SOP Pemantauan Partikulat Hidup di Area Pengujian Sterilitas: Panduan Lengkap Prosedur Sampling Udara, Permukaan, dan Personel

0
3 views

Daftar Isi

  1. Tujuan
  2. Ruang Lingkup
  3. Tanggung Jawab
  4. Akuntabilitas
  5. Prosedur
  6. Lampiran

1. Tujuan

1.1 Untuk menetapkan prosedur pemantauan partikulat hidup di area pengujian sterilitas Laboratorium Mikrobiologi guna memastikan kepatuhan terhadap batas yang dapat diterima untuk jumlah total mikroba yang masih hidup.

1.2 Prosedur ini dirancang untuk memastikan bahwa kondisi lingkungan di area pengujian sterilitas tetap berada dalam batas mikrobiologis yang telah ditentukan, sehingga produk farmasi steril tetap aman untuk digunakan oleh pasien.

1.3 Pemantauan partikulat hidup merupakan bagian integral dari program pemantauan lingkungan fasilitas farmasi steril, yang mencakup pengendalian kontaminasi mikroba melalui metode sampling pasif maupun aktif sesuai dengan panduan frekuensi monitoring lingkungan untuk area mikrobiologi.

2. Ruang Lingkup

2.1 Prosedur Operasional Standar (POS) ini berlaku untuk pemantauan partikulat hidup (mikroba) di area pengujian sterilitas Laboratorium Mikrobiologi.

2.2 Ruang lingkup mencakup seluruh aktivitas pengambilan sampel udara, permukaan, dan personel di area kelas bersih yang digunakan untuk pengujian sterilitas produk farmasi, yang merupakan bagian dari kualifikasi area steril cleanroom dalam industri farmasi.

2.3 POS ini juga berlaku untuk penanganan, inkubasi, pencatatan, dan pelaporan hasil pemantauan partikulat hidup sesuai dengan persyaratan Good Manufacturing Practice (GMP) dan regulasi farmasi yang berlaku.

2.4 Prosedur ini mengatur penggunaan berbagai metode pemantauan meliputi pelat settle (passive air sampling), sampling udara volumetrik (active air sampling dengan metode sieve impaction), pemantauan permukaan dengan swab dan pelat RODAC, serta pemantauan personel.

3. Tanggung Jawab

3.1 Kimiawan atau di atasnya – Laboratorium Mikrobiologi:

  • Melaksanakan aktivitas pemantauan lingkungan dan personel secara rutin sesuai jadwal yang ditetapkan.
  • Melakukan persiapan dan sterilisasi media serta aksesori yang diperlukan.
  • Mendokumentasikan seluruh aktivitas pemantauan dengan lengkap dan akurat.
  • Menyimpan media dan sampel sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

3.2 Kepala – Bagian Mikrobiologi:

  • Mereview hasil pemantauan dan memastikan kepatuhan terhadap batas mikrobiologis yang berlaku.
  • Menindaklanjuti setiap hasil yang melebihi batas dengan investigasi sesuai prosedur deviasi.
  • Memastikan pelaksanaan POS ini berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
  • Memberikan persetujuan atas revisi prosedur jika diperlukan.

4. Akuntabilitas

4.1 Kepala – Quality Control:

  • Bertanggung jawab penuh atas implementasi menyeluruh dan kepatuhan terhadap POS ini di seluruh area yang terkait.
  • Memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai untuk pelaksanaan pemantauan.
  • Mengawasi kinerja departemen terkait dalam menjalankan tugas pemantauan lingkungan.

4.2 Kepala – Quality Assurance:

  • Bertanggung jawab atas pengawasan dan review kepatuhan terhadap persyaratan pemantauan lingkungan.
  • Meninjau laporan pemantauan periodik dan memastikan tindakan korektif yang diperlukan telah dilaksanakan.
  • Memastikan bahwa setiap penyimpangan dari batas yang ditetapkan telah diselidiki dan ditangani sesuai prosedur.

5. Prosedur

5.1 Umum

5.1.1 Pemantauan partikulat hidup di fasilitas pengujian sterilitas harus dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi lingkungan memenuhi batas mikrobiologis yang ditetapkan sesuai dengan standar EU GMP Annex 1 dan PIC/S.

5.1.2 Pemantauan harus dilakukan menggunakan metode-metode berikut ini:

  • Pelat Settle (Passive Air Sampling) – metode pengambilan sampel udara pasif yang mengandalkan gravitasi untuk menjatuhkan partikulat mikroba ke permukaan media.
  • Sampling Udara Volumetrik (Active Air Sampling – Sieve Impaction Method) – metode pengambilan sampel udara aktif menggunakan alat sampler yang menangkap partikulat pada permukaan media secara impaction.
  • Pemantauan Permukaan dengan Swab dan Pelat Kontak Permukaan 55 mm (RODAC Plates) – metode untuk mendeteksi kontaminasi mikroba pada permukaan fasilitas dan peralatan.
  • Pemantauan Personel dengan Pelat Kontak Permukaan 55 mm (RODAC Plates) – metode untuk mendeteksi kontaminasi mikroba dari personel yang bekerja di area steril.

5.1.3 Seluruh aktivitas pemantauan harus direncanakan dan dijadwalkan dengan cermat untuk memastikan cakupan yang memadai terhadap semua area kritis di fasilitas pengujian sterilitas.

5.1.4 Peralatan sampling harus dikalibrasi dan divalidasi secara berkala sesuai dengan prosedur kalibrasi dan validasi peralatan laboratorium yang berlaku.

5.2 Persiapan Media dan Aksesori

5.2.1 Siapkan dan sterilisasi pelat/kaset SCDA (Soyabean Casein Digest Agar) yang diperlukan, lalu pre-incubate sesuai dengan POS Persiapan Media Steril.

5.2.2 Sterilisasi tabung-tabung yang berisi 10 ml NaCl steril dan swab steril. Susun dalam rak tabung reaksi.

5.2.3 Sterilisasi carrier stainless steel (SS) yang diperlukan untuk mengangkut pelat dan aksesori.

5.2.4 Tempatkan pelat/kaset media yang telah pre-incubate di bawah zona kerja LAF (Laminar Air Flow).

5.2.5 Disinfektan permukaan luar pelat/kaset media menggunakan 1% Protasan DS / 1% Combatan / 1% Triple 100 dan letakkan dalam carrier SS steril beserta rak swab.

5.2.6 Transfer carrier ke area sterilisasi.

5.2.7 Disinfektan permukaan luar carrier dan simpan dalam dynamic pass box (cooling zone) di bawah lampu UV selama 30 menit.

5.2.8 Masuk ke area pengujian sterilitas melalui ruang ganti sesuai dengan POS yang berlaku.

5.2.9 Pastikan air sampler dalam kondisi terisi penuh (fully charged).

5.2.10 Disinfektan permukaan luar carrier SS dan bawa masuk ke area steril.

5.3 Metode Pelat Settle (Passive Air Sampling)

5.3.1 Paparkan pelat SCDA di lokasi-lokasi yang telah ditentukan sesuai dengan diagram skematik lampiran.

Prosedur Paparan:

  • Bawa pelat ke lokasi sampling yang telah ditentukan.
  • Buka tutup pelat dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi.
  • Tempatkan pelat pada exposure stand (jika tersedia).
  • Balikkan tutup pelat dan letakkan di samping pelat dengan bagian dalam menghadap ke bawah.
  • Biarkan terbuka selama 4 jam untuk memungkinkan partikulat mikroba mengendap secara alami.
  • Tutup pelat setelah paparan selesai.
  • Beri label pada bagian bawah pelat dengan kode lokasi, tanggal paparan, nomor lot media, dan tanggal persiapan media.
  • Tempatkan pelat yang telah dipaparkan dalam carrier SS.

5.3.2 Frekuensi:

  • Sekali sehari dalam kondisi dinamis (jika ada aktivitas pengujian).
  • Sekali per minggu jika tidak ada aktivitas pengujian.

5.3.3 Letakkan pelat settle di lokasi-lokasi strategis yang mencakup area kritis seperti di sekitar bench kerja, area aseptik, dan area preparasi sampel.

5.3.4 Setelah paparan selesai, tutup pelat dengan hati-hati dan segera transfer ke incubator untuk inkubasi sesuai prosedur.

5.4 Sampling Udara Volumetrik (Active Air Sampling)

5.4.1 Lakukan sampling di lokasi-lokasi yang telah ditentukan (1000 liter per lokasi) sesuai dengan Lampiran.

5.4.2 Operasi sieve impaction air sampler sesuai dengan POS.

5.4.3 Disinfektan sieve setelah sampling di setiap lokasi untuk mencegah kontaminasi silang.

5.4.4 Lakukan sampling secara berurutan dari area paling bersih ke area yang kurang bersih untuk menghindari kontaminasi silang.

5.4.5 Beri label pelat dengan kode lokasi, tanggal paparan, nomor lot media, dan tanggal persiapan.

5.4.6 Frekuensi: Sekali per minggu.

5.4.7 Pastikan aliran udara sampler sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, biasanya 100 liter/menit untuk mendapatkan volume total 1000 liter dalam waktu 10 menit.

5.4.8 Catat semua parameter operasional termasuk waktu sampling, aliran udara, suhu, dan kelembaban relatif selama proses sampling berlangsung.

5.5 Pemantauan Permukaan

5.5.1 Metode Swab

  • Buka tabung swab steril secara aseptik.
  • Hilangkan kelebihan saline dengan menekan swab pada dinding dalam tabung.
  • Swab area sekitar 25 cm2 (5 cm × 5 cm) menggunakan gerakan horizontal diikuti gerakan vertikal (setelah rotasi 90°).
  • Kembalikan swab ke dalam tabung saline dan tutup rapat.
  • Beri label pada tabung dengan informasi yang sesuai.
  • Tempatkan tabung swab dalam carrier SS.

5.5.2 Metode Pelat RODAC (55 mm Surface Contact Plates)

  • Buka pelat RODAC dengan hati-hati.
  • Balance dan tekan permukaan agar agar kontak penuh dengan permukaan datar yang akan diperiksa.
  • Pastikan seluruh permukaan agar terkontak dengan baik untuk mendapatkan hasil yang representatif.
  • Lepas dan tutup penutup dengan hati-hati.
  • Disinfektan permukaan yang telah disampling.
  • Beri label pada pelat dengan informasi lengkap.

5.5.3 Frekuensi:

  • Harian pada akhir pengujian sterilitas (sebelum pembersihan).
  • Dua minggu sekali jika tidak ada aktivitas.

5.5.4 Sampling permukaan harus mencakup area-area kritis seperti permukaan bench kerja, dinding, lantai, peralatan, dan permukaan komponen yang bersentuhan langsung dengan produk steril.

5.5.5 Untuk metode swab, area sampling harus ditentukan sebelumnya dan dicatat dalam laporan pemantauan.

5.6 Pemantauan Personel

5.6.1 Lakukan pemantauan menggunakan pelat RODAC 55 mm.

5.6.2 Monitor empat lokasi wajib termasuk kedua tangan, ditambah dua lokasi tambahan sesuai dengan Lampiran.

5.6.3 Prosedur:

  • Buka pelat RODAC dengan hati-hati.
  • Press permukaan agar pada area sampling.
  • Tutup penutup dan beri label dengan informasi lengkap.
  • Tempatkan pelat dalam carrier SS.

5.6.4 Frekuensi: Harian pada akhir aktivitas sebelum keluar dari area steril.

5.6.5 Area sampling personel yang wajib dimonitor meliputi telapak tangan, punggung tangan, dan area lainnya yang ditentukan berdasarkan analisis risiko.

5.6.6 Personel yang masuk ke area steril harus mengenakan pakaian pelindung yang sesuai dan melalui prosedur gowning yang benar sebelum memulai aktivitas pemantauan.

5.7 Penanganan Pasca-Pemantauan

5.7.1 Tempatkan carrier SS dalam dynamic pass box dan keluar melalui ruang ganti.

5.7.2 Transfer semua pelat, kaset, dan tabung swab ke ruang incubator.

5.7.3 Untuk swab:

  • Vortex tabung saline dengan swab selama beberapa detik untuk melepaskan mikroba.
  • Filter melalui membran steril 0,45 μm menggunakan filter holder.
  • Cuci filter tiga kali dengan 100 ml air peptone 0,1% untuk menghilangkan efek antimikroba dari media.
  • Tempatkan membran filter pada pelat SCDA yang telah pre-incubate.
  • Gunakan filter holder terpisah untuk setiap swab untuk menghindari kontaminasi silang.

5.7.4 Catat semua informasi yang relevan termasuk tanggal, waktu, dan nama preparator dalam logbook pemantauan.

5.8 Inkubasi

5.8.1 Inkubasikan semua pelat/kaset pemantauan lingkungan dan personel pada kondisi berikut:

  • 20–25°C selama 72 jam untuk mendeteksi kontaminan jamur dan kapang.
  • Dilanjutkan 30–35°C selama 48 jam tambahan untuk mendeteksi kontaminan bakteri.

5.8.2 Amati dan catat hasil setelah 72 jam dan setelah selesai 48 jam.

5.8.3 Pastikan incubator dikalibrasi dan divalidasi secara berkala untuk memastikan suhu inkubasi tetap dalam rentang yang ditetapkan.

5.8.4 Catat suhu dan waktu inkubasi dalam logbook setiap hari selama periode inkubasi berlangsung.

5.8.5 Jika terdapat pertumbuhan mikroba yang tidak terduga atau melebihi batas, lakukan investigasi sesuai dengan prosedur deviasi dan OOS yang berlaku.

5.9 Dokumentasi

5.9.1 Catat hasil Settle Plate sesuai dengan format Lampiran.

5.9.2 Catat hasil Sampling Udara Volumetrik sesuai dengan format Lampiran.

5.9.3 Catat hasil Pemantauan Permukaan sesuai dengan format Lampiran.

5.9.4 Catat hasil Pemantauan Personel sesuai dengan format Lampiran.

5.9.5 Seluruh dokumentasi harus mencakup informasi lengkap meliputi tanggal, waktu, nama pencatat, lokasi sampling, kondisi lingkungan, dan hasil penghitungan koloni.

5.9.6 Dokumentasi harus disimpan dengan aman dan dapat diakses kembali untuk tujuan review dan audit.

5.9.7 Hasil pemantauan harus ditinjau secara berkala oleh Quality Assurance untuk memastikan tren yang stabil dan kepatuhan terhadap batas yang ditetapkan.

5.10 Tingkat yang Dapat Diterima

5.10.1 Verifikasi bahwa hasil pemantauan memenuhi batas mikrobiologis yang dapat diterima seperti yang ditentukan dalam lampiran-lampiran yang bersangkutan.

5.10.2 Setiap hasil yang melebihi batas harus diselidiki sesuai dengan prosedur deviasi/OOS yang berlaku.

5.10.3 Batas yang dapat diterima untuk pemantauan partikulat hidup di area pengujian sterilitas umumnya sesuai dengan klasifikasi kelas bersih EU GMP Annex 1, yaitu Grade A untuk area aseptik dan Grade B untuk area pendukung.

5.10.4 Jika hasil pemantauan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, lakukan review terhadap prosedur operasional, kebersihan area, dan efektivitas program pembersihan dan disinfeksi.

5.10.5 Semua tindakan korektif dan preventif yang diambil harus didokumentasikan dengan lengkap dalam sistem CAPA.

6. Daftar Lampiran

Lampiran – I: Laporan Pemantauan Partikulat Hidup dengan Metode Pelat Settle

Lampiran – II: Laporan Pemantauan Partikulat Hidup dengan Sampling Udara Volumetrik

Lampiran – III: Laporan Pemantauan Permukaan dengan Swab dan Pelat RODAC

Lampiran – IV: Laporan Pemantauan Personel dengan Pelat Kontak Permukaan

Lampiran – V: Batas yang Dapat Diterima untuk Pemantauan Lingkungan di Area Pengujian Sterilitas

Lampiran – VI: Prosedur Investigasi Hasil Pemantauan yang Melebihi Batas

Lampiran – VII: Format Pencatatan dan Pelaporan Hasil Pemantauan Partikulat Hidup

Lampiran – VIII: Jadwal Pemantauan dan Frekuensi Sampling untuk Setiap Area

Referensi:

  • EU GMP Annex 1: Manufacture of Sterile Medicinal Products (Revisi 2022)
  • PIC/S PE 009-12: Guide to Good Practices for Pharmaceutical Environmental Monitoring
  • WHO Technical Report Series No. 961, Annex 2: GMP for Sterile Pharmaceutical Products
  • US FDA Guide to Inspections of Aseptic Processing Facilities
  • ISO 14698-1: Cleanrooms and associated controlled environments – Biocontamination control
  • POS Persiapan Media Steril yang Berlaku di Laboratorium
  • POS Pemantauan Lingkungan yang Berlaku di Fasilitas Farmasi

Glosarium:

  • SCDA = Soyabean Casein Digest Agar – media kultur untuk pertumbuhan mikroba aerob
  • RODAC = Replica Optimized Deep agar Plate – pelat kontak permukaan 55 mm
  • LAF = Laminar Air Flow – alat kerja dengan aliran udara laminar
  • SS = Stainless Steel – material carrier untuk transportasi pelat
  • POS = Prosedur Operasional Standar
  • GMP = Good Manufacturing Practice
  • OOS = Out of Specification
  • CAPA = Corrective Action and Preventive Action

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.