SOP Pembersihan dan Pengoperasian Stacker di Gudang Industri Farmasi: Panduan Komprehensif Prosedur, Keselamatan Kerja, dan Kepatuhan CPOB

0
2 views

Daftar Isi

  1. Tujuan Pembuatan SOP
  2. Ruang Lingkup Penerapan
  3. Tanggung Jawab dan Akuntabilitas
  4. Prosedur Pembersihan Stacker
  5. Prosedur Pengoperasian Stacker
  6. Aspek Keselamatan Kerja
  7. Perawatan dan Pengisian Baterai
  8. Dokumentasi dan Pencatatan

1. Tujuan Pembuatan SOP

Tujuan dari prosedur operasi standar ini adalah untuk menetapkan panduan yang jelas, terstruktur, dan terdokumentasi mengenai tata cara pembersihan serta pengoperasian stacker yang digunakan di lingkungan gudang pabrik farmasi. Dengan adanya prosedur ini, seluruh personel gudang diharapkan mampu menjalankan aktivitas pemindahan dan penumpukan material secara konsisten, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, prosedur ini juga dimaksudkan untuk memastikan bahwa stacker selalu berada dalam kondisi bersih, terawat, dan siap pakai sehingga dapat menunjang kelancaran arus material di dalam gudang tanpa menimbulkan risiko kontaminasi silang terhadap produk obat maupun bahan baku.

2. Ruang Lingkup Penerapan

Prosedur ini berlaku untuk seluruh kegiatan pembersihan dan pengoperasian stacker yang dilakukan di area gudang pada pabrik formulasi (formulation plant). Cakupan prosedur meliputi seluruh jenis stacker yang digunakan untuk mengangkat, memindahkan, dan menumpuk pallet berisi bahan baku, bahan pengemas, produk antara, maupun produk jadi. Penataan pallet yang rapi dan sistematis sangat menunjang penerapan prinsip FIFO dan FEFO dalam gudang, sehingga perputaran material dapat dikendalikan dengan baik. Ketentuan dalam SOP ini wajib dipatuhi oleh setiap personel yang bertugas mengoperasikan peralatan tersebut, baik pada saat jam kerja normal maupun pada saat kegiatan pergudangan lainnya yang memerlukan penggunaan stacker.

3. Tanggung Jawab dan Akuntabilitas

Petugas (officer) atau personel dengan jabatan di atasnya yang bertugas di bagian gudang bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan prosedur ini, mulai dari pembersihan harian hingga pengoperasian stacker yang benar dan aman. Sementara itu, Kepala Gudang (Head – Warehouse) memegang akuntabilitas tertinggi terhadap kepatuhan pelaksanaan SOP di area kerjanya. Kepala Gudang juga berkewajiban memastikan seluruh bawahannya telah mendapatkan pelatihan yang memadai, memahami isi prosedur, serta melakukan pengawasan secara berkala agar setiap penyimpangan dapat segera dikoreksi dan dicegah.

4. Prosedur Pembersihan Stacker

Pembersihan stacker merupakan salah satu kegiatan penting yang tidak boleh diabaikan, karena peralatan yang kotor dapat menjadi sumber kontaminasi di area gudang. Berikut adalah langkah-langkah pembersihan yang harus dilakukan secara berurutan:

Langkah pertama, bawa stacker menuju area penghilang debu (de-dusting area) yang telah ditentukan. Pastikan area tersebut bersih dan memadai untuk melakukan proses pembersihan. Langkah kedua, putuskan koneksi baterai dari stacker dengan cara mencabut soket baterai secara hati-hati agar tidak terjadi hubungan arus pendek. Langkah ketiga, pastikan garpu (fork) stacker berada pada posisi paling bawah menyentuh lantai sebelum proses pembersihan dimulai. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas peralatan.

Selanjutnya, bersihkan debu yang menempel dan bersifat lengket (sticky dust) dari seluruh bagian kritis stacker menggunakan alat yang sesuai. Bagian-bagian yang termasuk kritis antara lain tuas pengendali, area garpu, roda, dan sambungan hidrolik. Setelah itu, bersihkan komponen stacker dengan menggunakan kain lap kering (dry duster) untuk mengangkat debu permukaan. Kemudian, usap seluruh permukaan luar stacker secara perlahan menggunakan kain atau lap basah yang telah diperas, dilanjutkan dengan mengelap kembali permukaan yang telah dibasahi tersebut menggunakan lap kering agar tidak meninggalkan bekas air atau noda. Terakhir, setelah stacker benar-benar bersih dan kering, kembalikan stacker ke tempat penyimpanan yang telah ditentukan.

5. Prosedur Pengoperasian Stacker

Pengoperasian stacker harus dilakukan oleh operator yang terlatih dan berwenang. Prosedur operasi dimulai dengan mengambil kunci utama stacker dari tempat penyimpanannya yang telah ditentukan. Sebelum menyalakan unit, pastikan pasokan daya utama dalam keadaan mati, kemudian matikan pula charger dan lepaskan kabel charger dari stopkontak. Setelah itu, hubungkan soket baterai ke steker stacker hingga terpasang dengan benar dan aman.

Masukkan kunci utama ke lubang kunci dan putar searah jarum jam untuk mengaktifkan sistem kelistrikan stacker. Buka platform pijakan dan naiklah ke atasnya dengan hati-hati. Pegang handle kemudi atau pengendali (steering/driving handle) dalam posisi tegak, kemudian gunakan untuk menggerakkan stacker maju atau mundur sesuai dengan ruang yang tersedia di area gudang. Tombol klakson (horn) tersedia pada handle kemudi dan wajib digunakan apabila terjadi keadaan darurat atau saat melintasi area yang ramai aktivitas.

Pada sisi kanan handle terdapat dua tuas. Tuas bagian dalam berfungsi sebagai tuas garpu (fork lever) yang digunakan untuk kegiatan penumpukan, dengan tiga tingkat kecepatan (gear) yang memungkinkan material ditumpuk pada ketinggian yang berbeda-beda. Tuas bagian luar berfungsi untuk membuka penopang kaki (limb stabilizer) atau tuas penyangga yang diperlukan ketika menumpuk pallet pada ketinggian tertentu. Gunakan stabilizer tersebut saat akan menumpuk pallet di tingkat kedua dan ketiga agar keseimbangan unit tetap terjaga. Untuk menghentikan stacker, dorong ke bawah atau lepaskan handle kemudi hingga unit berhenti sepenuhnya.

6. Aspek Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan pengoperasian alat angkat di gudang. Operator wajib menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, seperti sepatu safety dan sarung tangan, serta memastikan tidak ada personel lain yang berdiri di dekat area kerja saat stacker digunakan. Beban yang diangkat tidak boleh melebihi kapasitas maksimum yang ditentukan oleh pabrikan, dan pengangkatan harus dilakukan dengan posisi beban yang seimbang di atas garpu. Operator juga dilarang mengoperasikan stacker dalam kondisi lelah, mengantuk, atau dalam pengaruh obat-obatan dan alkohol. Apabila ditemukan kelainan pada sistem hidrolik, rem, maupun klakson, unit harus segera dilaporkan dan tidak boleh digunakan sampai dinyatakan layak oleh personel pemeliharaan.

7. Perawatan dan Pengisian Baterai

Perawatan rutin sangat menentukan umur pakai dan keandalan stacker. Pada akhir setiap shift kerja, stacker wajib diposisikan di area pengisian baterai yang telah ditentukan dan baterai harus segera diisi ulang agar unit siap digunakan pada shift berikutnya. Sebelum meninggalkan area, operator harus mencabut kunci utama dan menyimpannya kembali pada tempat yang telah ditetapkan. Pengisian baterai hanya boleh dilakukan oleh personel yang berwenang dengan mengikuti petunjuk keselamatan, karena proses pengisian dapat menghasilkan gas yang mudah terbakar sehingga area pengisian harus memiliki ventilasi yang baik dan bebas dari sumber api. Pemeriksaan berkala terhadap level air baterai (jika baterai jenis basah), kondisi kabel, serta kebersihan terminal juga harus dilakukan sesuai jadwal.

8. Dokumentasi dan Pencatatan

Seluruh kegiatan pembersihan dan pengoperasian stacker harus didokumentasikan dengan baik sebagai bagian dari kepatuhan terhadap praktik dokumentasi yang baik di industri farmasi. Catatan pembersihan diisi sesuai dengan format yang telah ditentukan, mencakup tanggal pelaksanaan, nama petugas, dan keterangan lainnya. Frekuensi pembersihan stacker ditetapkan secara berkala, yaitu dilakukan setiap minggu (weekly). Catatan tersebut harus disimpan dengan rapi, mudah ditelusuri, dan tersedia saat dilakukan audit internal maupun inspeksi oleh otoritas regulasi. Dokumentasi yang lengkap juga menjadi bukti objektif bahwa prosedur telah dijalankan secara konsisten, sejalan dengan prinsip penelusuran (traceability) dan integritas data yang menjadi tuntutan dalam penerapan CPOB di fasilitas manufaktur farmasi.

Dengan menerapkan prosedur pembersihan dan pengoperasian stacker secara disiplin, kegiatan pergudangan seperti penerimaan, penyimpanan, dan distribusi material dapat berjalan lancar. Hal ini tentu mendukung kelancaran alur logistik dan menjaga mutu produk, sebagaimana diatur pula dalam prosedur masuk dan keluar material di area gudang farmasi. Perawatan peralatan yang baik pada akhirnya berkontribusi terhadap efisiensi operasional serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat merugikan perusahaan maupun personel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.