Daftar Isi
- Pendahuluan
- Tujuan
- Ruang Lingkup
- Tanggung Jawab
- Akuntabilitas
- Pemeriksaan Sebelum Operasi (Pre-Startup)
- Prosedur Pengoperasian Multi Mill
- Prosedur Pembersihan Tipe A (Penggantian Batch / Produk Sama dengan Potensi Menaik)
- Prosedur Pembersihan Tipe B (Penggantian Produk / Potensi Menurun / Setelah Preventive Maintenance)
- Dokumentasi dan Pencatatan
- Penutup
1. Pendahuluan
Dalam industri farmasi, setiap peralatan produksi harus dioperasikan dan dibersihkan berdasarkan prosedur operasional standar (SOP) yang terdokumentasi dengan baik. Salah satu peralatan yang sangat umum digunakan di lini produksi sediaan padat oral adalah mesin Multi Mill. Mesin ini berfungsi untuk mengecilkan ukuran partikel granul atau serbuk secara mekanis melalui kombinasi gaya impak, gesekan, dan pemotongan yang dihasilkan oleh beater assembly yang berputar di dalam ruang penghancur (multi chamber). Karena bersentuhan langsung dengan produk, mesin Multi Mill termasuk peralatan kritis yang harus dijaga kebersihan dan performanya agar tidak menimbulkan kontaminasi silang antar batch maupun antar produk.
Artikel ini menyajikan panduan komprehensif mengenai SOP operasi dan pembersihan mesin Multi Mill, mulai dari tujuan, ruang lingkup, tanggung jawab personel, hingga langkah-langkah detail pelaksanaan operasi dan pembersihan yang sesuai dengan prinsip Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta persyaratan GMP lainnya. Dengan mengikuti panduan ini secara konsisten, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap batch yang diproduksi memiliki mutu yang seragam, aman bagi pasien, dan dapat dipertanggungjawabkan secara regulasi.
2. Tujuan
Tujuan dari penyusunan SOP ini adalah untuk menetapkan prosedur yang baku dan seragam dalam mengoperasikan serta membersihkan mesin Multi Mill. Prosedur ini dirancang agar seluruh personel produksi memiliki acuan yang jelas dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, sehingga risiko kesalahan operasional dapat ditekan seminimal mungkin. Selain itu, prosedur pembersihan yang terstandarisasi bertujuan untuk menjamin bahwa tidak ada sisa produk sebelumnya yang tertinggal pada permukaan yang bersentuhan dengan produk (contact parts), mencegah terjadinya kontaminasi silang, serta menjaga kondisi mesin tetap optimal sehingga hasil granulasi atau pengecilan ukuran partikel selalu konsisten dan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.
3. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku untuk seluruh kegiatan operasi dan pembersihan mesin Multi Mill yang digunakan di area produksi sediaan padat, baik untuk proses granulasi basah, granulasi kering, maupun proses pengecilan ukuran partikel lainnya. Ruang lingkup ini mencakup seluruh komponen mesin yang bersentuhan langsung dengan produk, termasuk hopper, ruang penghancur (multi chamber), chute atau saluran pembuangan, beater assembly, screen atau ayakan dengan berbagai ukuran mesh, serta container atau wadah penampung hasil olahan. Seluruh personel yang terlibat dalam pengoperasian, pembersihan, pemeriksaan, dan pemeliharaan mesin ini wajib memahami dan mematuhi ketentuan yang tertuang dalam SOP ini.
4. Tanggung Jawab
Keberhasilan pelaksanaan SOP ini sangat bergantung pada pemahaman dan kedisiplinan setiap personel yang terlibat. Adapun pembagian tanggung jawabnya adalah sebagai berikut:
- Operator dan Supervisor Produksi: Bertanggung jawab untuk menjalankan seluruh prosedur yang telah ditetapkan dalam SOP ini selama mesin Multi Mill digunakan, termasuk melakukan pemeriksaan awal, mengoperasikan mesin sesuai instruksi, dan melaksanakan pembersihan dengan benar setelah pemakaian.
- Petugas IPQA (In Process Quality Assurance): Officer, supervisor, atau petugas yang ditunjuk dari bagian IPQA bertanggung jawab untuk melakukan line clearance serta memverifikasi dokumen terkait, memastikan bahwa seluruh aktivitas telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan SOP, dan memberikan status label yang tepat pada peralatan dan area produksi.
- Teknisi atau Petugas Engineering: Teknisi, officer, atau petugas yang ditunjuk dari departemen engineering bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan mesin apabila terjadi kerusakan atau breakdown selama proses operasi berlangsung.
- Manajer atau Eksekutif Produksi: Bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan yang memadai kepada personel terkait mengenai tugas-tugas yang harus dijalankan serta melakukan review terhadap seluruh catatan atau record yang berkaitan dengan operasi dan pembersihan mesin Multi Mill.
5. Akuntabilitas
Akuntabilitas tertinggi atas keseluruhan pelaksanaan prosedur operasi dan pembersihan mesin Multi Mill berada pada Kepala Departemen Produksi (Head of Production Department). Kepala departemen bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh personel di bawah koordinasinya telah terlatih, seluruh peralatan dalam kondisi layak pakai, dan seluruh dokumentasi yang dihasilkan telah lengkap serta dapat diaudit kapan pun diperlukan.
6. Pemeriksaan Sebelum Operasi (Pre-Startup)
Sebelum mesin dioperasikan, terutama pada awal pergantian shift kerja, operator wajib melakukan serangkaian pemeriksaan sebagai berikut:
- Memastikan bahwa tidak ada sisa produk atau batch sebelumnya yang masih tertinggal di dalam mesin maupun di area sekitarnya.
- Melakukan pemeriksaan visual terhadap peralatan dan area kerja untuk memastikan kebersihannya.
- Memastikan bahwa label status “CLEANED” atau “BERSIH” telah terpasang pada peralatan sebagai bukti bahwa mesin telah dibersihkan dan layak digunakan.
- Memeriksa kebersihan ruangan produksi secara menyeluruh, termasuk lantai, dinding, dan permukaan kerja.
- Memeriksa material yang berada di dalam ruangan dan memastikan bahwa material tersebut berasal dari batch yang sama dengan yang akan diproses agar tidak terjadi percampuran antar batch.
- Memeriksa suhu ruangan dan kelembaban relatif (relative humidity), kemudian mencatatnya di dalam Batch Manufacturing Record (BMR). Apabila nilai yang terukur berada di luar batas yang ditetapkan, operator wajib memberitahukan kepada departemen maintenance dan tidak diperbolehkan melanjutkan proses sampai kondisi tersebut diperbaiki.
- Memeriksa integritas screen atau ayakan pada mesin Multi Mill. Apabila screen ditemukan rusak atau sobek, screen tersebut harus segera diganti dengan screen yang masih utuh dan baik.
7. Prosedur Pengoperasian Multi Mill
Setelah seluruh pemeriksaan awal selesai dilakukan, operasi mesin Multi Mill dapat dimulai dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
- Sebelum memulai operasi, petugas produksi wajib memperoleh line clearance dari personel QA terlebih dahulu. Setelah itu, pasang status label yang berisi nama produk dan detail batch pada peralatan dan area produksi. Konsep line clearance ini merupakan salah satu elemen kunci dalam mencegah tercampurnya produk antar batch di lini produksi.
- Pasang beater assembly dengan benar dan pastikan terpasang dengan kencang agar tidak terjadi getaran berlebihan saat mesin beroperasi.
- Pasang screen dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan proses, lalu pasang hopper dengan posisi yang benar dan aman.
- Atur arah putaran mesin Multi Mill sesuai kebutuhan dengan memutar knob pengatur, kemudian sesuaikan kecepatan mesin pada nilai yang diinginkan.
- Ikat kantong plastik (poly bag) pada saluran pembuangan (discharge chute) mesin Multi Mill menggunakan cable tie, kemudian letakkan kantong plastik tersebut di dalam container proses berbahan stainless steel. Tempatkan container di bawah port pembuangan untuk menampung material hasil olahan.
- Nyalakan saklar utama (mains), kemudian tekan tombol hijau untuk menyalakan mesin. Masukkan material secara bertahap dan atur posisi chute plate agar material masuk secara perlahan. Amati apakah mesin berfungsi dengan lancar dan tidak terdapat suara abnormal.
- Kendalikan laju aliran material menggunakan stopper plate dan pastikan hopper tidak diisi secara berlebihan, karena pengisian yang terlalu penuh dapat menyebabkan mesin Multi Mill tersumbat atau macet.
- Setelah operasi selesai, matikan saklar utama dan pastikan mesin benar-benar berhenti sebelum dilakukan aktivitas selanjutnya.
- Catat penggunaan peralatan pada activity log book atau buku catatan aktivitas mesin.
8. Prosedur Pembersihan Tipe A (Penggantian Batch / Produk Sama dengan Potensi Menaik)
Pembersihan Tipe A dilakukan pada saat terjadi penggantian batch pada produk yang sama, atau pada saat pergantian ke produk yang sama dengan potensi yang lebih tinggi (ascending potency). Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Singkirkan seluruh sisa partikel serbuk atau granul yang masih menempel pada mesin menggunakan vacuum cleaner dan kain pel yang tidak berbulu (lint free mop).
- Bersihkan baki penampung serbuk (powder tray), chute, multi chamber, dan badan mesin dengan cara menyekanya menggunakan kain pel kering yang tidak berbulu.
- Setelah pembersihan selesai, pasang kembali label status “CLEANED” pada peralatan.
- Catat seluruh detail kegiatan pembersihan pada activity log book.
9. Prosedur Pembersihan Tipe B (Penggantian Produk / Potensi Menurun / Setelah Preventive Maintenance)
Pembersihan Tipe B merupakan pembersihan yang lebih menyeluruh dan dilakukan pada saat penggantian produk, pergantian ke produk yang sama dengan potensi yang lebih rendah (descending potency), atau setelah dilakukan preventive maintenance pada bagian-bagian yang bersentuhan dengan produk (contact parts). Tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
- Bongkar komponen-komponen mesin berikut dan bawa ke area pencucian: chute atau saluran pembuangan, multi chamber, beater assembly, dan komponen contact parts lainnya.
- Bersihkan seluruh komponen tersebut menggunakan air murni (purified water).
- Lakukan pencucian akhir secara menyeluruh dengan air murni.
- Bilas kembali komponen yang telah dibongkar dengan air murni, kemudian beritahukan kepada petugas IPQA untuk mengambil sampel air bilasan (rinse water sample).
- Petugas IPQA akan mengirimkan sampel air bilasan tersebut ke departemen Quality Control (QC) untuk memastikan tidak adanya sisa produk sebelumnya yang tertinggal pada komponen mesin, sehingga risiko kontaminasi silang antar produk dapat dicegah secara efektif.
- Keringkan seluruh komponen menggunakan kain pel yang tidak berbulu.
- Bersihkan badan mesin menggunakan kain pel basah yang tidak berbulu, dilanjutkan dengan kain pel kering.
- Bersihkan ruangan secara menyeluruh.
- Sanitasi seluruh komponen menggunakan larutan IPA 70%, kemudian rakit kembali komponen-komponen mesin tersebut. Penggunaan disinfektan seperti IPA 70% merupakan bagian penting dari strategi pengendalian kontaminasi di area produksi farmasi.
- Pasang label status “CLEANED” pada peralatan setelah seluruh proses pembersihan dan perakitan selesai dilakukan.
- Catat seluruh detail kegiatan pembersihan pada activity log book.
10. Dokumentasi dan Pencatatan
Seluruh aktivitas yang berkaitan dengan operasi dan pembersihan mesin Multi Mill wajib didokumentasikan secara lengkap dan akurat. Dokumentasi tersebut meliputi pencatatan penggunaan mesin pada activity log book, pencatatan suhu dan kelembaban ruangan pada BMR, hasil pemeriksaan screen, hasil pengambilan sampel air bilasan beserta hasil analisisnya dari departemen QC, serta seluruh status label yang terpasang. Dokumentasi yang baik dan konsisten merupakan fondasi utama dalam memenuhi prinsip integritas data dan ketertelusuran yang menjadi tuntutan dalam setiap inspeksi CPOB maupun audit regulasi lainnya.
11. Penutup
Pengoperasian dan pembersihan mesin Multi Mill yang dilakukan secara benar dan konsisten memberikan banyak manfaat bagi perusahaan farmasi. Selain mencegah kontaminasi silang dan menjamin mutu produk, prosedur yang terdokumentasi dengan baik juga memudahkan proses audit, memperpanjang umur pakai mesin, serta mengurangi risiko kegagalan batch akibat faktor peralatan. Seluruh personel diharapkan untuk selalu mengikuti SOP ini dengan penuh disiplin dan melaporkan setiap ketidaksesuaian yang ditemukan kepada atasan atau departemen terkait agar dapat segera ditindaklanjuti. Dengan demikian, komitmen terhadap mutu dan keamanan pasien dapat terus dijaga secara berkelanjutan di seluruh lini produksi.




