Prosedur Microbial Limit Test (MLT): Panduan Lengkap untuk Pengujian Mikrobiologi Produk Farmasi
Dalam industri farmasi, pengujian mikrobiologi merupakan salah satu pilar utama pengendalian kualitas produk. Setiap bahan baku dan produk jadi harus terbebas dari kontaminasi mikroba yang berbahaya bagi kesehatan pasien. Salah satu metode pengujian yang paling banyak digunakan adalah Microbial Limit Test atau MLT. Pengujian ini menentukan apakah suatu produk memenuhi spesifikasi kualitas mikrobiologi yang telah ditetapkan, termasuk pengujian terhadap mikroorganisme patogen tertentu yang bisa membahayakan pasien.
MLT bukan sekadar pengujian rutin di laboratorium. Ini adalah benteng terakhir sebelum produk sampai ke tangan konsumen. Jika MLT gagal mendeteksi kontaminasi mikroba, dampaknya bisa sangat serius — mulai dari infeksi nosokomial pada pasien yang sudah rentan, hingga recalled produk yang merugikan perusahaan secara finansial dan reputasi. Oleh karena itu, prosedur MLT harus dijalankan dengan ketelitian tinggi dan konsistensi yang tak kompromi.
Siapa yang Terlibat?
Pelaksanaan MLT melibatkan beberapa level personel dengan tanggung jawab yang berbeda:
- Petugas atau Perwira Mikrobiologi (Trainee/Officer) — menjalankan pengujian MLT sesuai prosedur, mencatat semua observasi, dan menandatangani dokumen terkait. Mereka adalah tangan langsung di balik setiap pengujian.
- Senior Officer atau Eksekutif Mikrobiologi — memberikan pelatihan kepada personel mikrobiologi, meninjau dokumen terkait untuk akurasi dan kelengkapan, serta memastikan prosedur dijalankan dengan benar.
- Kepala QC atau Eksekutif Level Atas — meninjau seluruh aktivitas dan dokumentasi, memverifikasi kebenaran teknis, menyetujui catatan, serta memastikan bahwa pengujian memadai dan sesuai dengan prosedur ini.
- Kepala QA — menyetujui prosedur ini. Persetujuan Kepala QA menunjukkan bahwa prosedur ini sudah memenuhi standar sistem manajemen kualitas perusahaan.
Kepala departemen bertanggung jawab atas implementasi efektif prosedur ini. Artinya, jika ada kendala dalam pelaksanaan, Kepala departemen yang harus mencari solusi dan memastikan pengujian tetap bisa dilaksanakan tepat waktu.
Peralatan yang Dibutuhkan
Pengujian MLT memerlukan peralatan laboratorium khusus yang harus dalam kondisi baik dan sudah dikalibrasi. Peralatan utama meliputi:
- Laminar Air Flow (LAF) — untuk menjaga kondisi aseptik selama pengujian berlangsung
- Inkubator dengan berbagai rentang suhu — 20–25°C untuk jamur dan khamir, 30–35°C untuk bakteri aerob, dan 42–44°C untuk pengujian Escherichia coli
- Vortex mixer — untuk mencampur sampel secara homogen
- Counter koloni — untuk menghitung jumlah koloni hasil inkubasi
- Water bath — untuk pengaturan suhu tertentu selama proses persiapan sampel
- Toples anaerob — khusus untuk pengujian Clostridia yang membutuhkan kondisi tanpa oksigen
Media Kultur yang Digunakan
Berbagai media kultur digunakan dalam pengujian MLT, masing-masing dengan fungsi spesifik. Media yang paling umum digunakan meliputi:
- SCDA (Soybean Casein Digest Agar) — untuk menghitung jumlah mikroba aerob total
- SDA (Sabouraud Dextrose Agar) — untuk menghitung jumlah jamur dan khamir total
- MacConkey Agar — untuk mengidentifikasi bakteri gram negatif seperti E. coli
- Mannitol Salt Agar — untuk mendeteksi Staphylococcus aureus
- Cetrimide Agar — untuk mendeteksi Pseudomonas aeruginosa
- XLD Agar — untuk mendeteksi Salmonella dan Shigella
- EMB Agar — untuk konfirmasi keberadaan E. coli
- Enterobacteria Enrichment Broth — untuk pengayaan bakteri gram negatif yang toleran terhadap garam empedu
Persiapan Sampel
Persiapan sampel adalah langkah krusial yang menentukan akurasi hasil pengujian. Umumnya digunakan 10 gram atau 10 ml produk, kecuali ditentukan lain. Persiapan berbeda untuk berbagai jenis produk:
Produk yang Larut dalam Air: Larutkan 10 gram/ml dalam medium SCDA steril dan tambahkan air hingga volume mencapai 100 ml. Jika dicurigai adanya aktivitas antimikroba, tambahkan Polysorbate 80 sebagai penetral. Buat pengenceran serial sepuluh kali sesuai kebutuhan.
Produk yang Tidak Larut dalam Air (Non-Berlemak): Persiapan dilakukan dengan cara yang sama seperti produk larut air. Tambahkan 1 ml Polysorbate 80 per 100 ml jika diperlukan.
Produk Berlemak: Homogenkan dengan Polysorbate 80 steril (tidak lebih dari separuh berat produk) pada suhu tidak lebih dari 40°C. Tambahkan medium SCDA untuk mendapatkan pengenceran 1:10. Jaga suhu seminimal mungkin, tidak lebih dari 30 menit. Sesuaikan pH ke 6.0–8.0 jika diperlukan.
Penetralan Aktivitas Antimikroba
Beberapa produk farmasi mengandung bahan antimikroba yang bisa menghambat pertumbuhan mikroba selama pengujian, sehingga menghasilkan hasil negatif palsu. Untuk mengatasi hal ini, penetral ditambahkan ke dalam pengencer atau media sebelum sterilisasi. Berikut adalah tabel penetral yang digunakan berdasarkan jenis bahan pengganggu:
- Glutaraldehida dan merkuri → Natrium Sulfit
- Fenolik, alkohol, sorbat → Pengenceran
- Aldehida → Glisin
- Senyawa ammonium kuartener → Lekitin
- Iodin dan paraben → Polysorbate
- Merkuri → Tioglikolat
- Halogens dan aldehida → Tiosulfat
- EDTA → Ion magnesium atau kalsium
Penghitungan Mikroba Aerob Total dan Jamur/Khamir Total
Ada dua metode utama untuk menghitung jumlah mikroba:
Metode Pour Plate: Transfer 1 ml sampel yang sudah disiapkan ke piring Petri secara aseptik (dalam duplikat). Tambahkan 15–20 ml SCDA (suhu 40–45°C) untuk penghitungan mikroba aerob total, dan 15–20 ml SDA untuk penghitungan jamur/khamir total. Biarkan mengeras dan inkubasi sesuai kondisi yang ditentukan — SCDA pada 30–35°C selama 3–5 hari, dan SDA pada 20–25°C selama 5–7 hari. Hitung jumlah koloni dan hitung CFU (Colony Forming Units) per gram atau per ml.
Metode Filtrasi Membran: Gunakan membran dengan ukuran pori tidak lebih dari 0.45 mikrometer. Filter 10 ml sampel melalui membran. Cuci dengan larutan pepton steril sebanyak tiga kali masing-masing 100 ml. Transfer membran ke piring SCDA dan SDA, inkubasi seperti metode pour plate, dan hitung CFU. Metode ini lebih sensitif dan cocok untuk sampel dengan jumlah mikroba yang rendah.
Pengujian Mikroorganisme Patogen Tertentu
Bagian ini merupakan inti dari pengujian MLT. Setiap patogen diuji dengan metode yang spesifik:
Bakteri Gram Negatif Toleran Garam Empedu: Sampel diinkubasi dalam Enterobacteria Enrichment Broth, kemudian disubkultur ke Violet Red Bile Glucose Agar. Inkubasi pada 30–35°C selama 18–24 jam. Tidak adanya pertumbuhan menunjukkan kepatuhan.
Escherichia coli: Sampel diinkubasi dalam MacConkey Broth pada 42–44°C selama 24–48 jam, kemudian disubkultur ke MacConkey Agar. Koloni berwarna merah bata mengindikasikan kemungkinan keberadaan E. coli. Konfirmasi dilakukan menggunakan EMB Agar dan uji Indol.
Staphylococcus aureus: Sampel distreak ke Mannitol Salt Agar. Koloni kuning dengan zona kuning mengindikasikan keberadaan. Konfirmasi dilakukan dengan uji koagulase.
Pseudomonas aeruginosa: Sampel distreak ke Cetrimide Agar. Koloni kehijauan dengan fluoresensi mengindikasikan keberadaan. Konfirmasi dilakukan melalui produksi pigmen dan uji oksidase.
Salmonella spp.: Sampel diinkubasi dalam Rappaport Vassiliadis Broth, kemudian disubkultur ke XLD Agar. Koloni merah dengan atau tanpa pusat hitam mengindikasikan keberadaan.
Clostridia: Sampel dipanaskan pada 80°C selama 10 menit untuk membunuh vegetatif, kemudian diinokulasi dalam Reinforced Medium untuk Clostridia dalam kondisi anaerob. Subkultur ke Columbia Agar — basil gram positif dengan uji katalase negatif mengkonfirmasi keberadaan.
Candida albicans: Sampel diinkubasi dalam Sabouraud Dextrose Broth, kemudian disubkultur ke SDA. Koloni berwarna krim mengindikasikan keberadaan.
Shigella: Sampel diinkubasi dalam GN Broth, kemudian disubkultur ke XLD Agar. Koloni merah transparan dengan pusat hitam mengindikasikan keberadaan.
Penanganan Hasil di Luar Spesifikasi (OOS)
Jika hasil pengujian menunjukkan angka yang melampaui batas spesifikasi, investigasi harus segera dilakukan. Investigasi laboratorium meliputi peninjauan pelatihan analis, kondisi media, kebersihan gelas ukur, kondisi lingkungan, kalibrasi peralatan, serta verifikasi kontrol positif dan negatif. Sampel OOS harus disimpan pada 2–8°C hingga ada keputusan tindak lanjut.
Pengujian ulang dilakukan satu kali menggunakan sampel cadangan. Jika penyebab yang bisa diidentifikasi ditemukan, hasil OOS asli bisa dinyatakan tidak valid. Seluruh tindakan korektif dan preventif harus didokumentasi dengan baik.
Batas Penerimaan
Jika spesifikasi tidak tercantum dalam monografi farmakope, berikut adalah batas yang umum digunakan:
- Untuk bahan non-steril: TAMC tidak lebih dari 10³ CFU/g atau ml, TYMC tidak lebih dari 10² CFU/g atau ml
- Untuk sediaan non-steril: harus memenuhi batas TAMC, TYMC, serta ketiadaan patogen seperti E. coli, Salmonella, Shigella, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Clostridia
Kontrol negatif harus menunjukkan tidak ada pertumbuhan — ini membuktikan bahwa kondisi pengujian memenuhi standar aseptik.
Kesimpulan
Prosedur MLT adalah komponen vital dari sistem pengendalian kualitas mikrobiologi di pabrik farmasi. Dengan mengikuti prosedur ini secara konsisten dan cermat, laboratorium mikrobiologi bisa memberikan data yang akurat dan andal tentang kondisi mikrobiologi produk. Pengujian ini bukan sekadar formalitas regulasi — ini adalah komitmen terhadap keamanan pasien yang menjadi alasan utama keberadaan industri farmasi itu sendiri. Setiap langkah dalam prosedur ini dirancang untuk memastikan bahwa tidak ada produk yang terkontaminasi mikroba berbahaya sampai ke tangan konsumen.


