Daftar Isi
- Prinsip dan Tujuan Praktik Laboratorium yang Baik
- Prasarana dan Fasilitas Laboratorium
- Personel dan Tata Cara Kerja
- Praktik Laboratorium
- Praktik Umum
- Penanganan Alat Kaca
- Bahan Kimia dan Reagen
- Instruments dan Peralatan
- Penanganan Sampel dan Standar
- Praktik Dokumentasi yang Baik (GDP)
- Disiplin Laboratorium Umum
- Prosedur Penutupan
- Referensi
- Singkatan
1. Prinsip dan Tujuan Praktik Laboratorium yang Baik
Praktik Laboratorium yang Baik (GLP) merupakan serangkaian prinsip dan prosedur yang dirancang untuk menjamin mutu, keandalan, dan integritas data yang dihasilkan dari kegiatan laboratorium analisis farmasi. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap hasil pengujian yang dikeluarkan memiliki kualitas yang konsisten, dapat ditelusuri, dan bebas dari kesalahan yang tidak perlu.
Dalam penerapan GLP, terdapat beberapa prinsip dasar yang harus menjadi pondasi setiap aktivitas laboratorium, yaitu:- Konsistensi Mutu: Setiap prosedur harus dibuat secara terdokumentasi dengan jelas agar hasil yang diperoleh seragam dan dapat direplikasi di berbagai waktu pengujian.
- Kejujuran Data: Seluruh data yang tercatat harus persis seperti yang diamati di lapangan tanpa adanya manipulasi atau pengeditan yang tidak sah.
- Keakuratan Analitis: Setiap kegiatan analisis harus dilakukan dengan ketelitian tinggi untuk meminimalkan kesalahan dan menghindari pekerjaan ulang yang dapat membuang waktu dan biaya.
- Kerjasama dan Ketelitian: Personel laboratorium harus menerapkan sikap hati-hati, akurat, dan jujur dalam setiap menjalankan tugasnya.
- Validasi Metode: Semua metode analisis yang digunakan harus telah tervalidasi dan teruji mampu menghasilkan data yang akurat, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Penerapan prinsip-prinsip ini tidak hanya meningkatkan mutu data laboratorium, tetapi juga mendukung kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku serta memperkuat kepercayaan regulator, mitra kerja, dan konsumen terhadap produk farmasi yang diuji.
2. Prasarana dan Fasilitas Laboratorium
Prasarana laboratorium memegang peranan krusial dalam memastikan kualitas hasil pengujian. Kondisi ruang kerja yang baik akan meminimalkan potensi kontaminasi, kesalahan pengukuran, dan gangguan eksternal lainnya. Berikut adalah persyaratan prasarana yang wajib dipenuhi:
- Kebersihan dan Kerapian: Seluruh area laboratorium harus senantiasa dijaga kebersihannya, hygiene-nya terjaga, dan tertib dari sampah atau material yang tidak diperlukan.
- Penggunaan Alat: Pastikan semua instrumen dan peralatan bersih, tertutup rapat ketika tidak digunakan, dan ditempatkan pada posisi yang aman.
- Penempatan Neraca Analitik: Neraca analitik harus dipasang di atas meja atau platform yang stabil, bebas dari getaran, dan tidak terkena hembusan angin atau aliran udara langsung dari AC atau jendela.
- Pemantauan Lingkungan: Suhu dan kelembaban relatif harus dipantau dan dicatat minimal dua kali dalam satu hari kerja untuk memastikan kondisi lingkungan tetap dalam rentang yang diperbolehkan.
- Meja Kerja: Pertahankan kondisi meja kerja dalam keadaan bersih, rapi, dan tidak berantakan agar memudahkan proses analisis.
- Jalan Protokol: Semua lorong, pintu, dan jalur evakuasi harus selalu bebas dari hambatan seperti kotak alat, tumpukan bahan, atau peralatan yang tidak terpakai.
- Dokumentasi: Hanya dokumen yang terbaru, sudah disetujui, dan terkontrol yang boleh berada di area laboratorium. Dokumen lama atau tidak relevan harus segera disingkirkan.
- Instruments yang Qualifikasi: Gunakan hanya instrumen yang telah melalui kualifikasi dan sesuai dengan prosedur yang disetujui.
- Identifikasi Alat: Setiap alat harus memiliki nomor identifikasi unik agar dapat dilacak status kalibrasinya, riwayat pemeliharaan, dan keabsahan penggunaannya.
- Kalibrasi: Semua instrumen wajib kalibrasi sebelum digunakan, sesuai dengan jadwal dan prosedur kalibrasi yang berlaku.
- Label Maintenance: Alat yang sedang dalam perawatan harus diberi label jelas dan dilarang digunakan oleh siapapun kecuali petugas yang berwenang.
- SOP dan Logbook: Simpan SOP dan logbook di tempat yang telah ditentukan, mudah diakses, dan terlindungi dari cipratan bahan kimia atau air.
- Cakupan SOP: Pastikan seluruh aktivitas dan operasi laboratorium memiliki SOP yang relevan dan terkini.
- Pengujian Sesuai Spesifikasi: Pelaksanaan pengujian bahan baku, intermediat, atau produk jadi harus mengacu ketat pada spesifikasi dan STP yang berlaku.
- Pemeliharaan Berkala: Lakukan pemeliharaan, kalibrasi, dan verifikasi instrumen secara berkala sesuai jadwal yang ditetapkan.
- Kebersihan Area Kerja: Jaga semua area kerja bebas dari tumpukan barang, plastik pembungkus, atau material lain yang tidak mendukung proses analisis.
- Audit Internal: Lakukan pemeriksaan internal atau self-inspection secara berkala untuk mendeteksi ketidaksesuaian dan melakukan perbaikan.
- Peningkatan Dokumen: Tinjau dan perbarui dokumen secara periodik sesuai dengan perkembangan regulasi atau teknologi.
- Arsip dan Indeks: Susun sistem pengarsipan, penomoran, dan penyimpanan catatan yang rapi agar dokumen mudah ditemukan dan ditarik kembali ketika dibutuhkan.
3. Personel dan Tata Cara Kerja
Keselamatan dan kesejahteraan personel laboratorium menjadi prioritas utama. Setiap individu yang bekerja di area laboratorium harus mematuhi standar penampilan, tata cara masuk-keluar, serta ketentuan penggunaan alat pelindung diri (APD).
- Pakaian Laboratorium: Seluruh personel wajib mengenakan seragam laboratorium atau jas lab yang telah ditetapkan. Pakaian ini harus bersih, tertutup, dan hanya digunakan di dalam area laboratorium.
- Alas Kaki: Gunakan sepatu tertutup atau penutup sepatu yang sesuai standar di dalam area kerja laboratorium.
- Dilarang Makan dan Minum: Aktivitas makan, minum, mengunyah permen, dan merokok absolutely tidak diperbolehkan di dalam laboratorium karena berisiko mencemari sampel dan membahayakan keselamatan.
- Prosedur Masuk-Keluar: Patuhi prosedur registrasi dan pengecekan sebelum memasuki maupun meninggalkan area laboratorium.
- Keamanan: Selalu taati semua petunjuk, rambu, dan pedoman keselamatan yang terpasang di laboratorium.
- APD: Gunakan perlengkapan keselamatan diri (PPE) seperti sarung tangan, kacamata pelindung, masker, atau baju pelindung sesuai dengan risiko tugas yang dilakukan.
- Kesadaran Risiko: Setiap personel harus memahami konsekuensi dan bahaya yang mungkin timbul apabila tidak mematuhi prosedur keselamatan yang berlaku.
4. Praktik Laboratorium
Praktik laboratorium mencakup rangkaian aktivitas harian yang dilakukan oleh setiap analis untuk menjamin keandalan hasil pengujian. Praktik ini harus dilakukan secara disiplin dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
4.1 Praktik Umum
- Jadwal Harian: Buat rencana kerja dan catat status aktivitas analisis setiap hari dalam buku jadwal atau sistem digital yang terverifikasi.
- Pencatatan Data: Rekam semua observasi dan data secara contemporan (bersamaan) dengan saat pengujian dilakukan, bukan ditunda hingga selesai.
- Perlindungan Dokumen: Jaga semua catatan, formulir, dan dokumen dari paparan bahan kimia, cipratan cairan, panas, atau kerusakan fisik lainnya.
- Kejelasan Rekam: Pastikan setiap entri data ditulis dengan jelas, benar, dan tidak ambigu sehingga dapat ditelusuri kembali.
4.2 Penanganan Alat Kaca
- Kualitas Kelas: Gunakan alat kaca kelas ‘A’ (standar analitik) atau kelas ‘B’ yang telah dikalibrasi.
- Pencucian: Cuci dan keringkan semua alat kaca sesuai dengan SOP pencucian yang berlaku.
- Penyimpanan: Simpan alat kaca di dalam almari atau ruangan yang bebas debu.
- Inspeksi: Periksa kondisi alat kaca sebelum digunakan; pastikan tidak ada retakan, pecah, atau cacat lainnya.
- Pembilasan: Bilas alat kaca dengan pelarut yang sesuai apabila diperlukan untuk menghilangkan kontaminan.
4.3 Bahan Kimia dan Reagen
- Labeling: Berikan label yang jelas pada semua botol bahan kimia dan reagen sesuai SOP yang berlaku, mencantumkan nama bahan, konsentrasi, tanggal preparation, dan tanggal kadaluarsa.
- Pemeriksaan Berkala: Lakukan inspeksi kondisi reagen minimal sekali dalam enam bulan untuk mendeteksi tanda-tanda penurunan kualitas.
- Pembuangan: Buang bahan kimia atau reagen yang telah menunjukkan tanda kontaminasi, perubahan warna, kekeruhan, atau endapan.
- Cek Kadaluarsa: Pastikan semua bahan kimia dan reagen yang digunakan belum kadaluarsa sebelum dipakai; bahan kadaluarsa tidak boleh digunakan.
- Standar dan Larutan: Verifikasi validitas standar referensi dan larutan preparasi sebelum digunakan untuk pengujian.
- Label Lengkap: Label harus mencantumkan kekuatan/konsentrasi, tanggal persiapan, dan masa berlaku larutan.
4.4 Instruments dan Peralatan
- Status Kalibrasi: Periksa label status kalibrasi instrumen sebelum digunakan; pastikan statusnya “CALIBRATED” dan belum lewat masa berlaku.
- Update Label: Perbarui papan atau stiker status instrumen secara berkala setiap kali ada perubahan kalibrasi atau maintenance.
4.5 Penanganan Sampel dan Standar
- Penyimpanan: Simpan sampel sesuai dengan kondisi yang ditentukan, seperti suhu ruang, kulkas (2-8°C), atau freezer (-20°C).
- LOD dan Assay: Untuk sampel yang memerlukan penentuan Loss on Drying (LOD) atau kadar air, lakukan penentuan pada hari yang sama dengan persiapan larutan assay, apabila memungkinkan.
- Larutan Preparasi: Simpan larutan yang telah dibuat dalam kondisi protektif yang sesuai, misalnya dilindungi dari cahaya atau disimpan dalam wadah tertutup rapat.
- Standar: Tangani standar referensi sesuai dengan SOP dan instruksi labeling yang berlaku.
4.6 Praktik Dokumentasi yang Baik (GDP)
Dokumentasi yang baik merupakan tulang punggung keandalan data laboratorium. Berikut adalah aturan penting dalam praktik dokumentasi:
- Pencatatan Contemporan: Semua entri harus dicatat di logbook atau dokumen pada saat pengujian berlangsung, bukan ditunda.
- Koreksi: Apabila terdapat kesalahan penulisan, coret dengan satu garis horizontal, lalu berikan inisial dan tanggal di sebelahnya. Dilarang menggunakan whiteout, menimpa, atau menghapus tulisan.
- Format Tanggal: Gunakan format tanggal DD/MM/YYYY secara konsisten di seluruh dokumen.
- Dilarang Overwrite: Jangan pernah menutupi tulisan lama dengan tulisan baru di atasnya.
- Data Kritis: Harga timbangan, nomor batch, dan nilai hasil uji tidak boleh diubah di bawah kondisi apapun tanpa investigasi resmi dan persetujuan.
- Batas Koreksi: Batasi jumlah koreksi maksimal tiga (3) per satu halaman untuk menjaga keterbacaan dan integritas dokumen.
4.7 Disiplin Laboratorium Umum
- Pembersihan Buret: Usap ujung buret dan pipet dengan tisu kering sebelum mengeluarkan cairan untuk menjamin volume yang akurat.
- Bersihkan Area: Bersihkan area kerja sebelum dan setelah melakukan analisis untuk mencegah kontaminasi silang.
- Penggantian Desikan: Ganti silica gel atau desikan di eksikator ketika warnanya berubah atau sudah jenuh.
- Alat Sampling: Gunakan alat sampling yang bersih dan steril untuk setiap pengambilan sampel.
- Lapor Insiden: Segera laporkan setiap kejadian, kecacadan, atau kondisi tidak normal kepada supervisor.
- Penanganan Tumpahan: Tangani tumpahan bahan kimia sesuai dengan SOP penanggulangan tumpahan yang berlaku.
- Pengembalian Alat: Kembalikan semua material, peralatan, dan reagen ke tempat penyimpanan yang ditentukan setelah selesai digunakan.
- Penghapusan Alat Pakai: Buang atau simpan alat kaca bekas pakai setelah analisis selesai.
5. Prosedur Penutupan
Prosedur penutupan laboratorium bertujuan memastikan keamanan fasilitas dan mencegah kecelakaan atau pencurian selama periode tidak aktif:
- Matikan Listrik: Matikan semua peralatan listrik, instrumen, lampu, dan AC sebelum meninggalkan laboratorium.
- Kunci dan Serahkan: Pastikan semua pintu dan jendela terkunci dengan rapat, kemudian serahkan kunci kepada petugas keamanan setelah penutupan.
6. Referensi
- World Health Organization (WHO) – Good Practices for Pharmaceutical Quality Control Laboratories
- US Food and Drug Administration (USFDA) – GLP Regulations (21 CFR Part 58)
- Central Drugs Standard Control Organization (CDSCO) Guidelines
- Indian Pharmacopoeia (IP)
- European Pharmacopoeia (Ph. Eur.)
- USP-NF Chapter <1220> Pharmaceutical Quality System
7. Singkatan
- GLP = Good Laboratory Practices (Praktik Laboratorium yang Baik)
- SOP = Standard Operating Procedure (Prosedur Operasi Standar)
- STP = Standard Test Procedure (Prosedur Pengujian Standar)
- LOD = Loss on Drying (Kehilangan Massa akibat Pengeringan)
- PPE = Personal Protective Equipment (Alat Pelindung Diri)
- GDP = Good Documentation Practices (Praktik Dokumentasi yang Baik)
- QC = Quality Control (Pengendalian Mutu)
- QA = Quality Assurance (Pasti Mutu)




