Formula Master Ibuprofen 400mg Tablet

PANDUAN MANUFAKTUR IBUPROFEN 400 MG TABLET

1. DETAIL PRODUK

Nama Produk: IBUPROFEN 400 MG TABLET

Bentuk Sediaan: Tablet (Film Coated)

Ukuran Unit: 400 mg

Ukuran Batch: 150.000 Tablet

Ukuran Kemasan: 10 strip x 10 tablet

Tanggal Kedaluwarsa: 48 bulan sejak tanggal pembuatan

Ibuprofen merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang digunakan untuk pengobatan nyeri, peradangan, dan demam. Tablet ibuprofen 400 mg merupakan dosis standar untuk nyeri sedang hingga berat pada dewasa.

2. RUMUS MANUFAKTUR

Nama BahanJumlahTotal
————————————-———-———-
Ibuprofen B.P.61.500 KG61.500 KG
Mikrokristalin Selulose PH-102 B.P.15.000 KG15.000 KG
Pregelatinized Starch B.P.10.000 KG10.000 KG
Croscarmellose Sodium B.P.4.500 KG4.500 KG
Povidone K30 B.P.3.000 KG3.000 KG
Magnesium Stearat B.P.1.200 KG1.200 KG
Sodium Lauryl Sulfate B.P.0.300 KG0.300 KG
Air Murni B.P.q.s.—

Fungsi Bahan:

– Ibuprofen B.P.: Bahan farmasi aktif (OAINS/NSAID)

– Mikrokristalin Selulose PH-102 B.P.: Pengisi

– Pregelatinized Starch B.P.: Pengikat dan disintegrant

– Croscarmellose Sodium B.P.: Disintegrant super

– Povidone K30 B.P.: Pengikat larut

– Magnesium Stearat B.P.: Pelumas

– Sodium Lauryl Sulfate B.P.: Pembasah

– Air Murni B.P.: Pelarut granulasi

3. PERALATAN

Nama PeralatanFungsi
—————————–—————————–
High Shear GranulatorGranulasi basah
Fluid Bed DryerPengeringan bed fluida
ComilPenghalusan
Bin BlenderPencampuran akhir
Tablet PressPemampatan
Film Coating PanPelapisan

4. BAHAN KEMASAN

Nama BahanJumlah
————————–————
Strip Aluminium150.000 Nos
Karton Unit15.000 Nos
Insert/Leaflet15.000 Nos
Karton Bergelombang1.260 Nos
Selotip Perekat15.000 Nos

5. SPESIFIKASI

ParameterSpesifikasi
——————————————–
Berat Tablet (coated)600 ± 5% mg
Kekerasan6 – 10 kp
Friabilitas≤ 1.0%
Disintegrasi≤ 15 menit
Disolusi≥ 80% dalam 30 menit
Kadar95.0% – 105.0%
Keseragaman KadarAV ≤ 15.0

6. INSTRUKSI MANUFAKTUR

– Semua bahan baku harus memiliki label “Rilis” dan diverifikasi sebelum digunakan.

– Timbang ulang semua bahan baku di hadapan Manufacturing Chemist.

– Periksa karakteristik fisik bahan (warna, bau, konsistensi) sebelum pencampuran.

– Total berat batch harus dicatat di Catatan Manufaktur Batch.

– pH harus dalam batas spesifikasi.

– Sampel batch harus dikirim ke QC sebelum pengisian/pengemasan.

– Cek berat isi per unit selama pengisian setiap 15-30 menit.

– Pastikan crimping/sealing kemasan prima dan tidak ada kebocoran.

– Periksa kode batch dan tanggal kedaluwarsa pada setiap kemasan.

– Line clearance harus dilakukan sebelum pengisian produk berikutnya.

7. PROSES PEMBUATAN

Langkah 1: Timbang dan verifikasi seluruh bahan baku.

Langkah 2: Ayak Mikrokristalin Selulose, Pregelatinized Starch, dan Croscarmellose Sodium melalui saringan 40 mesh.

Langkah 3: Masukkan Ibuprofen dan bahan pengisi ke dalam High Shear Granulator.

Langkah 4: Campur kering selama 5 menit.

Langkah 5: Larutkan Povidone K30 dan Sodium Lauryl Sulfate dalam Air Murni untuk membuat larutan pengikat.

Langkah 6: Lakukan granulasi basah dengan penambahan larutan bertahap.

Langkah 7: Pindahkan granul basah ke Pengering Bed Fluida (Fluid Bed Dryer), keringkan pada suhu 55-60°C hingga kadar air (LOD) ≤ 1.5%.

Langkah 8: Giling granul kering menggunakan Comil dengan jaring 20 mesh.

Langkah 9: Tambahkan Croscarmellose Sodium (disintegrant super) dan Magnesium Stearat, campur selama 5 menit.

Langkah 10: Uji keseragaman campuran (blend uniformity, content uniformity).

Langkah 11: Pemampatan tablet (oval/bikonveks) menggunakan tablet press.

Langkah 12: Target berat tablet: 580 mg ± 5%.

Langkah 13: Pelapisan film menggunakan Opadry II.

Langkah 14: Kirim sampel ke QC: kadar, friabilitas, disintegrasi, disolusi, Keseragaman Kadar.

Langkah 15: Pengemasan dalam strip dan karton setelah persetujuan QC.

8. DETAIL MEREK

– Hasil Teoritis: 150.000 Tablet

– Hasil Praktis: 150.000 ± 3% Tablet

– Pengemasan: 10 tablet per strip, 10 strip per karton unit, 12 karton unit per shipper

——————————————–

DISCLAIMER: Dokumen ini disusun untuk keperluan edukasi dan referensi. Selalu patuhi regulasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan BPOM dalam pembuatan produk farmasi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

Stay Connected

51FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
-

Artikel terkini