Daftar Isi
1. Tujuan
Standar Prosedur Operasional ini bertujuan untuk menetapkan pedoman yang komprehensif mengenai proses kalibrasi dan verifikasi kinerja lemari UV (UV Cabinet) yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi serta area terkendali lainnya. Kalibrasi dilakukan untuk memastikan bahwa radiasi ultraviolet yang dihasilkan oleh lemari UV mampu melakukan sterilisasi permukaan secara efektif terhadap mikroorganisme, sehingga menjaga integritas proses pengujian mikrobiologi dan memenuhi seluruh persyaratan regulasi Good Manufacturing Practice (GMP) yang berlaku.
2. Ruang Lingkup
SOP ini berlaku untuk seluruh lemari UV yang terpasang dan digunakan di laboratorium mikrobiologi serta area terkendali lainnya yang memerlukan proses sterilisasi atau disinfeksi. Prosedur ini mencakup seluruh tahapan kalibrasi mulai dari persiapan, pengukuran intensitas UV, evaluasi hasil, hingga dokumentasi dan tindakan korektif apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan kriteria penerimaan yang telah ditetapkan.
3. Tanggung Jawab
Berikut adalah pembagian tanggung jawab untuk pelaksanaan kalibrasi lemari UV:
- Analis Mikrobiologi/QC: Bertanggung jawab atas pelaksanaan kalibrasi secara langsung, termasuk pengoperasian instrumen pengukur, pencatatan seluruh data pengukuran, dan pengisian formulir kalibrasi sesuai prosedur yang ditetapkan.
- Quality Assurance (QA): Bertugas meninjau dan menyetujui seluruh catatan kalibrasi yang telah dilakukan oleh QC untuk memastikan bahwa proses kalibrasi telah dilaksanakan sesuai prosedur dan data yang tercatat valid serta dapat dipertanggungjawabkan.
- Bagian Teknik/Pemeliharaan: Bertanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan preventif dan korektif pada lemari UV, termasuk penggantian lampu UV apabila ditemukan penurunan intensitas atau kerusakan fisik yang dapat mempengaruhi kinerja sterilisasi.
4. Definisi
Untuk memahami prosedur kalibrasi ini dengan baik, berikut adalah beberapa istilah teknis yang digunakan:
- Lemari UV (UV Cabinet): Ruang tertutup yang dilengkapi dengan lampu ultraviolet yang dirancang khusus untuk melakukan sterilisasi permukaan benda kerja atau media yang akan digunakan dalam pengujian mikrobiologi. Lemari UV bekerja dengan memanfaatkan radiasi gelombang pendek UV-C yang mampu merusak struktur DNA mikroorganisme.
- Intensitas UV: Besaran pengukuran yang menunjukkan kekuatan atau daya radiasi ultraviolet yang dihasilkan oleh lampu UV dalam suatu area. Satuan yang umum digunakan untuk menyatakan intensitas UV adalah mikrowatt per sentimeter persegi (µW/cm²). Semakin tinggi nilai intensitas UV, maka kemampuan sterilisasi semakin efektif.
- UV Radiometer / Lux Meter: Instrumen pengukur presisi tinggi yang digunakan untuk mengukur intensitas radiasi ultraviolet yang dipancarkan oleh lampu UV pada lemari UV. Instrumen ini harus dalam kondisi terkalibrasi agar menghasilkan data pengukuran yang akurat dan dapat diandalkan.
5. Prosedur
5.1 Frekuensi Kalibrasi
Kalibrasi lemari UV harus dilakukan secara berkala dengan frekuensi sebagai berikut:
- Pada saat pemasangan awal (Commissioning) lemari UV yang baru sebelum digunakan untuk kegiatan operasional
- Secara berkala setiap interval waktu tertentu yang telah ditetapkan dalam jadwal kalibrasi tahunan sesuai persyaratan farmasi
- Setiap kali terjadi penggantian lampu UV karena kerusakan atau penurunan intensitas yang telah melampaui batas penerimaan
- Setiap kali terjadi perbaikan atau pemeliharaan mayor yang dapat mempengaruhi kinerja lemari UV secara signifikan
- Ketika terjadi kejadian tidak terduga (out of specification) yang berkaitan dengan kinerja sterilisasi lemari UV
5.2 Instrumen yang Dibutuhkan
Untuk melaksanakan proses kalibrasi lemari UV dengan baik, diperlukan beberapa instrumen berikut:
- UV Radiometer / UV Intensity Meter yang telah terkalibrasi dengan sertifikat kalibrasi yang masih berlaku
- Stopwatch atau timer presisi untuk mengukur waktu pemanasan lampu UV
- Formulir pencatatan kalibrasi yang sesuai format yang telah ditetapkan oleh organisasi
- Sarung tangan pelindung dan kacamata pelindung UV (apabila diperlukan)
5.3 Pemeriksaan Sebelum Kalibrasi
Sebelum memulai proses kalibrasi, pastikan hal-hal berikut telah dilakukan:
- Pastikan lemari UV dalam kondisi bersih dan bebas dari debu atau kotoran yang dapat menghalangi pancaran radiasi UV dari lampu ke permukaan yang akan disterilkan
- Lakukan pemeriksaan visual pada lampu UV untuk memastikan tidak ada kerusakan fisik seperti retakan, goresan, atau adanya bercak hitam yang mengindikasikan usia lampu yang sudah tua atau kerusakan internal
- Nyalakan lampu UV dan biarkan selama 10 hingga 15 menit untuk proses pemanasan awal (warm-up) sehingga lampu mencapai stabilitas pancaran radiasi UV yang konsisten sebelum dilakukan pengukuran intensitas
5.4 Pengukuran Intensitas UV
Langkah-langkah pengukuran intensitas UV harus dilakukan dengan cermat sebagai berikut:
- Posisikan sensor UV Radiometer pada berbagai titik yang berbeda di dalam lemari UV untuk mendapatkan gambaran distribusi radiasi yang merata di seluruh area kerja
- Catat hasil pembacaan dari setiap posisi pengukuran dengan seksama pada formulir kalibrasi yang telah disediakan
- Lakukan minimal lima kali pengukuran pada lokasi yang berbeda untuk menilai tingkat keseragaman (uniformity) distribusi intensitas UV di seluruh area dalam lemari
- Pastikan setiap pengukuran dilakukan dengan teknik yang konsisten dan posisi sensor yang seragam untuk menghasilkan data yang komparatif dan dapat diandalkan
5.5 Kriteria Penerimaan
Berikut adalah kriteria penerimaan yang harus dipenuhi agar hasil kalibrasi lemari UV dianggap memenuhi standar:
- Intensitas UV minimum yang diperbolehkan adalah 40 µW/cm² atau sesuai dengan spesifikasi internal perusahaan yang telah ditetapkan berdasarkan analisis risiko dan persyaratan regulasi
- Distribusi intensitas UV harus merata di seluruh area dalam lemari UV untuk memastikan sterilisasi yang konsisten pada setiap bagian permukaan benda kerja
- Apabila terdapat satu atau lebih pembacaan yang berada di bawah batas minimum yang ditetapkan, maka lemari UV tersebut dianggap tidak memenuhi standar dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan sterilisasi sampai proses kalibrasi ulang selesai dilakukan
5.6 Tindakan Apabila Gagal Kalibrasi
Apabila hasil kalibrasi menunjukkan bahwa lemari UV tidak memenuhi kriteria penerimaan, maka tindakan berikut harus dilaksanakan:
- Segera ganti lampu UV dengan lampu baru yang memiliki intensitas sesuai atau melampaui kriteria penerimaan yang telah ditetapkan
- Lakukan kalibrasi ulang pada lemari UV setelah proses penggantian lampu selesai dilakukan untuk memastikan kinerja yang optimal
- Dokumentasikan seluruh temuan ketidaksesuaian (deviation) beserta tindakan korektif dan tindakan pencegahan (CAPA) yang telah dilakukan sebagai bukti pelaksanaan prosedur
5.7 Dokumentasi
Seluruh kegiatan kalibrasi lemari UV harus didokumentasikan dengan lengkap dan mencakup informasi berikut:
- Tanggal dan waktu pelaksanaan kalibrasi
- Identifikasi lemari UV yang dikalibrasi (nomor identifikasi unik)
- Lokasi pengukuran di dalam lemari UV
- Hasil pembacaan intensitas UV di setiap lokasi pengukuran
- Status penerimaan (Lulus/Tidak Lulus) berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan
- Nama dan tanda tangan analis yang melakukan kalibrasi
- Catatan tambahan atau keterangan (remarks) apabila diperlukan
6. Langkah-Langkah Kehati-hatian
Dalam melaksanakan proses kalibrasi lemari UV, perhatian keselamatan kerja harus selalu diperhatikan untuk melindungi diri dari bahaya radiasi ultraviolet:
- Hindari paparan kulit atau mata terhadap radiasi UV secara langsung karena radiasi UV-C dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit (erythema) dan kornea mata (keratitis) apabila terpapar dalam durasi tertentu
- Selalu matikan lampu UV sebelum membuka pintu atau akses lemari UV untuk mencegah paparan radiasi yang tidak terduga kepada personel laboratorium
- Gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai seperti sarung tangan laboratorium, jas lab, dan kacamata pelindung UV khusus apabila diperlukan untuk memastikan keamanan selama proses pengukuran berlangsung
- Lakukan proses kalibrasi di ruangan yang memiliki ventilasi yang memadai untuk menjaga kualitas udara di sekitar area kerja
7. Referensi
Pedoman dan standar yang digunakan sebagai referensi dalam penyusunan SOP ini meliputi:
- Panduan Good Manufacturing Practice (GMP) dari World Health Organization (WHO) yang memuat persyaratan umum untuk fasilitas produksi farmasi
- Schedule M (India) yang mengatur standar minimun untuk pabrik farmasi di India termasuk persyaratan fasilitas laboratorium
- Panduan ISO untuk kalibrasi peralatan laboratorium yang mencakup metode dan prosedur kalibrasi instrumen ukur
8. Lampiran
Lampiran I: Formulir Pencatatan Kalibrasi Lemari UV
| Tanggal | ID Lemari | Lokasi Pengukuran | Intensitas UV (µW/cm²) | Penerimaan (Lulus/Gagal) | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
Lampiran II: Checklist Kalibrasi
- ☐ Kondisi lampu UV telah diperiksa secara visual dan dinyatakan baik
- ☐ Waktu pemanasan awal (warm-up) telah diikuti sesuai prosedur yang ditetapkan
- ☐ UV Radiometer telah terkalibrasi dengan sertifikat yang masih berlaku
- ☐ Seluruh pembacaan telah dicatat pada setiap titik pengukuran yang ditentukan
- ☐ Kriteria penerimaan telah terpenuhi berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan




