bunch of grapes
Photo by Luiz M. Santos on Pexels.com

Jus anggur ini diketahui bereaksi dengan 40 obat berbeda. Studi telah menemukan bahwa obat-obatan yang diresepkan untuk kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi atau aritmia jantung dapat berinteraksi dengan jus anggur.

Saat obat ditelan, ia larut dan diserap tubuh melalui sel-sel di usus kecil. Jus anggur dapat mengganggu proses ini, menyebabkan terlalu banyak atau terlalu sedikit obat yang dilepaskan ke dalam tubuh.

Beberapa obat, seperti statin (simvastatin, atorvastatin) yang diresepkan untuk menurunkan kolesterol, dipecah dalam tubuh (dimetabolisme) oleh protein yang disebut enzim di usus kecil kita. Jus anggur dapat menghalangi kerja enzim, meningkatkan jumlah obat yang diserap tubuh dan berisiko overdosis. Obat lain, seperti Allegra (fexofenadine) yang digunakan untuk mengobati alergi, dipindahkan ke dalam sel tubuh dengan bantuan protein yang disebut transporter. Jus jeruk bali dapat menghambat kerja transporter, mengurangi jumlah obat yang diserap tubuh dan mengurangi efektivitas obat.

Jika label pada obat Anda berbunyi “JANGAN DIKONSUMSI DENGAN ANGGUR” atau memiliki kata-kata serupa, perhatikan peringatannya. Ini penting dibaca dan dipatuhi untuk keamanan dan kemanjuran obat.

Jus jeruk

orange fruit
Photo by Pixabay on Pexels.com

Studi telah menemukan bahwa jus jeruk juga dapat membuat obat menjadi kurang efektif dan peneliti menyarankan orang untuk tidak meminumnya dengan obat. Jus jeruk diketahui secara signifikan mengurangi efektivitas beta blocker.

Jus jeruk mengandung fitokimia dalam jumlah besar yang, jika digabungkan dengan obat-obatan tertentu, dapat menyebabkan interaksi makanan-obat yang secara klinis signifikan dan menyebabkan efek samping. Mekanisme di balik interaksi tersebut dalam banyak kasus terkait dengan gangguan fitokimia dengan aktivitas enzim metabolisme sitokrom P450 (CYP) atau pengangkut obat.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16048354

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7823305/

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
FollowersFollow
SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA

x