Protokol Kualifikasi Kinerja Sistem Air untuk Injeksi (WFI)

Protokol Kualifikasi Kinerja Sistem Air untuk Injeksi (WFI)

Air untuk Injeksi atau Water for Injection (WFI) merupakan salah satu bahan baku paling kritis dalam industri farmasi. Kualitas air yang digunakan dalam produksi obat injeksi secara langsung mempengaruhi keamanan dan efektivitas produk akhir. Oleh karena itu, sistem produksi, penyimpanan, dan distribusi WFI harus dikualifikasi secara menyeluruh untuk memastikan bahwa air yang dihasilkan memenuhi standar farmakope yang berlaku secara konsisten.

Tujuan Protokol Kualifikasi Kinerja

Tujuan dari protokol kualifikasi kinerja ini adalah untuk mengkualifikasi dan mensertifikasi kinerja dari sistem pembuatan, penyimpanan, dan distribusi air untuk injeksi. Protokol ini berlaku untuk seluruh rangkaian sistem WFI mulai dari tahap pembuatan, penyimpanan, hingga distribusi ke titik-titik penggunaan di seluruh fasilitas produksi.

Protokol ini dirancang untuk memberikan bukti dokumenter bahwa sistem WFI beroperasi secara konsisten dalam rentang parameter yang telah ditetapkan dan menghasilkan air yang memenuhi spesifikasi farmakope selama periode waktu yang representatif.

Tanggung Jawab dalam Pelaksanaan Kualifikasi

Pelaksanaan kualifikasi kinerja sistem WFI melibatkan kerja sama dari beberapa departemen fungsional. Departemen Jaminan Kualitas bertanggung jawab atas penyusunan, tinjauan, dan persetujuan protokol kualifikasi kinerja. Departemen Produksi bertanggung jawab atas tinjauan protokol dan koordinasi dengan departemen jaminan kualitas, pengendalian kualitas, dan teknik. Departemen Pengendalian Kualitas bertanggung jawab atas tinjauan protokol, pengambilan sampel, dan analisis WFI serta koordinasi dengan departemen terkait lainnya. Departemen Teknik bertanggung jawab atas tinjauan protokol dan koordinasi dengan departemen jaminan kualitas, pengendalian kualitas, dan produksi.

Kondisi Rekualifikasi

Sistem WFI harus dilakukan rekualifikasi ketika terjadi perubahan pada parameter proses, perubahan desain atau pemeliharaan berskala besar, serta perubahan pada komponen kritis seperti pompa, tangki penyimpanan, jalur pipa, dan komponen vital lainnya. Rekualifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa perubahan-perubahan tersebut tidak berdampak negatif terhadap kualitas air yang dihasilkan.

Deskripsi Sistem Multi Kolom Destilasi

Sistem pembuatan WFI berbasis Multi Column Distillation Plant (MCDP) bekerja dengan memanfaatkan prinsip perubahan fase cair-uap-cair untuk menghasilkan air dengan kemurnian sangat tinggi. Sistem ini menghilangkan kontaminan pada suhu steril tanpa menggunakan media penyaringan apa pun. Peralatan ini menggunakan prinsip “Falling Film Evaporator” yang merupakan metode paling andal untuk memproduksi WFI.

Sistem ini dirancang untuk menghilangkan kontaminasi mikroba melalui pemisahan tiga tahap. Beberapa efek atau tahap disambungkan secara seri. Setiap efek memiliki penguap terdalam berupa penukar panas shell dan tabung, pemisah menengah, dan kolom luar. Sumber energi untuk efek pertama adalah uap dari boiler, sedangkan efek-efek selanjutnya memanfaatkan panas intrinsik dari proses untuk memenuhi kebutuhan energi pemanasan.

Prinsip Kerja Pemisahan Tiga Tahap

Air umpan berupa air murni atau purified water dipanaskan terlebih dahulu menggunakan metode pemulihan panas buang dan masuk ke efek pertama dari sisi tabung. Pelat distribusi yang dirancang khusus memastikan air jatuh di sepanjang tabung sebagai “film tipis.” Film yang jatuh ini dipanaskan dengan uap pabrik sehingga mengalami penguapan kilat instan. Penguapan kilat ini membantu uap meninggalkan partikel atau tetesan yang lebih berat, yang merupakan tahap pertama pemisahan.

Perubahan fase dari air ke uap secara signifikan meningkatkan kecepatan alir saat mendekati bagian bawah kolom dengan tekanan tinggi. Uap yang bergerak keluar dari tabung dipaksa mengubah arahnya sebesar 180 derajat. Perubahan arah ini memicu pemisahan tetesan air besar, yang merupakan tahap kedua pemisahan. Tetesan ini jatuh ke bagian bawah kolom dan dikumpulkan bersama air umpan berlebih yang belum menguap.

Saat uap bergerak ke atas, spiral yang tersedia pada cangkang penguap memaksa uap bergerak dalam lintasan melingkar. Aksi sentrifugal yang dihasilkan memaksa tetesan mikroskopis dan kontaminan yang tersisa, termasuk endotoksin, ke permukaan luar yang kemudian dibuang melalui jendela yang tersedia di pemisah, yang merupakan tahap ketiga pemisahan. Uap hasil akhir merupakan uap steril murni yang bebas pirogen.

Sistem Penyimpanan dan Sirkulasi tertutup

WFI disimpan dalam tangki stainless steel berjaket yang memiliki bagian kontak dari SS 316 L dan bagian non-kontak dari SS 304. Semprotan bola atau spray ball dipasang di nosel tengah pada lubang masuk manusia untuk membasahi secara terus-menerus semua bagian kontak di permukaan atas tangki termasuk permukaan dalam lubang masuk.

Filter ventilasi hidrofobik berukuran 0.2 mikron PTFE dengan pemanas listrik dan jaket SS 316L dipasang di bagian atas tangki. Fungsi filter ventilasi ini adalah untuk mencegah masuknya bakteri yang terbawa udara ke dalam sistem serta mencegah terbentuknya tekanan atau vakum berbahaya di dalam tangki selama semua fase operasi.

Distribusi air untuk injeksi ke semua titik pengguna disediakan dalam sirkulasi tertutup. Kecepatan minimum normal WFI dalam loop adalah 2,5 meter per detik dan selama beban puncak kecepatan minimum 1,2 meter per detik harus dipertahankan. Parameter kualitas air seperti Total Organic Carbon, konduktivitas, dan suhu dipantau secara daring atau online.

Prosedur Kualifikasi Kinerja

Protokol kualifikasi kinerja dilaksanakan dalam tiga fase yang berbeda, masing-masing dirancang untuk memberikan tingkat keyakinan yang semakin tinggi terhadap konsistensi kinerja sistem WFI.

Fase I: Fase Investigasi

Fase ini berlangsung selama satu bulan. Sampel dianalisis sesuai dengan spesifikasi yang berlaku. Jika batas parameter terlampaui atau kualitas air tidak memenuhi kriteria penerimaan, investigasi harus dilakukan, tindakan korektif diambil, dan periode kualifikasi kinerja diperpanjang sesuai kebutuhan. Setelah studi Fase I selesai, laporan dan analisis tren disiapkan, ditinjau, dan disetujui oleh otoritas terkait. Jika ditemukan deviasi selama studi, hal tersebut harus dilaporkan dalam laporan deviasi.

Fase II: Fase Verifikasi

Fase II dimulai setelah Fase I selesai secara memuaskan dan berlangsung selama 21 hari. Sampel dianalisis sesuai spesifikasi. Prosedur penanganan jika terjadi pelanggaran batas parameter sama dengan Fase I, yaitu investigasi, tindakan korektif, dan perpanjangan periode jika diperlukan. Setelah studi Fase II selesai, laporan dan analisis tren disiapkan untuk ditinjau dan disetujui.

Fase III: Fase Verifikasi Kendali Jangka Panjang

Fase III berlangsung selama satu tahun setelah Fase II selesai secara memuaskan. Lokasi pengambilan sampel, frekuensi pengambilan, dan jenis pengujian akan dikurangi berdasarkan hasil yang diperoleh selama Fase I dan II. Selama frekuensi pengambilan sampel yang dikurangi, semua titik pengambilan sampel WFI harus dicakup dalam satu minggu secara bergantian. Hasil Fase III ditinjau setiap dua bulan hingga akhir periode. Pada akhir Fase III, semua hasil ditinjau dan kesimpulan ditarik berdasarkan data yang tersedia.

Parameter Pengujian WFI

Parameter-parameter yang harus diuji meliputi: deskripsi visual berupa cairan jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau; konduktivitas pada suhu 25 derajat Celcius; uji bakteri endotoksin; uji batas mikroba; keasaman atau alkalinitas; pH; amonium; kalsium dan magnesium; logam berat; klorida; nitrat; sulfat; zat yang dapat teroksidasi; serta residu penguapan.

Kriteria Penerimaan

Kriteria penerimaan untuk masing-masing parameter adalah: deskripsi berupa cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau, konduktivitas maksimal 1,3 mikrosiemens per sentimeter, endotoksin bakteri maksimal 0,25 EU per mililiter, total hitungan bakteri kurang dari 10 CFU per 100 mililiter dengan total jamur nihil, patogen seperti Escherichia coli, Salmonella, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus harus absen, pH antara 5,0 hingga 7,0, amonium maksimal 0,2 ppm, logam berat maksimal 0,1 ppm, nitrat maksimal 0,2 ppm, dan residu penguapan maksimal 0,001 persen.

Dokumentasi dan Penanganan Deviasi

Protokol kualifikasi kinerja ditandatangani oleh individu-individu yang bersangkutan dan tanggal berlaku protokol diberikan setelah disetujui oleh Kepala Jaminan Kualitas atau yang ditunjuk. Laporan yang telah diisi dilampirkan bersama laporan validasi.

Selama pelaksanaan protokol, jika ditemukan deviasi, pelaksana protokol memulai laporan deviasi dan memberikan deskripsi detail mengenai deviasi tersebut. Investigasi dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab akar dari deviasi atau kegagalan dan tindakan korektif diambil untuk meminimalkan deviasi serupa di masa mendatang. Fotokopi semua sertifikat analitis yang relevan harus dilampirkan ke laporan validasi.

Deviasi menunjukkan pergeseran dari kriteria penerimaan, namun tidak selalu berarti bahwa kualifikasi tidak dapat diterima. Keputusan mengenai kecukupan kualifikasi dibuat berdasarkan penilaian menyeluruh terhadap dampak deviasi terhadap kualitas air yang dihasilkan dan keamanan produk farmasi yang akan diproduksi menggunakan air tersebut.

Kesimpulan

Kualifikasi kinerja sistem WFI merupakan komponen kritis dalam memastikan kualitas dan keamanan produk farmasi injeksi. Melalui pelaksanaan protokol kualifikasi yang sistematis dalam tiga fase, pabrik farmasi dapat membuktikan bahwa sistem WFI mereka beroperasi secara konsisten dan menghasilkan air yang memenuhi semua persyaratan farmakope. Dokumentasi yang lengkap dan penanganan deviasi yang proper merupakan fondasi penting untuk keberhasilan kualifikasi dan kepatuhan regulasi jangka panjang.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

Stay Connected

51FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
-

Artikel terkini