spot_img

Apa itu Friability Tester ?

Apa itu Friability Tester?

Friability tester adalah alat yang digunakan untuk menguji friabilitas tablet. Friabilitas adalah sifat fisik tablet yang menunjukkan kemampuannya untuk menahan tekanan mekanis selama proses produksi, pengemasan, transportasi, dan penyimpanan. Friability tester terdiri dari sebuah drum berbentuk silinder yang dapat berputar secara horizontal. Di dalam drum, terdapat sebuah tonjolan melengkung yang berfungsi untuk mengangkat dan menjatuhkan tablet pada setiap putaran drum. Tablet yang akan diuji dimasukkan ke dalam drum dan diputar sejumlah kali sesuai dengan standar yang ditetapkan. Setelah itu, tablet dikeluarkan dari drum, dibersihkan dari debu-debu yang menempel, dan ditimbang kembali untuk mengetahui berapa persen penurunan beratnya akibat pengujian. Alat ini membantu memastikan kualitas tablet dan melindungi dosis, efektivitas, dan keamanan obat.

friability tester

Friabilitas adalah sifat fisik tablet yang menunjukkan kemampuannya untuk menahan tekanan mekanis selama proses produksi, pengemasan, transportasi, dan penyimpanan. Tablet yang memiliki friabilitas tinggi berarti mudah pecah, retak, atau mengelupas saat digesek atau digerakkan. Hal ini tentu dapat mempengaruhi dosis, efektivitas, dan keamanan obat.

Cara Menentukan Friability Tablet

Untuk menguji friabilitas tablet, digunakan alat yang disebut friability tester. Alat ini terdiri dari sebuah drum berbentuk silinder yang dapat berputar secara horizontal pada sumbu tertentu. Di dalam drum, terdapat sebuah tonjolan melengkung yang berfungsi untuk mengangkat dan menjatuhkan tablet pada setiap putaran drum. Tablet yang akan diuji dimasukkan ke dalam drum dan diputar sejumlah kali sesuai dengan standar yang ditetapkan. Setelah itu, tablet dikeluarkan dari drum dan dibersihkan dari debu-debu yang menempel. Kemudian, tablet ditimbang kembali untuk mengetahui berapa persen penurunan beratnya akibat pengujian.

Menurut Farmakope Indonesia Edisi V1, batas maksimum penurunan berat tablet akibat friabilitas adalah 1%. Jika penurunan berat lebih dari 1%, maka tablet tersebut tidak memenuhi standar kualitas dan harus diperbaiki atau dibuang. Jika terdapat tablet yang pecah, retak, atau mengelupas, maka pengujian harus diulang dengan jumlah sampel yang lebih banyak.

Selain friabilitas, ada beberapa parameter lain yang juga harus diuji pada tablet, seperti kadar air, kompresibilitas, kekerasan, waktu hancur, dan disolusi. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang masing-masing parameter tersebut.

Berapa persen kadar air yang baik untuk granul tablet ?

Kadar air adalah jumlah air yang terkandung dalam tablet. Kadar air yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mempengaruhi stabilitas, bioavailabilitas, dan disolusi obat. Kadar air yang ideal untuk granul (bahan baku tablet) adalah sekitar 2-5%2. Untuk mengukur kadar air, dapat digunakan alat seperti oven pengering, karl fischer titrator, atau moisture analyzer.

Kompresibilitas adalah kemampuan granul untuk membentuk tablet padat dengan tekanan tertentu. Kompresibilitas yang baik dapat menghasilkan tablet dengan kekerasan dan friabilitas yang sesuai. Kompresibilitas dapat diukur dengan menggunakan alat seperti kompresi meter atau kompresi tester.

Kekerasan adalah kekuatan tablet untuk menahan tekanan mekanis saat digigit atau dikunyah. Kekerasan yang baik dapat mencegah tablet pecah saat dikonsumsi atau saat disimpan. Kekerasan dapat diukur dengan menggunakan alat seperti hardness tester atau durometer.

Waktu hancur adalah waktu yang dibutuhkan oleh tablet untuk hancur menjadi partikel-partikel kecil saat ditempatkan dalam cairan. Waktu hancur yang cepat dapat meningkatkan disolusi dan bioavailabilitas obat. Waktu hancur dapat diukur dengan menggunakan alat seperti disintegration tester atau dissolution tester.

Disolusi adalah proses pelepasan zat aktif obat dari tablet ke dalam cairan. Disolusi yang baik dapat memastikan bahwa obat terserap dengan baik oleh tubuh dan memberikan efek terapi yang optimal. Disolusi dapat diukur dengan menggunakan alat seperti dissolution tester atau spectrophotometer.

Faktor-faktor yang mempengaruhi friabilitas tablet

Friabilitas tablet dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari bahan baku, proses pembuatan, maupun kondisi penyimpanan. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi friabilitas tablet:

  • Ukuran dan distribusi partikel granul. Ukuran dan distribusi partikel granul yang tidak seragam dapat menyebabkan tablet tidak padat dan rapuh. Ukuran partikel yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat mengurangi ikatan antara partikel dan mengakibatkan tablet mudah pecah. Oleh karena itu, ukuran dan distribusi partikel granul harus dikontrol dengan baik agar tablet memiliki friabilitas yang rendah.
  • Kadar pengikat dan bahan tambahan. Pengikat adalah bahan yang berfungsi untuk mengikat partikel-partikel granul menjadi tablet. Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan untuk memberikan sifat-sifat tertentu pada tablet, seperti warna, rasa, atau pelumas. Kadar pengikat dan bahan tambahan yang tidak sesuai dapat mempengaruhi friabilitas tablet. Pengikat yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menyebabkan tablet terlalu keras atau terlalu lunak. Bahan tambahan yang tidak cocok atau berlebihan dapat mengganggu ikatan antara partikel atau menyebabkan perubahan fisik pada tablet.
  • Tekanan kompresi. Tekanan kompresi adalah tekanan yang diberikan pada granul saat dibentuk menjadi tablet. Tekanan kompresi yang tidak optimal dapat mempengaruhi friabilitas tablet. Tekanan kompresi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan tablet terlalu padat atau terlalu longgar. Tekanan kompresi yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada alat-alat kompresi.
  • Kelembaban dan suhu. Kelembaban dan suhu adalah faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi friabilitas tablet. Kelembaban dan suhu yang tidak sesuai dapat menyebabkan perubahan fisik atau kimia pada tablet, seperti pengembangan, pengkerutan, perubahan warna, atau degradasi zat aktif. Kelembaban dan suhu yang tinggi juga dapat meningkatkan kadar air pada tablet, yang dapat mempengaruhi stabilitas dan disolusi obat.

Cara mengoptimalkan friabilitas tablet

Untuk mengoptimalkan friabilitas tablet, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Memilih bahan baku yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi obat.
  • Mengontrol ukuran dan distribusi partikel granul dengan menggunakan alat-alat seperti ayakan, penggiling, atau granulator.
  • Menambahkan pengikat dan bahan tambahan dengan kadar yang tepat dan sesuai dengan sifat-sifat obat.
  • Menyesuaikan tekanan kompresi dengan karakteristik granul dan alat-alat kompresi.
  • Menyimpan tablet di tempat yang kering, sejuk, dan terlindung dari cahaya.

Apakah alat yang digunakan untuk menguji kerapuhan tablet?

Alat yang digunakan untuk menguji kerapuhan tablet adalah “uji friabilitas” atau “friability tester”. Ini adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengevaluasi tingkat kerapuhan tablet, yaitu kemampuan tablet untuk bertahan atau tidak hancur selama penanganan normal.

Uji friabilitas dilakukan dengan memasukkan sejumlah tablet ke dalam drum berputar pada kecepatan tertentu. Ketika drum berputar, tablet akan saling bertabrakan dan mengalami gesekan dengan dinding drum. Setelah sejumlah putaran tertentu, tablet diambil dan ditimbang ulang. Perbedaan berat sebelum dan sesudah uji digunakan untuk menghitung tingkat kerapuhan tablet.

Dengan menggunakan uji friabilitas, produsen obat atau pengembang produk tablet dapat memastikan kekuatan dan kualitas tablet yang diproduksi.

Apa tujuan melakukan uji kompresibilitas pada tablet?

Tujuan melakukan uji kompresibilitas pada tablet adalah untuk mengukur kemampuan granul atau partikel-partikel bahan aktif untuk membentuk tablet padat dengan tekanan tertentu. Uji kompresibilitas memberikan informasi tentang kerapatannya, kekuatan, dan kemampuan berbentuknya granul saat dikompressi menjadi tablet. Dengan melakukan uji kompresibilitas, produsen obat dapat memastikan bahwa tablet yang diproduksi memiliki kekerasan dan friabilitas yang sesuai, serta memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Uji kompresibilitas juga membantu dalam proses perancangan formula tablet dan seleksi bahan baku yang tepat.

Faktor apa saja yang mempengaruhi kerapuhan tablet?

Kerapuhan tablet dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kerapuhan tablet:

  1. Sifat fisik bahan baku: Sifat fisik bahan baku seperti ukuran dan distribusi partikel, kekuatan granul, dan kemampuan pengikatan partikel berkontribusi pada kerapuhan tablet. Partikel dengan ukuran yang tidak seragam atau granul yang terlalu lemah dapat menyebabkan tablet mudah pecah.
  2. Tekanan kompresi: Tekanan yang diberikan saat kompresi tablet dapat mempengaruhi kerapuhan. Jika tekanan kompresi terlalu tinggi, tablet dapat menjadi keras dan rapuh. Sebaliknya, jika tekanan kompresi terlalu rendah, tablet dapat menjadi lemah dan mudah hancur.
  3. Kadar pengikat: Pengikat adalah bahan yang digunakan untuk mengikat partikel dalam granul. Kadar pengikat yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kerapuhan tablet. Pengikat yang terlalu sedikit dapat mengakibatkan tablet mudah pecah, sementara pengikat yang terlalu banyak dapat membuat tablet terlalu keras dan rapuh.
  4. Proses granulasi: Proses granulasi yang tidak tepat dapat menyebabkan kerapuhan tablet. Misalnya, proses pengeringan granul yang tidak cukup atau menggunakan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan granul menjadi rapuh dan mudah pecah saat dikompressi menjadi tablet.
  5. Kelembaban dan suhu lingkungan: Kelembaban dan suhu di lingkungan produksi, penyimpanan, dan transportasi dapat mempengaruhi kerapuhan tablet. Kelembaban yang tinggi bisa menyebabkan tablet menyerap air dan menjadi rapuh, sedangkan suhu yang tinggi dapat menyebabkan deformasi atau perubahan fisik pada tablet.
  6. Desain dan bentuk tablet: Desain dan bentuk tablet juga dapat mempengaruhi kerapuhan. Tablet dengan tebal dan bentuk yang tidak merata cenderung lebih rapuh dibandingkan dengan tablet yang memiliki desain dan bentuk yang baik.
  7. Penggunaan bahan tambahan: Bahan tambahan yang digunakan dalam formulasi tablet seperti pelumas, pelarut, atau penstabil dapat mempengaruhi kerapuhan. Keberadaan atau ketiadaan bahan tambahan tertentu dapat mempengaruhi interaksi antarpartikel dalam granul serta stabilitas dan kekuatan tablet.
  8. Pemakaian obat yang salah: Pemakaian obat yang tidak sesuai seperti mengunyah atau membelah tablet yang seharusnya ditelan utuh juga dapat menyebabkan kerapuhan tablet.

Pemahaman dan pengontrolan faktor-faktor ini merupakan hal penting dalam produksi tablet yang berkualitas dan tahan lama.

https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: [email protected] WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA