SOP Pengoperasian dan Pembersihan Vacuum Cleaner: Prosedur Baku untuk Kebersihan Area Farmasi

Daftar Isi

  1. 1. Tujuan
  2. 2. Ruang Lingkup
  3. 3. Tanggung Jawab
  4. 4. Akuntabilitas
  5. 5. Singkatan dan Definisi
  6. 6. Prosedur
  7. 7. Frekuensi
  8. 8. Formulir dan Rekaman
  9. 9. Distribusi
  10. 10. Riwayat Revisi

1. Tujuan

SOP ini ditetapkan untuk menyusun suatu prosedur baku mengenai cara pengoperasian serta pembersihan vacuum cleaner yang dilakukan secara tepat dan terstandarisasi. Tujuan utamanya adalah menjamin bahwa proses pembersihan berjalan efektif sehingga area produksi farmasi tetap terjaga kebersihannya, sekaligus mencegah terjadinya kontaminasi silang antar produk maupun antar area kerja. Dengan adanya prosedur ini, setiap petugas memiliki acuan yang jelas dalam menjalankan tugasnya, sehingga risiko pencemaran produk dapat diminimalkan dan kepatuhan terhadap standar CPOB tetap terjaga.

2. Ruang Lingkup

SOP ini berlaku untuk seluruh unit vacuum cleaner yang digunakan di berbagai area operasional perusahaan, mencakup area produksi, area gudang penyimpanan bahan dan produk jadi, serta area laboratorium Quality Control. Penggunaan vacuum cleaner yang seragam di semua zona kerja ini memastikan bahwa standar kebersihan diterapkan secara konsisten di seluruh fasilitas manufaktur farmasi.

3. Tanggung Jawab

Beberapa pihak memiliki peran penting dalam pelaksanaan SOP ini. Operator dan staf housekeeping bertugas mengoperasikan serta membersihkan vacuum cleaner sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam dokumen ini. Supervisor produksi dan supervisor Quality Control bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peralatan digunakan secara benar dan sesuai aturan. Sementara itu, bagian Engineering atau pemeliharaan bertugas melakukan perawatan serta perbaikan teknis pada peralatan vacuum cleaner apabila diperlukan.

4. Akuntabilitas

Kepala departemen dan Kepala Quality Assurance merupakan pihak yang secara langsung bertanggung jawab terhadap penerapan SOP ini. Mereka memastikan bahwa setiap prosedur dijalankan dengan konsisten, dokumentasi dilakukan secara lengkap, dan setiap deviasi ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Singkatan dan Definisi

Untuk memudahkan pemahaman terhadap dokumen ini, berikut adalah beberapa istilah dan singkatan yang sering digunakan:

  • SOP: Standard Operating Procedure atau Prosedur Operasional Standar, yaitu dokumen tertulis yang berisi instruksi langkah demi langkah untuk menjalankan suatu kegiatan secara konsisten dan terstandarisasi.
  • QA: Quality Assurance atau Penjaminan Mutu, divisi yang bertugas memastikan bahwa seluruh produk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan melalui sistem pengendalian dan audit internal.
  • QC: Quality Control atau Pengendalian Mutu, divisi yang melakukan pengujian dan pengawasan terhadap bahan baku, produk dalam proses, dan produk jadi untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi yang ditetapkan.

6. Prosedur

6.1 Pemeriksaan Pra-Operasional

Sebelum mengoperasikan vacuum cleaner, operator wajib melakukan serangkaian pemeriksaan awal sebagai berikut:

  • Pastikan vacuum cleaner dalam kondisi bersih dan tidak ada sisa kotoran atau residu dari penggunaan sebelumnya.
  • Periksa kondisi kabel listrik dan steker apakah terdapat kerusakan, sobekan, atau tanda-tanda aus yang dapat membahayakan keselamatan.
  • Pastikan kantong penampung debu atau wadah penampungan sudah kosong dan terpasang dengan benar pada posisinya.
  • Periksa kondisi filter, termasuk filter HEPA jika tersedia, apakah masih bersih, utuh, dan berfungsi dengan baik.
  • Pastikan peralatan telah diberi label atau status tag yang menunjukkan kondisi “Sudah Dibersihkan / Siap Digunakan”.

6.2 Prosedur Pengoperasian

Berikut adalah langkah-langkah yang harus diikuti saat mengoperasikan vacuum cleaner:

  1. Sambungkan vacuum cleaner ke sumber listrik yang tersedia.
  2. Nyalakan mesin dengan menekan tombol daya sesuai petunjuk penggunaan.
  3. Gunakan aksesoris yang sesuai, seperti nosel atau sikat, berdasarkan jenis area yang akan dibersihkan.
  4. Mulai proses pembersihan dari area yang paling bersih menuju area yang relatif lebih kotor untuk menghindari penyebaran kontaminan.
  5. Hindari kontak vacuum cleaner dengan permukaan basah, kecuali jika alat tersebut memang dirancang untuk penggunaan pada area basah.
  6. Jangan biarkan kantong penampung debu atau wadah terisi terlalu penuh karena dapat mengurangi efektivitas pembersihan.
  7. Setelah pembersihan selesai, matikan vacuum cleaner dan cabut steker dari stop kontak.

6.3 Prosedur Pembersihan

6.3.1 Pembersihan Bagian Luar

  • Bersihkan permukaan luar vacuum cleaner menggunakan kain lap bersih yang kering atau sedikit lembap dan tidak berbulu.
  • Apabila diperlukan, gunakan agen pembersih yang telah disetujui sesuai dengan standar kebersihan yang berlaku di area farmasi.

6.3.2 Pembersihan Bagian Dalam

  1. Putuskan sambungan listrik terlebih dahulu sebelum melakukan pembersihan internal.
  2. Lepaskan kantong debu atau wadah penampung dengan hati-hati agar tidak menimbulkan debu yang beterbangan.
  3. Buang limbah yang terkumpul sesuai dengan prosedur pembuangan limbah yang berlaku di perusahaan.
  4. Bersihkan wadah penampung debu menggunakan kain kering, atau cuci jika jenisnya dapat dicuci, lalu keringkan sepenuhnya sebelum dipasang kembali.
  5. Lepaskan dan bersihkan filter dengan cara mengetuknya perlahan untuk menghilangkan debu yang menempel, atau cuci jika filter tersebut tipe yang dapat dicuci, kemudian keringkan secara menyeluruh sebelum digunakan kembali.

6.3.3 Pembersihan Aksesoris

  • Bersihkan selang, nosel, dan berbagai aksesoris lainnya menggunakan sikat atau kain lap kering.
  • Pastikan tidak ada sumbatan atau penyumbatan pada bagian-bagian aksesoris yang dapat mengganggu kinerja alat.

6.4 Perakitan Kembali

  • Setelah seluruh komponen selesai dibersihkan, rakit kembali semua bagian vacuum cleaner secara proper dan sesuai urutan pemasangan yang benar.
  • Pastikan seluruh komponen sudah dalam kondisi benar-benar kering sebelum vacuum cleaner digunakan kembali.
  • Berikan label pada peralatan dengan tulisan “Sudah Dibersihkan” sebagai tanda bahwa alat siap untuk penggunaan selanjutnya.

6.5 Penyimpanan

  • Simpan vacuum cleaner di area penyimpanan yang telah ditentukan dan ditetapkan.
  • Pastikan peralatan tertutup dengan baik untuk mencegah penumpukan debu dari lingkungan sekitar.
  • Kabel listrik harus digulung dengan rapi dan teratur agar tidak terinjak atau terjadi kerusakan akibat tertekuk berlebihan.

6.6 Langkah-Langkah Keselamatan

Untuk menjamin keselamatan kerja, beberapa hal berikut wajib diperhatikan oleh setiap operator:

  • Jangan mengoperasikan vacuum cleaner jika kabel listrik atau stekernya dalam kondisi rusak atau aus.
  • Jangan menggunakan vacuum cleaner tanpa filter atau tanpa kantong penampung debu yang terpasang.
  • Hindari penggunaan vacuum cleaner untuk membersihkan material berbahaya atau mudah terbakar.
  • Pastikan operator menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang memadai selama proses pembersihan berlangsung.
  • Jangan membiarkan bagian-bagian kelistrikan vacuum cleaner terpapar air atau cairan dalam jumlah besar.

6.7 Penanganan Kerusakan dan Pemeliharaan

  • Segera laporkan setiap gangguan atau kerusakan yang terjadi pada vacuum cleaner kepada departemen Engineering untuk ditindaklanjuti.
  • Jangan menggunakan peralatan yang diketahui mengalami kerusakan karena dapat membahayakan keselamatan dan mengurangi efektivitas pembersihan.
  • Catat setiap kegiatan pemeliharaan atau perbaikan yang dilakukan pada peralatan dalam dokumen rekaman yang tersedia.

7. Frekuensi

Pembersihan vacuum cleaner harus dilakukan setelah setiap kali penggunaan selesai untuk menjaga kondisi kebersihan peralatan. Selain itu, pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) dilakukan secara berkala sesuai dengan jadwal pemeliharaan yang telah ditetapkan oleh bagian Engineering atau pemeliharaan.

8. Formulir dan Rekaman

Beberapa dokumen pendukung yang harus dilengkapi terkait penggunaan dan pemeliharaan vacuum cleaner meliputi:

  • Equipment Cleaning Log: Catatan atau log pembersihan peralatan yang mencakup tanggal, nama petugas, dan kondisi peralatan setelah dibersihkan.
  • Usage Log Book: Buku catatan penggunaan peralatan, diisi jika diperlukan oleh sistem dokumentasi perusahaan.
  • Maintenance Record: Rekaman kegiatan pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan pada vacuum cleaner, termasuk tanggal, jenis pekerjaan, dan hasil yang diperoleh.

9. Distribusi

Dokumen SOP ini didistribusikan sebagai berikut: Salinan induk (master copy) disimpan oleh divisi Quality Assurance sebagai referensi utama. Salinan terkendali (controlled copies) didistribusikan kepada divisi Produksi, divisi Quality Control, dan divisi Engineering agar setiap pihak memiliki akses terhadap prosedur terbaru.

10. Riwayat Revisi

Dokumen ini merupakan versi baru (revisi 00) yang dibuat sebagai SOP awal untuk prosedur operasi dan pembersihan vacuum cleaner di area farmasi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

Stay Connected

51FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
-

Artikel terkini