Daftar Isi
- Pendahuluan: Mengenal Dispensing Booth dalam Industri Farmasi
- Tujuan Protokol Kualifikasi Instalasi
- Tanggung Jawab dan Akuntabilitas
- Identifikasi dan Lokasi Peralatan
- Persiapan Dokumentasi Pendukung
- Prasyarat sebelum Kualifikasi Instalasi
- Deskripsi Sistem Dispensing Booth
- Prosedur Kualifikasi Instalasi (IQ) secara Komprehensif
- Form – A: Daftar Periksa Instalasi
- Form – B: Daftar Periksa Inspeksi Komponen
- Form – C: Pemerataan dan Penyelarasan
- Form – D: Verifikasi Material Konstruksi
- Form – E: Sertifikat Garansi
- Form – F: Verifikasi Gambar Teknik
- Form – G: Identifikasi SOP
- Form – H: Pemeriksaan Utilitas Pendukung
- Form – I: Kalibrasi Instrumen Kritis
- Penanganan Deviasi dan Tindakan Korektif
- Pengendalian Perubahan
- Kriteria Revalidasi
- Kriteria Penerimaan dan Kesimpulan
1. Pendahuluan: Mengenal Dispensing Booth dalam Industri Farmasi
Dalam operasional pabrik farmasi modern, keamanan dan pengendalian kontaminasi merupakan aspek kritis yang tidak dapat ditawar. Salah satu peralatan penting yang berperan besar dalam menjaga integritas produk dan keselamatan operator adalah Dispensing Booth, atau yang sering juga disebut sebagai booth penimbangan bahan baku.
Dispensing Booth merupakan unit aliran udara laminar terbalik (Reverse Laminar Air Flow/RLAF) yang dirancang khusus untuk menangani serbuk dan bahan baku dalam kondisi yang aman dan terkendali. Prinsip kerja utamanya didasarkan pada pemeliharaan tekanan negatif di dalam zona kerja, sehingga partikel debu atau serbuk yang terbentuk selama proses penimbangan dan penyaluran bahan tidak keluar ke lingkungan sekitar.
Sistem ini bekerja dengan cara menarik sekitar 20% udara segar dari lingkungan sekitar melalui filter praimuka (pre-filter), kemudian sekitar 20% udara dialirkan keluar melalui filter HEPA pembuangan (dengan efisiensi sekitar 90%). Sisa 80% udara disirkulasikan kembali di dalam sistem, sehingga menjaga tekanan negatif yang konsisten di dalam zona kerja. Pola aliran udara terkendali ini memastikan bahwa debu dan partikel serbuk tidak keluar ke lingkungan eksternal, sehingga meminimalkan risiko kontaminasi silang sekaligus melindungi keselamatan operator.
Lingkungan yang tertutup dan terkendali di dalam booth ini disebut sebagai “zona kerja aman” (safe working zone). Untuk memverifikasi efektivitas aliran udara laminar terbalik ini, dilakukan studi uji asap (smoke study), biasanya menggunakan titanium tetrachloride. Pengujian ini, yang dikenal sebagai Uji Arah Aliran Udara, secara visual mendemonstrasikan pola aliran udara dan memastikan bahwa kontaminasi benar-benar terkandung di dalam booth.
Kualifikasi instalasi dari Dispensing Booth ini merupakan tahapan krusial dalam memastikan bahwa peralatan telah dipasang dengan benar sesuai spesifikasi desain yang telah disetujui, rekomendasi pabrikan, dan regulasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) yang berlaku. Dokumen protokol ini menjadi bukti tertulis bahwa setiap aspek instalasi telah diverifikasi dan memenuhi standar yang dipersyaratkan.
2. Tujuan Protokol Kualifikasi Instalasi
Tujuan utama dari protokol Kualifikasi Instalasi (IQ) ini adalah memverifikasi dan mendokumentasikan bahwa Dispensing Booth telah dipasang sesuai dengan:
- Spesifikasi desain yang telah disetujui — memastikan bahwa seluruh komponen dan dimensi peralatan sesuai dengan gambar dan dokumen teknik yang telah disahkan
- Rekomendasi pabrikan — mengikuti panduan instalasi dari produsen peralatan untuk menjamin performa optimal
- CPOB (Current Good Manufacturing Practices) — mematuhi seluruh persyaratan regulasi industri farmasi terkait instalasi peralatan produksi
Verifikasi ini mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
- Pemasangan dan perakitan yang benar — memastikan bahwa seluruh komponen peralatan telah terpasang dengan presisi sesuai gambar teknik
- Ketersediaan dan koneksi utilitas — memastikan bahwa pasokan listrik, air, dan utilitas pendukung lainnya telah terhubung dengan benar
- Identifikasi dan kalibrasi komponen kritis — memverifikasi bahwa instrumen dan komponen penting telah terkalibrasi dan berfungsi dengan baik
- Kepatuhan terhadap dokumentasi yang disetujui — memastikan bahwa seluruh dokumen pendukung tersedia dan sesuai
- Kesiapan untuk Kualifikasi Operasional (OQ) — memastikan bahwa peralatan siap memasuki tahapan pengujian operasional berikutnya
3. Tanggung Jawab dan Akuntabilitas
Pelaksanaan kualifikasi instalasi melibatkan beberapa departemen yang masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab yang spesifik. Pemahaman yang jelas terhadap distribusi tanggung jawab ini sangat penting untuk menjamin kelancaran proses kualifikasi.
- Departemen Engineering — bertanggung jawab atas pemasangan fisik peralatan dan verifikasi bahwa seluruh komponen terpasang sesuai spesifikasi teknis. Tim engineering juga memastikan bahwa koneksi listrik, mekanik, dan utilitas lainnya telah dilakukan dengan benar dan aman.
- Departemen Produksi — memberikan dukungan dalam verifikasi operasional peralatan, termasuk memastikan bahwa booth sesuai dengan kebutuhan operasional harian di area penimbangan bahan baku.
- Departemen Quality Assurance (QA) — melakukan review, persetujuan, dan verifikasi kepatuhan terhadap seluruh kriteria penerimaan yang telah ditetapkan. QA memiliki wewenang untuk mengotorisasi penyelesaian proses kualifikasi. Tanpa persetujuan QA, proses kualifikasi tidak dapat dinyatakan selesai.
- Plant Head (Kepala Pabrik) — bertanggung jawab atas penyediaan area pemasangan yang memadai, termasuk memastikan bahwa area tersebut telah bersih dan siap untuk pemasangan peralatan.
QA memastikan bahwa seluruh kriteria penerimaan terpenuhi dan memberikan otorisasi atas penyelesaian kualifikasi. Proses ini merupakan bagian integral dari sistem manajemen mutu di fasilitas produksi farmasi yang mematuhi standar regulasi.
4. Identifikasi dan Lokasi Peralatan
Setiap peralatan yang dikualifikasi harus diidentifikasi secara unik untuk memastikan jejak audit yang jelas dan memudahkan pengelolaan aset. Berikut adalah data identifikasi Dispensing Booth:
- Nama Peralatan: Dispensing Booth
- Nomor Model: (diisi sesuai data pabrikan)
- Nomor Seri: 060502121
- Nomor Tag: (diisi sesuai sistem penomoran internal)
- Pabrikan: CLEAN ROOM PRESENTATION
- Nomor Pesanan Pembelian: (diisi sesuai dokumen pembelian)
- Tanggal: (diisi sesuai tanggal instalasi)
Lokasi pemasangan peralatan ini adalah:
- Fasilitas: Fasilitas Oral Cephalosporin
- Lantai: Lantai Dasar (Ground Floor)
- Area: Area Proses Produksi
- Nama Ruangan: Dispensing Booth – II
- ID Ruangan: (diisi sesuai sistem penomoran ruangan)
Penempatan Dispensing Booth di area proses produksi oral cephalosporin menunjukkan bahwa peralatan ini merupakan bagian dari lini produksi antibiotik yang memiliki persyaratan pengendalian kontaminasi yang sangat ketat. Kontaminasi silang di area ini dapat mengakibatkan kompromi terhadap keamanan dan efikasi produk obat.
5. Persiapan Dokumentasi Pendukung
Sebelum pelaksanaan kualifikasi instalasi dimulai, seluruh dokumen pendukung harus tersedia dan telah melalui proses review. Dokumentasi ini merupakan fondasi bukti tertulis yang mendukung integritas proses kualifikasi.
| No. | Dokumen | Annexure |
|---|---|---|
| 6.1 | URS (User Requirement Specification) / Lembar Data | Annexure 1 |
| 6.2 | Salinan Pesanan Pembelian | Annexure 2 |
| 6.3 | Kualifikasi Desain (Design Qualification/DQ) | Annexure 3 |
Dokumen URS merupakan persyaratan pengguna yang menjadi acuan dalam pemilihan dan pemasangan peralatan. Salinan pesanan pembelian membuktikan bahwa peralatan telah dibeli sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Sementara itu, dokumen Kualifikasi Desain (DQ) membuktikan bahwa desain peralatan telah diverifikasi sesuai persyaratan pengguna sebelum pemasangan dilakukan.
6. Prasyarat sebelum Kualifikasi Instalasi
Ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi sebelum proses kualifikasi instalasi dapat dilaksanakan. Pemenuhan prasyarat ini penting untuk menjamin bahwa proses kualifikasi berjalan efektif dan hasilnya dapat diandalkan.
- Peralatan telah dibuka dari kemasan dan siap untuk inspeksi — seluruh komponen peralatan harus dikeluarkan dari kemasan pabrikan dan diperiksa kelengkapannya
- Area pemasangan telah dibersihkan dan siap digunakan — area di sekitar lokasi pemasangan harus bebas dari kotoran, debu, dan benda asing yang dapat mengganggu proses instalasi
- Verifikasi tata letak (layout) telah selesai dilakukan — memastikan bahwa lokasi pemasangan sesuai dengan gambar tata letak area produksi yang telah disetujui
- Koneksi listrik dan utilitas pendukung telah tersedia — pasokan listrik, saluran air, dan utilitas lainnya harus terhubung dan berfungsi dengan baik
- Instalasi dilakukan sesuai rekomendasi pabrikan — seluruh langkah pemasangan harus mengikuti panduan teknis dari produsen peralatan
7. Deskripsi Sistem Dispensing Booth
Dispensing Booth beroperasi berdasarkan prinsip Aliran Udara Laminar Terbalik (Reverse Laminar Air Flow/RLAF) yang mempertahankan tekanan negatif di zona kerja. Berikut adalah komponen aliran udara utama:
- Sekitar 20% udara segar masuk melalui filter praimuka (pre-filter) dari lingkungan sekitar
- Sekitar 20% udara dialirkan keluar melalui filter HEPA pembuangan
- Sekitar 80% udara disirkulasikan kembali di dalam sistem
Konfigurasi aliran udara ini memastikan beberapa hal penting:
- Pengendalian serbuk — partikel serbuk yang terbentuk selama proses penimbangan tetap terkandung di dalam zona kerja
- Pencegahan kontaminasi silang — aliran udara terbalik mencegah perpindahan partikel antar area kerja
- Keselamatan operator — tekanan negatif memastikan bahwa operator tidak terpapar debu atau serbuk berbahaya
Pola aliran udara diverifikasi melalui studi uji asap (airflow visualization test) menggunakan titanium tetrachloride. Pengujian ini memberikan bukti visual bahwa aliran udara berfungsi sebagaimana mestinya dan kontaminasi benar-benar terkandung di dalam booth.
8. Prosedur Kualifikasi Instalasi (IQ) secara Komprehensif
Prosedur kualifikasi instalasi mencakup serangkaian verifikasi yang sistematis dan terdokumentasi. Setiap langkah harus dilaksanakan dengan cermat dan hasilnya dicatat dalam form yang telah disediakan. Berikut adalah gambaran umum prosedur:
- Memverifikasi lokasi pemasangan sesuai tata letak — memastikan bahwa peralatan berada pada posisi yang benar sesuai gambar layout
- Memeriksa perakitan komponen sesuai gambar teknik — membandingkan kondisi fisik peralatan dengan gambar kerja yang telah disetujui
- Memverifikasi keteraturan dan keselarasan — memastikan bahwa peralatan terpasang rata dan selaras dengan permukaan lantai dan komponen terkait
- Mengidentifikasi dan memverifikasi komponen kritis — memeriksa bahwa filter, blower, dan instrumen kritis telah terpasang dengan benar
- Memastikan Material of Construction (MOC) — memverifikasi bahwa bahan pembuatan peralatan sesuai spesifikasi, terutama penggunaan stainless steel grade yang tepat
- Memverifikasi kepatuhan utilitas — memastikan bahwa pasokan listrik dan utilitas pendukung sesuai dengan persyaratan teknis
- Meninjau status kalibrasi instrumen — memeriksa bahwa seluruh instrumen kritis telah terkalibrasi dan berada dalam masa berlaku kalibrasi
- Memverifikasi ketersediaan gambar teknik — memastikan bahwa gambar instalasi, gambar kelistrikan, dan gambar teknik lainnya tersedia
- Mengidentifikasi SOP terkait — mencatat nomor dan judul SOP operasional, pembersihan, dan pemeliharaan peralatan
- Mencatat deviasi jika ada — mendokumentasikan setiap penyimpangan yang ditemukan selama proses kualifikasi beserta tindakan korektif yang diambil
9. Form – A: Daftar Periksa Instalasi
Form ini digunakan untuk memverifikasi bahwa seluruh aspek instalasi peralatan telah dilakukan dengan benar. Berikut adalah parameter yang harus diperiksa:
| No. | Deskripsi | Y/N/NA | Diperiksa Oleh | Diverifikasi Oleh |
|---|---|---|---|---|
| 10.1.1 | Peralatan terpasang sesuai tata letak | |||
| 10.1.2 | Koneksi listrik telah diverifikasi | |||
| 10.1.3 | Posisi panel kontrol sudah benar | |||
| 10.1.4 | Coving yang memadai telah dipasang |
10. Form – B: Daftar Periksa Inspeksi Komponen
Daftar periksa inspeksi ini memastikan bahwa seluruh komponen Dispensing Booth memenuhi persyaratan desain dan teknis yang telah ditetapkan. Pengamatan dicatat terhadap setiap parameter selama pelaksanaan kualifikasi instalasi.
A. Spesifikasi Umum
| Deskripsi | Spesifikasi |
|---|---|
| Dimensi Keseluruhan (P × L × T) | 1990 × 1450 × 2900 mm |
| Dimensi Area Kerja (P1 × L1 × T1) | 1800 × 1050 × 2000 mm |
| Keteraturan Badan Utama | Sempurna Rata |
| Pelindung Mesin | SS 316 |
B. Sistem Filter
| Deskripsi | Spesifikasi |
|---|---|
| Filter Praimuka (Pre-Filter) | 800 × 750/2 × 50 mm, Tipe Flange, Efisiensi: 95% @ 10µ, MOC: SS 304, Merek: CRP, Qty: 02 Unit |
| Filter Halus (Fine Filter) | 750 × 700/2 × 75 mm, Tipe Flange, Efisiensi: 95% @ 5µ, MOC: SS 304, Merek: CRP, Qty: 02 Unit |
| Grill Filter Praimuka | 890 × 845 × 18 mm, Tipe Perforasi, MOC: SS 304, Merek: CRP, Qty: 02 Unit |
| Filter HEPA | 1065 × 610 × 100 mm, Tipe Box, Efisiensi: 99.99% @ 0.3µ, MOC: Aluminium Powder Coated, Merek: CRP, Qty: 03 Unit |
| Grill Filter HEPA | 1080 × 625 mm, Tipe Perforasi, MOC: SS 304, Merek: CRP, Qty: 03 Unit |
| Filter Pembuangan (Exhaust Filter) | 915 × 150 × 150 mm, Tipe Box, Efisiensi: 90% @ 0.3µ, Merek: CRP, Qty: 01 Unit |
| Grill Filter Pembuangan | 875 × 110 mm, Tipe Louver, MOC: SS 304, Merek: CRP, Qty: 01 Unit |
C. Komponen Struktural
| Deskripsi | Spesifikasi |
|---|---|
| Bingkai Samping (Side Frames) | Kanan: 2000 × 1100 × 70 mm, Kiri: 2000 × 1100 × 35 mm, Double Skin, MOC: SS 304, Merek: CRP, Qty: 01 unit masing-masing |
| Difuser Lampu Tabung | 1625 × 175 × 2 mm, MOC: Polycarbonate, Merek: CRP, Qty: 01 Unit |
| Meja Kerja | 540 × 540 × 750 mm, Berdiri sendiri dengan jack penyeimbang M12, MOC: SS 304 perforasi, Qty: 01 Unit |
D. Komponen Mekanik & Elektrik
| Deskripsi | Spesifikasi |
|---|---|
| Blower | Merek: Dynamic Motor, Model: DB 24 S4, Rating: 3A, 660W, 230V, Kecepatan: 1400 RPM, Aliran Udara: 2570 CMH, Qty: 02 Unit |
| Lampu CFL | Merek: Philips, Rating: 36W, 230V, Tipe: 4 Pin, Qty: 03 Unit |
| Chokes | Merek: Philips, Rating: 40W, 230V, Qty: 03 Unit |
| Dudukan Starter Lampu Tabung | Merek: Anchor, Range: 2A, 240V, Qty: 03 Unit |
| Starter | Merek: Philips, Rating: 20–80W, 230V, Qty: 03 Unit |
E. Instrumen & Sistem Kontrol
| Deskripsi | Spesifikasi |
|---|---|
| Gauge Magnehelic | Merek: Dwyer, Range: 0–25 mm WC, Qty: 02 Unit |
| Gauge Magnehelic | Merek: Dwyer, Range: 0–50 mm WC, Qty: 01 Unit |
| MCB (Miniature Circuit Breaker) | Merek: Indo Kupp, Rating: 4A, 230V, Qty: 02 Unit |
| Keypad dengan Feather Touch Switch | Merek: CRP, Tipe: CKP–UF–01, Qty: 01 Unit |
| Modul dengan Soket & Sakelar | Merek: M.K., Rating: 6/16A, 250V, 4 Modul, Qty: 02 Unit |
11. Form – C: Pemerataan dan Penyelarasan
Pemerataan dan penyelarasan peralatan merupakan langkah kritis yang mempengaruhi performa dan umur pakai Dispensing Booth. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk memverifikasi aspek ini.
Metode Pemerataan
B.1 Menggunakan Indikator Waterpass (Spirit Level)
- Tempatkan indikator waterpass pada berbagai lokasi di bingkai peralatan
- Amati posisi gelembung udara pada indikator
Kriteria Penerimaan: Gelembung udara pada indikator waterpass harus tetap terpusat dan selaras, yang menunjukkan bahwa peralatan terpasang dengan rata.
B.2 Menggunakan Indikator Ketinggian Air (Water Level Indicator)
- Gunakan tabung transparan yang diisi air dengan panjang yang sesuai
- Tempatkan tabung di berbagai sudut peralatan
- Bandingkan ketinggian air di kedua ujung dan sesuaikan peralatan jika diperlukan
Kriteria Penerimaan: Ketinggian air di kedua ujung harus cocok dengan tepi referensi, yang memastikan bahwa peralatan dalam kondisi rata. Prosedur ini diulang untuk seluruh sisi pada bidang yang sama.
Metode Penyelarasan
C.1 Metode Indikator Dial
- Pasang indikator dial pada coupling
- Putar poros secara perlahan dengan tangan
- Catat pembacaan selama rotasi
Kriteria Penerimaan: Total Indicator Reading (TIR) tidak boleh melebihi 0,305 mm.
C.2 Metode Straight Edge
- Tempatkan straight edge di sepanjang keliling kedua pulley penggerak dan yang digerakkan
- Sesuaikan dudukan motor untuk meminimalkan celah
- Ukur celah menggunakan filler gauge
Kriteria Penerimaan: Celah antara straight edge dan pulley tidak boleh lebih dari 1,0 mm.
12. Form – D: Verifikasi Material Konstruksi
Verifikasi Material of Construction (MOC) sangat penting untuk memastikan bahwa peralatan menggunakan bahan yang sesuai dengan persyaratan regulasi farmasi, terutama penggunaan stainless steel yang tahan korosi dan aman untuk kontak dengan produk obat.
| Nama Komponen | Spesifikasi MOC | Metode Verifikasi |
|---|---|---|
| Cabinet | SS 304 | Laporan Uji Lab / Uji Molybdenum |
| Meja Kerja | SS 304 | Laporan Uji Lab / Uji Molybdenum |
| Panel Samping | SS 304 | Laporan Uji Lab / Uji Molybdenum |
| Housing Filter Praimuka | SS 304 | Laporan Uji Lab / Uji Molybdenum |
Metode Verifikasi MOC: Uji Molybdenum untuk Identifikasi Stainless Steel
Uji Molybdenum dilakukan untuk mengonfirmasi grade stainless steel yang digunakan pada komponen peralatan. Berikut adalah prosedur pelaksanaannya:
- Pastikan permukaan logam yang akan diuji bersih dan bebas dari kontaminan
- Teteskan satu tetes larutan elektrolit dari kit uji Molybdenum ke permukaan pengujian
- Nyalakan detektor
- Sentuh probe logam detektor ke permukaan pengujian dan elektrode karbon ke dalam larutan elektrolit
- Biarkan arus mengalir selama tidak lebih dari 3–4 detik
- Amati perubahan warna larutan
Kriteria Interpretasi Hasil Uji:
| Pengamatan | Interpretasi |
|---|---|
| Warna merah muncul dan stabil lebih dari 2 detik | Material adalah SS 316 |
| Tidak ada perubahan warna atau muncul warna hijau | Material adalah SS 304 |
| Warna hitam muncul dan stabil lebih dari 2 detik | Material adalah SS 302 |
13. Form – E: Sertifikat Garansi
Dokumentasi garansi blower dan komponen kritis lainnya harus tersedia dan tercatat dalam form ini. Sertifikat garansi menjadi bukti bahwa pabrikan menanggung kualitas komponen yang disediakan dalam periode waktu tertentu.
14. Form – F: Verifikasi Gambar Teknik
Gambar-gambar teknik berikut harus diverifikasi ketersediaannya dan kesesuaiannya dengan kondisi aktual peralatan:
- Gambar diagram kelistrikan (wiring diagram)
- Gambar teknik peralatan (equipment drawings)
15. Form – G: Identifikasi SOP
SOP terkait operasional Dispensing Booth harus teridentifikasi dengan jelas, meliputi:
| Tipe | Nomor SOP | Judul |
|---|---|---|
| Operasional | (diisi) | Operasi Dispensing Booth |
| Pembersihan | (diisi) | Prosedur Pembersihan |
| Pemeliharaan | (diisi) | Pemeliharaan Pencegahan |
16. Form – H: Pemeriksaan Utilitas Pendukung
Parameter utilitas pendukung yang harus diverifikasi:
- Tegangan: 230V
- Daya: ~1500W
- Arus: 15 Amps
Kesesuaian parameter utilitas ini dengan spesifikasi peralatan sangat penting untuk menjamin keamanan operasional dan mencegah kerusakan pada komponen elektrik.
17. Form – I: Kalibrasi Instrumen Kritis
Instrumen kritis yang harus diverifikasi status kalibrasinya meliputi:
- Gauge Magnehelic untuk pemantauan tekanan filter
- Kalibrasi harus terverifikasi dan dalam masa berlaku
Kalibrasi instrumen ini merupakan persyaratan mutlak untuk memastikan bahwa pembacaan tekanan yang digunakan dalam pengujian operasional nanti dapat diandalkan.
18. Penanganan Deviasi dan Tindakan Korektif
Selama pelaksanaan kualifikasi instalasi, kemungkinan ditemukan deviasi atau penyimpangan dari spesifikasi yang ditetapkan. Seluruh deviasi harus didokumentasikan secara lengkap dan ditangani dengan prosedur yang terstruktur.
- Seluruh deviasi harus didokumentasikan dalam Form – J
- Analisis akar masalah (root cause analysis) dan CAPA (Corrective and Preventive Action) diperlukan untuk setiap deviasi yang teridentifikasi
- Persetujuan QA wajib diperoleh sebelum deviasi dapat dinyatakan tertutup
Penanganan deviasi yang tepat merupakan bagian integral dari sistem pengendalian deviasi dalam industri farmasi. Deviasi yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan ketidaksesuaian yang berdampak pada kualitas produk.
19. Pengendalian Perubahan
Seluruh perubahan terhadap peralatan atau konfigurasinya harus didokumentasikan dan disetujui melalui prosedur pengendalian perubahan yang telah ditetapkan. Pengendalian perubahan ini memastikan bahwa setiap modifikasi terhadap peralatan telah dievaluasi dampaknya terhadap kualitas produk dan kepatuhan regulasi.
Dalam konteks kualifikasi instalasi, pengendalian perubahan terkait dengan:
- Perubahan komponen peralatan
- Modifikasi konfigurasi instalasi
- Pergantian lokasi pemasangan
Setiap perubahan harus melalui proses evaluasi dampak, persetujuan dari departemen terkait, dan dokumentasi yang memadai sebelum diimplementasikan.
20. Kriteria Revalidasi
Kualifikasi instalasi harus diulang (revalidasi) dalam kondisi tertentu, antara lain:
- Penggantian komponen utama — jika blower, filter HEPA, atau komponen kritis lainnya diganti
- Modifikasi peralatan — jika dilakukan perubahan desain atau konfigurasi peralatan
- Pemindahan lokasi peralatan — jika Dispensing Booth dipindahkan ke lokasi baru
Kriteria revalidasi ini memastikan bahwa peralatan tetap memenuhi standar kualitas setiap kali terjadi perubahan signifikan. Proses revalidasi mengikuti prosedur yang sama dengan kualifikasi instalasi awal.
21. Kriteria Penerimaan dan Kesimpulan
Kriteria Penerimaan
Kualifikasi instalasi dinyatakan berhasil jika memenuhi seluruh kriteria berikut:
- Seluruh item daftar periksa (Form A–K) harus memenuhi persyaratan
- Tidak ada deviasi kritis yang belum tertangani
- Seluruh utilitas dan instrumen telah terverifikasi
Ringkasan
| Pemeriksaan | Pengamatan | Keterangan |
|---|---|---|
| Kepatuhan IQ | Ya/Tidak | (diisi) |
Kesimpulan
Berdasarkan hasil seluruh verifikasi yang telah dilakukan, Dispensing Booth dinyatakan memenuhi / tidak memenuhi persyaratan Kualifikasi Instalasi sesuai Protokol ini.
Peralatan ini direkomendasikan / tidak direkomendasikan untuk melanjutkan ke tahap Kualifikasi Operasional (OQ).
Protokol kualifikasi instalasi ini merupakan dokumen penting yang menjadi bukti tertulis bahwa Dispensing Booth telah dipasang sesuai standar industri farmasi. Dokumen ini harus disimpan sebagai bagian dari dokumen kualifikasi dan validasi peralatan dan tersedia untuk inspeksi regulatori.


