Formula Master Amikasin Sulfat Injeksi

Formula Master Suntikan Amikasin Sulfat (Amikacin Sulphate Injection)

Artikel ini membahas Master Formula Record (MFR) untuk sediaan injeksi Amikasin Sulfat, salah satu antibiotik aminoglikosida yang banyak digunakan dalam pengobatan infeksi berat. Data ini diadaptasi dari sumber referensi farmasi industri dan disesuaikan dengan format CPOB.

Tujuan

Master Formula Record ini dibuat untuk mendokumentasikan secara lengkap resep, prosedur pembuatan, spesifikasi, dan detail pengemasan sediaan injeksi Amikasin Sulfat. Dokumen ini menjadi acuan utama di lantai produksi dan wajib diikuti oleh seluruh personel yang terlibat.

Ruang Lingkup

MFR ini berlaku dan diterapkan selama proses pembuatan sediaan injeksi Amikasin Sulfat di area produksi sterile.

Tanggung Jawab

Manufacturing Chemist bertanggung jawab untuk mengikuti dan mematuhi seluruh isi MFR ini. Production Manager serta QC/QA Manager bertanggung jawab atas kepatuhan ketat terhadap formula induk.

Distribusi Dokumen

PenerimaKeterangan
Master CopyManager Quality Assurance
Copy No. 1Production Manager
Copy No. 2Manager Quality Control
Copy No. 3Small Volume Parenteral Section

Informasi Produk

ParameterKeterangan
Nama ProdukAmikacin Sulphate Injection
Ukuran Batch100 liter
Ukuran Unit2 ml / Vial putih
Nama GenerikAmikacin Sulphate Inj.
Ukuran Kemasan30 x 50 x 2 ml
Bentuk SediaanParenteral (injeksi)
Kekuatan (Strength)250 mg/ml
DepartemenSterile Preparation
Masa Simpan24 bulan sejak tanggal pembuatan

Komposisi (Tiap 2 ml)

BahanStandarKeterangan
Amikacin SulphateI.P.Setara Amikacin 500 mg
Water for InjectionI.P.q.s. (secukupnya)

Peralatan Produksi

No.Nama PeralatanPerakitan (SOP)Pembersihan (SOP)
1Auto Rotary Vial Washing Machine——
2Butyl Bung Washing Machine——
3Dry Heat Sterilizer——
4Auto Clave with SS Transfer Trolley——
5Multi Column Distillation Still——
6Distill Water Storage Tank——
7SS Batch Mixing Tank——
8SS Pressure Vessel – 100 Ltr——
9SS Membrane Filtration Assembly (293 mm)——
10SS Filling Vessel – 100 Ltr——
11Auto Liquid Vial Filling, Stoppering & Sealing Machine——
12Vial Visual Inspection Table——
13Auto Vial Labelling Machine——

Peralatan yang Harus Disterilisasi

No.Nama PeralatanSterilisasi (SOP)
1SS Membrane Vessel – 293 mm—
2SS Filling Vessel—
3SS Filling Syringes—
4Sterile Dress of Operator—
5Pre & Post Nitrogen Filling Needles—
6Silicon Tubes—

Bahan Baku

No.BahanStd (g/Ltr)Overage (%)Total Digunakan (kg)
1Amikacin Sulphate I.P.37.8005.0039.690
2EDTA I.P.0.040—0.040
3Methyl Paraben Sodium I.P.0.080—0.080
4Propyl Paraben Sodium I.P.0.020—0.020
5S.M.B.S. I.P.0.500—0.500
6Tri-Sodium Citrate (SD) I.P.2.500—2.500

Proses Pembuatan

1. Persiapan Larutan

  1. Masukkan 60 liter air suling segar yang baru distilasi ke dalam SS Batch Mixing Tank.
  2. Larutkan Methyl Paraben dan Propyl Paraben, aduk hingga homogen.
  3. Tambahkan EDTA dan SMBS, aduk kembali hingga larut sempurna.
  4. Masukkan Tri-Sodium Citrate, aduk rata.
  5. Larutkan Amikacin Sulphate ke dalam campuran.
  6. Atur pH ke 4.5 (rentang yang diperbolehkan: 3.5 – 5.5).
  7. Tambahkan air suling hingga volume mencapai 100 liter. pH akhir = 4.5.
  8. Pindahkan larutan dari Batch Mixing Tank ke Pressure Vessel, lalu lakukan filtrasi membran menggunakan membran yang sesuai.

2. Pencucian

Pencucian Vial: Dilakukan menggunakan Auto Rotary Vial Washing Machine sesuai SOP.

Pencucian Butyl Bung: Dilakukan menggunakan Butyl Bung Washing Machine sesuai SOP.

3. Sterilisasi

Sterilisasi Kering (Vial)

ParameterKondisi
Suhu250°C
Waktu Tahan1 jam

Sterilisasi Basah (Butyl Bung) menggunakan Autoclave dengan SS Transfer Trolley:

ParameterKondisi
Tekanan15 lbs
Suhu121°C
Waktu Tahan30 menit

4. Filtrasi

TahapJenis FilterUkuran Porositas
Pre FilterMembran1.5 µ
Membrane FilterMembran0.2 µ

5. Pengisian Aseptik

Setelah pencucian, sterilisasi, dan filtrasi selesai, pengisian aseptik dilakukan di area kelas 100 di bawah Laminar Air Flow. Penyesuaian mesin dilakukan untuk ukuran vial yang sesuai sesuai SOP.

  • Penyesuaian mesin pengisian (filling)
  • Penyesuaian stasiun Butyl Bung
  • Penyesuaian stasiun penutupan (sealing)

Variasi volume diperiksa secara berkala. Volume yang ditetapkan: 2,0 ml. Volume yang diisi: 2,0 ml. Batas variasi: ±2%.

6. Inspeksi Visual

Inspeksi visual dilakukan terhadap vial yang sudah diisi menggunakan Vial Visual Inspection Table sesuai SOP.

7. Pelabelan

Pelabelan vial dilakukan menggunakan Auto Vial Labelling Machine sesuai SOP.

8. Pengemasan

Jenis KemasanYa/TidakUkuran Kemasan
Open PackingYa—
Blister PackingTidak30 x 50 x 2 ml

Hasil Produksi

No.ParameterTarget
1Percentage Yield100 ± 2%
2Theoretical Yield50.000 x 2 ml
3Expected Practical Yield50.000 x 2 ml ± 2%

Detail Pengemasan

  1. Label vial yang sudah diisi, lalu masukkan ke blister.
  2. Setiap 10 blister pack (masing-masing 5 vial) dimasukkan ke dalam satu kardus luar.
  3. Segel kardus luar dengan selotip.
  4. Masukkan 30 kardus luar ke dalam kardus corrugated sesuai spesifikasi: 30 x 10 x 5 x 2 ml.
  5. Segel kardus corrugated dengan selotip perekat dan beri label sesuai ketentuan.

Pengendalian Dalam Proses (In-Process Control)

Kontrol berikut wajib dijalankan selama proses produksi berlangsung:

  • Pastikan semua bahan baku yang digunakan sudah disetujui dan memiliki label “released”.
  • Seluruh bahan baku yang ditimbang harus dicek ulang oleh Manufacturing Chemist. Jika ditemukan ketidaksesuaian, segera laporkan ke Production Manager dan QC/QA Manager.
  • Cek karakteristik fisik bahan baku (warna, bau, konsistensi) sebelum pencampuran.
  • Volume akhir harus disesuaikan sesuai Standar Operasional Prosedur.
  • pH larutan harus diperiksa dan berada dalam batas yang ditentukan.
  • Sampel larutan harus dikirim ke QC untuk analisis sebelum tahap pengisian dan penutupan dimulai.
  • Volume pengisian harus diperiksa secara berkala setiap 30 menit oleh Manufacturing Chemist, dan hasilnya dicatat di Batch Manufacturing Record.
  • Volume bersih harus diperiksa untuk seluruh nosel pengisian. Dalam keadaan apapun, volume tidak boleh kurang dari yang tertera pada label (batas variasi: volume klaim ± 2%).
  • Inspeksi visual vial yang sudah diisi dan ditutup harus dilakukan sesuai SOP, dengan pencatatan di BMR.
  • Label dan kardus harus diperiksa secara menyeluruh untuk kode batch yang benar.
  • Pemberitahuan harus dikirim ke QC untuk pengambilan sampel dan pengujian produk jadi.
  • Setelah pelabelan dan pengemasan selesai, label dan kardus yang sudah dikode harus dihitung. Bahan cetak yang ditolak harus dimusnahkan di hadapan QC/QA Manager, dengan pencatatan pemusnahan di BMR.
  • Pastikan peralatan pengisian atau pengemasan sudah dibersihkan dengan benar.
  • Pengisian atau pengemasan produk berikutnya tidak boleh dimulai sebelum Line Clearance diberikan oleh QA Analyst.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

Stay Connected

51FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
-

Artikel terkini