Mengenal Tipe Pemimpin Pelayan vs Tipe Simbolis

Tulisan kali ini saya tidak menulis yang berhubungan langsung dengan farmasi, tapi sebenarnya ini berguna sewaktu kita bekerja di kantor secara umum maupun bekerja di industri farmasi.

Dalam bekerja posisi karyawan ada yang sebagai bawahan, atasan ataupun ditengah-tengah mempunyai atasan maupun bawahan. Atasan bisa disebut pemimpin atau boss, kedua makna kata tersebut berbeda. Dalam tulisan kali ini saya akan mengurai dan mengenal tipe pemimpin. Pengenalan ini akan membantu kita dalam bekerja di kantor dalam memposisikan sikap perilaku dalam bekerja. Pemahaman tipe pemimpin ini bisa menjadi panduan bila kita masih menjadi bawahan dan akan menjadi atasan. Bisa untuk menjawab pertanyaan ” Tipe apakah saya bila nanti jadi pemimpin di kantor?”.

Ada dua tipe pemimpin yaitu tipe pemimpin simbolis vs pelayan. Pimpinan tipe Simbolis biasa mendapat jabatannya karena sistem promosi jabatan yang berdasarkan lama jabatan (senioritas) meskipun tidak ada prestasi gemilang yang signifikan, tidak memiliki kemampuan memimpin yang mumpuni atau karena dia anak/saudara/teman baik pimpinan puncak. Biasanya tipe pemimpin ini terjadi pada orang yang senior yang mendapatkan “hadiah” jabatan karena sebentar lagi pensiun. Jabatan yang didapatkan sewaktu pensiun ini mengkonfirmasi tidak ada prestasi gemilang yang diraih sewaktu masih muda, atau kondisi golden age pekerja kantor yaitu diantara usia 25-50 tahun.

Karena mendapatkan jabatan lebih karena senioritas, tentu mengenai kemampuan pas-pasan atau tidak ada istimewanya. Tipe pemimpin seperti ini biasa rentan dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh bawahannya karena dia sendiri kurang menguasai pekerjaannya, lebih suka terima laporan, dan memiliki ketergantungan berlebihan kepada anak buahnya. Bila terjadi kesalahan/diminta pertanggung jawabannya oleh pimpinan puncak hanya bisa menyalahkan pihak lain atau ngeles. Tipe pemimpin seperti ini lebih suka memerintah dan terima beres tanpa mau mengetahui prosesnya. Dalam kenyataanya tipe pemimpin ini sebenarnya juga gak tahu “how to” dari apa yang dia perintahkan. Tidak tahu juga detail bagaimana solusi bisa pekerjaan yang diperintahkan menemui kendala-kendala. Kenyataan ini dirasakan oleh bawahan walaupun bawahan/pekerja sulit mendefinisikannya tapi tetap terasa. Akhirnya pekerja menjalankan perintah tersebut atas dasar “ketakutan” dan kalah “power” daripada menjalankan dengan keikhlasan.

BACA JUGA  Perhitungan Kapabilitas Proses Berat Tablet (Cara Nomer 3)

servantleadership.jpg

Tipe kedua adalah pemimpin tipe pelayan, tipe pemimpin ini menempati jabatan tertentu karena kemampuannya dan layak sesuai dengan kompetensinya. Kompetensi dapat berupa kemampuan memimpin, menguasai bidang pekerjaan dan kemampuan decision making. Pemimpin tipe pelayan menggunakan rasa hormat yang didasarkan pada keahlian, prestasi kerja dan pendekatan simpatik pada pemain (bawahan maupun atasan) untuk bekerja sama. Sedangkan tipe simbolis lebih menggunakan “power” untuk menjalankan sesuatu, mirip dengan raja. Bila mendapatkan tipe pemimpin yang bersifat pelayan patut diyukuri karena tingkat kepercayaan dalam tim tinggi. Karena biasa mereka lebih tertarik dengan prestasi kerja daripada politicking. Mereka melihat diri mereka sebagai Pelayan bagi masyarakat yang dilayani perusahaan, bawahan maupun atasan. Bila mendapatkan bos tipe pelayan akan lebih fair kompetisi di dalam perusahaan karena orang akan mengejar kompetensi daripada misal “cari muka”.

Setelah membaca paparan diatas mengenai tipe pemimpin, pertanyaan selanjutnya adalah :

  • Saya selama ini tipe pemimpin yang mana di kantor?
  • Saya belum jadi pemimpin tapi, saya ingin pemimpin tipe apa?

Dengan memahami jawaban dari pertanyaan diatas kita dapat menentukan arah menjadi pemimpin tipe apa. Harapan saya adalah jawaban tipe pelayan, karena kondisi sekarang yang serba dinamis pemimpin simbolis sudah tidak cocok lagi dengan perkembangan jaman. Menjadi pemimpin tipe pelayanan perlu diasah bertahap dan tidak bisa begitu saja terbentuk, perlu waktu yang cukup lama.

Semoga Bermanfaat

Salam

M. Fithrul Mubarok

Sumber :

M. Fithrul Mubarok

tinggalkan komentar .........

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.