Apa itu Suspensi ?

Pengertian Suspensi

Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair (Farmakope Indonesia VI halaman 61).

Pengertian suspensi menurut Ansel:

Suspensi dapat didefinisikan sebagai preparat yang mengandung partikel obat yang terbagi secara halus disebarkan secara merata dalam pembawa dimana obat menunjukkan kelarutan yang sangat minimum. Dalam sediaan suspensi terdapat serbuk/partikel padat yang terdispersi dalam cairan pembawa. Terdiri dari fase kontinu dan fase luar, cairan/semisolid merupakan fase luar pembawanya.

Beberapa suspensi dapat langsung digunakan, sedangkan yang lain berupa campuran padat yang harus dikonstitusikan terlebih dahulu dengan pembawa yang sesuai segera sebelum digunakan.

Yang sangat penting adalah bahwa suspensi harus dikocok baik sebelum digunakan untuk menjamin distribusi bahan padat yang merata dalam pembawa, hingga menjamin keseragaman dan dosis yang tepat. Suspensi harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.

Suspensi dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu suspensi yang siap digunakan atau
suspensi yang direkonstitusikan dengan sejumlah air atau pelarut lain yang sesuai sebelum digunakan. Jenis produk ini umumnya campuran serbuk yang mengandung obat dan bahan pensuspensi yang dengan melarutkan dan pengocokan dalam sejumlah cairan pembawa (biasanya air murni) menghasilkan bentuk suspensi yang
cocok untuk diberikan.

Berbeda dengan emulsi, pada suspensi terdapat zat padat yang terdispersi pada cairan sedangkan pada emulsi cairan terdisipersi dalam cairan yang lain.

Suspensi Kering

Suspensi kering adalah suatu campuran padat yang ditambahkan air pada saat akan digunakan. Agar campuran setelah ditambah air membentuk dispersi yang homogen maka dalam formulanya digunakan bahan pensuspensi. Komposisi suspensi kering biasanya terdiri dari bahan pensuspensi pembasah, pemanis, pengawet, penambah rasa atau aroma, buffer dan zat warna. Obat yang biasa dibuat dalam sediaan suspensi kering adalah obat yang tidak stabil untuk disimpan dalam periode
waktu tertentu dengan adanya pembawa air (sebagai contoh obatobat antibiotik) sehingga lebih sering diberikan sebagai campuran kering untuk dibuat suspensi pada waktu akan digunakan. Biasanya suspensi kering hanya digunakan untuk pemakaian selama satu minggu dan dengan demikian maka penyimpanan dalam bentuk cairan tidak terlalu lama.

Contoh Sediaan Suspensi

suspensi
Obat Suspensi Sucralfate

Contoh yang terkenal dari obat suspensi adalah suspensi sucralfate. Obat sucralfate merupakan obat untuk tukak atau luka pada lambung dan usus. Obat ini berkerja dengan membuat lapisan pelindung diatas luka permukaan lambung dan usus. Sehingga luka tersebut tidak terkena asam lambung yang perih.

Sucralfate, yaitu suatu suatu garam aluminium basa sukrosa oktasulfat, merupakan
suatu obat penyembuhan luka unik yang aktif secara lokal. Obat ini mempunyai
kisaran nukleus kerja luas. Sucralfate adalah salah satu dari sedikit obat yang
memperlihatkan baik bersifat gastroptrotektif maupun sifat penyembuhan luka kronis
pada pasien.

Banyak sekali sediaan obat dalam bentuk suspensi berikut contohnya:

  • Suspensi Oral Alumina dan Magnesia, contoh obat antasida/obat maag cair
  • Suspensi Oral Alumina dan Magnesium Trisilikat
  • Suspensi Oral Alumina, Magnesia dan Kalsium Karbonat
  • Suspensi Oral Alumina, Magnesia dan Simetikon
  • Amoksisilin untuk suspensi oral
  • Amoksisilin dan Kalium Klavulanat untuk Suspensi Oral
  • Ampisilin untuk Suspensi Oral
  • Azitromisin Untuk Suspensi Oral
  • Barium Sulfat untuk Suspensi
  • Suspensi Untuk Injeksi Benzatin
  • Suspensu Tetes Mata Brinzolamida
  • Diklosasilin Natrium untuk Suspensi Oral
  • Suspensi Oral Domperidon
  • Suspensi Oral Eritromisin Etilsuksinat
  • Eritromisin Etilsuksinat untuk Suspensi Oral
  • Suspensi Oral Fenitoin
  • Suspensi Tetes Mata Fluorometolon
  • Injeksi Suspensi Hidrokortison
  • Suspensi Oral Kalsium Karbonat
  • Suspensi Oral Karbamazepin
BACA JUGA  Diagram Tulang Ikan (Diagram Ishikawa) untuk Investigasi dalam Industri Farmasi
BACA JUGA  Ujian OSPE dan OSPE (Objective Structural Pharmaceutical Examination) tahun 2020. Materi OSPE OSCE Download

dan lain-lain

Jenis-jenis Suspensi

Suspensi oral

Suspensi oral adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam
pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk penggunaan oral. Beberapa suspensi yang diberi etiket sebagai susu atau magma
termasuk dalam kategori ini.

Suspensi topikal

Suspensi topikal adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi
dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan pada kulit. Beberapa suspensi yang diberi etiket sebagai “Lotio” termasuk dalam
kategori ini.


Suspensi tetes telinga

Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair mengandung partikel-partikel
halus yang ditujukan untuk diteteskan pada telinga bagian luar.


Suspensi optalmik

Seperti tertera pada Sediaan Obat Mata.

Macam-macam Bentuk Sediaan Suspensi


Suspensi dalam dunia farmasi terdapat dalam berbagai macam bentuk, hal ini terkait dengan cara dan tujuan penggunaan sediaaan suspensi tersebut. Beberapa bentuk sediaan suspensi antara lain:
a. Suspensi injeksi intramuskuler (mis: suspensi penisilin)
b. Suspensi sub kutan
c. Suspensi tetes mata (misal : suspensi hidrokortison asetat)
d. Per oral (misal : suspensi amoksisilin)
e. Rektal (misal : suspensi para nitro sulfatiazol)
f. Sebagai reservoir obat
g. Patch transdermal
h. Formulasi topikal konvensional

Keuntungan Bentuk Sediaan Suspensi

Formulasi obat dalam sediaan suspensi memiliki keuntungan, yaitu:

  • Rasanya yang lebih enak
  • Dapat meningkatkan absorpsi (penyerapan) obat sehingga meningkatkan ketersediaan hayati obat
  • Banyak pasien menyukai obat dalam bentuk cair daripada tablet karena mudah untuk ditelan
  • Mudah diberikan untuk anak-anak
  • mudahdiatur penyesuaian dosisnya untuk anak

Kerugian Bentuk Sediaan Suspensi

  • Tidak praktis dibawah bila dibandingkan dalam bentuk sediaan lain, misalnya pulveres,tablet, dan kapsul.
  • Keseragaman dan keakuratan dosis tidak dapat dibandingkan dengan sediaan tablet
  • Efektifitas formulasi sulit dicapai karena dalam pembuatannya lebih sulit dibandngkan tablet.
  • Terjadinya sedimentasi zat atau bahan obat yang tidak terlarut.

Formulasi Sediaan Suspensi

Dalam formulasi obat suspensi terdapat bahan aktif dan bahan tambahan serta pelarut untuk membuat sediaan suspensi menjadi stabil.

Bahan-bahan tambahan pensuspensi berfungsi untuk memperlambat pengendapatm dan mencetah penggumpalan.

Bahan pensuspensi dapat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu :
a. Golongan polisakarida
1) Gom arab, tragakan dan akasia.
2) Dari sumber alam seperti agar-agar, alginat dan pektin.
3) Selulosa sintetik seperti CMC dan tilosa.
b. Golongan silikat seperti bentonit, veegum dan alumunium magnesium silikat.
c. Golongan protein seperti gelatin
d. Polimer-polimer organik seperti karbopol 934

Bahan-bahan Tambahan/ Eksipien yang ditambahkan dalam Sediaan Suspensi

  • Pelarut Pembawa
    Pelarut atau pembawa merupakan komponen terbesar dalam sediaan suspensi. Pelarut ini melarutkan bahan aktif dan bahan tambahan lain. Pelarut yang umum digunakan adalah air murni. Pemilihan pelarut dalam pembuatan suspensi tergantung sifat fisika kimia dari bahan aktif obat dan tujuan penggunaannya.
  • Larutan Penyangga
    Larutan penyangga atau buffering agent adalah larutan yang ditambahkan ke suspensi untuk menjaga agar tidak terjadi perubahan pH yang ekstrim pada larutan. Contoh umum larutan penyangga dalah sitrat dan fosfat. Sitrat digunakan untuk larutan penyangga dan menstabilkan pada kisaran pH 3-5. Sedangkan fosfat untuk menstabilkan pada kisaran 7-8.
  • Pengawet
    Pengawet ditambahkan pada larutan suspensi berair untuk menjaga larutan dari kontaminasi mikroba. Pengawet yang umum ditambahkan adalah paraben (metil/propil paraben), alkohol, gliserin, propilen glikol dan sorbat.
  • Antioksidan
    Antioksidan ditambahkan untuk beberapa larutan suspensi untuk meningkatkan stabilitas kimia dari bahan aktif obat yang mungkin mudah teroksidasi. Contoh dari antioksidan misalnya tiourea, BHT, tocopherol, asam askorbat (vitamin C), dan natrium bisulfat.
  • Agen Pembasah
    Agen pembasah digunakan untuk meningkatkan aliran pelarut diantara permukaan partikel sehingga meningkatkan homogenitas suspensi obat. Contohnya adalah polisorbat, sorbitan dan lain-lain.
  • Agen Pencegah Penyabunan/ Antifoaming agent
    Merupakan bahan tambahan yang mencegah adanya gelembung sabun yang terbentuk selama pembuatan obat suspensi atau mencegah gelembung pada saat rekonsitusi serbuk untuk suspensi. Contohnya adalah simetikon, fasfat organik, alkohol, parafin, sterat dan glikol
  • Anti flokulan
    Merupakan elektrolit netral yang dapat mencegak adanya caking suspensi. Contohnya adalah natrium atau kalium klorida, alumunium klorida dan kalsisum
  • Agen suspensi / pengubah viskositas:
    Agen pensuspensi atau suspending agent adalah koloid hidrofilik, seperti turunan selulosa, akasia, dan getah xanthan yang ditambahkan ke suspensi untuk meningkatkan viskositas, menghambat aglomerasi, dan mengurangi sedimentasi.
  • Zat perasa
    Perisa misalnya peppermint, minyak lemon, butterscotch, perisa ‘tutti-frutti’, dll., Ditambahkan ke suspensi farmasi untuk tujuan menutupi rasa.
  • Pemanis
    Pemanis sering ditambahkan ke suspensi untuk mengurangi rasa tidak enak dari obat yang larut sebagian dan untuk meningkatkan palatabilitas secara umum. Contohnya termasuk sorbitol, sirup jagung, sukrosa, sakarin, asesulfam, dan aspartam.
  • Pewarna
    Pewarna ditambahkan untuk memberikan tampilan yang lebih estetis pada produk akhir. Pilihan pewarna biasanya terkait dengan pilihan rasa, dan pilihannya juga terkait dengan populasi pasien, seperti kelompok usia dan wilayah geografis, dan kebutuhan terapeutik. Misalnya, pewarna merah biasanya digunakan dengan rasa stroberi untuk formulasi pediatrik.
  • Humektan
    Humektan ditambahkan untuk memperlambat penguapan zat pembawa berair dari bentuk sediaan selama penyimpanan dan penggunaan. Contohnya termasuk gliserol, propileneglikol dll.
  • Chelating agent:
    Chelating agent ditambahkan ke suspensi farmasi untuk melindungi bahan obat dari katalis yang mempercepat reaksi oksidatif
BACA JUGA  "SI CANTIK" SANG PENYELAMAT SEKALIGUS "PENCABUT" NYAWA MANUSIA
BACA JUGA  Borang SKP IAI Industri Farmasi

Suspensi yang Ideal

Formulasi sediaan suspensi yang ideal adalah

  • Produk akhir harus stabil secara fisik, kimiawi dan mikrobiologis.
  • Obat Suspensi harus menyenangkan secara estetika dan juga harus memiliki bau dan rasa yang enak.
  • Partikel tersuspensi harus berukuran kecil dan seragam untuk menghasilkan produk yang halus dan elegan, bebas dari tekstur berpasir.
  • Produk harus tetap cukup homogen setidaknya untuk periode antara mengocok wadah dan pada waktu mengeluarkan cairan suspensi untuk digunakan.
  • Suspensi tidak boleh terlalu kental untuk dituangkan dengan bebas dari botol atau mengalir lancar melalui jarum suntik (untuk suspensi injeksi).
  • Semua dosis yang dikeluarkan dari wadah multi-dosis harus memiliki keseragaman kandungan obat yang dapat diterima.
  • Bahan obat tidak boleh mengkristal dan / atau mengubah bentuk polimorfiknya selama penyimpanan.
  • Partikel yang tersuspensi harus mengendap perlahan dan sedimen atau creaming yang dihasilkan di penyimpanan, jika ada, harus segera menyebar kembali saat wadah dikocok perlahan.
  • Suspensi parenteral dan ophthalmic harus disterilkan dan dapat disemprotkan (untuk suspensi parenteral).
  • Suspensi parenteral harus isotonik dan tidak menyebabkan iritasi.

Stabilitas dan evaluasi dari Suspensi

Suspensi merupakan sistem yang secara termodinamik sebenarnya tidak stabil, oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah untuk membuatnya stabil dalam jangka waktu lama. Faktor yang menyebabkan suspensi stabil adalah ukuran partikel, kesegaraman isi, viskositas, tingkat disolusi, pH dan potensial zeta.

Pembuatan Suspensi di Pabrik Farmasi

Suspensi biasanya dibuat menggunakan mesin besar (mixer) untuk menyebarkan bahan serbuk yang tidak larut dalam kendaraan suspensi. Penggiling besar diperlukan untuk memastikan pencampuran yang menyeluruh karena pelarut yang digunakan biasanya kental. Selain itu, penggilingan dapat mengarah pada pengurangan atau penyempitan distribusi ukuran partikel yang diinginkan. Mixer tangan sering digunakan dalam skala laboratorium untuk pembuatan suspensi.

BACA JUGA  PENEMUAN INSULIN : BERKAT “KEJELIAN” SEORANG DOKTER BEDAH PERAIH HADIAH NOBEL TERMUDA SEPANJANG MASA
BACA JUGA  Share Materi Validasi Metode Analisis Mikrobiologi

Sifat serbuk tersuspensi dari bahan baku yang masuk sangat penting dan dikontrol secara ketat untuk memastikan atribut kualitas campuran bubuk. Serbuk termasuk ukuran partikel, bentuk, muatan, distribusi ukuran, kadar air sisa, kemampuan mengalir, kompatibilitas, dan kecenderungan agregasi. Setiap bahan disaring untuk memastikan homogenitas dan bebas dari aglomerat, diikuti dengan pencampuran dengan bahan lain dalam urutan yang memastikan pencampuran yang seragam.

Pembuatan suspensi melibatkan pencampuran komponen yang larut dalam air dengan air untuk membentuk larutan berair. Bahan padat kemudian ditambahkan ke larutan ini di bawah proses pencampuran geser tinggi secara berurutan untuk membentuk suspensi. Suspensi disalurkan ke dalam botol menggunakan mesin penyalur cairan otomatis.

Bubuk untuk suspensi, diproduksi sebagai serbuk kering. Formulasi ini dirancang agar cepat larut dengan pencampuran lembut di hadapan air. Proses pembuatan suspensi melibatkan pencampuran serbuk dari komponen formulasi diikuti dengan mengeluarkannya ke dalam wadah komersial menggunakan botol otomatis atau mesin pengisi sachet.

Mencampur bahan-bahan dalam jumlah sedikit, seperti pewarna, bisa menjadi tantangan. Biasanya, bahan-bahan tersebut dicampur terlebih dahulu dan / atau diserap pada permukaan bahan lain yang jumlahnya lebih banyak sebelum dicampur dengan bahan lainnya. Selain itu, bahan yang mungkin cair pada suhu kamar, seperti perasa cair, diserap ke bahan lain sebelum dicampur dengan sebagian besar bahan. Bahan-bahan juga dapat disaring atau digiling bersama untuk memastikan pencampurannya yang menyeluruh.

Semoga Bermanfaat

Salam

M. Fithrul Mubarok, M. Farm.,Apt

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
FollowersFollow
SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA

x