Vaksin COVID19 apakah segera diproduksi massal ?

Total kasus COVID19 sekarang ini telah mencapai lebih dari 7 juta dilansir dari situs worldometer.com. Tentu dalam masa pandemi ini kita mengharapkan segera ditemukan obat dan vaksin yang dapat mengobati penyakit ini. Dibandingkan dengan obat, vaksin terbukti lebih ampuh karena bersifat pencegahan berbeda dengan obat yang sifatnya kuratif atau mengobati orang yang sudah terkena penyakit. Dalam sejarah juga terbukti bahwa vaksin telah memusnahkan penyakit-penyakit ganas seperti volio dan cacar. Jadi sangat mungkin dengan adanya vaksin COVID19 maka tinggal menunggu waktu beberapa tahun maka penyakit COVID19 akan musnah.

Sudah hampir 5 bulan lebih semenjak kasus pertama di laporkan di China, dunia belum menemukan obat yang tepat untuk mengatasi virus ini. Semenjak kasus COVID19 ini mencuat, para peneliti seluruh dunia berlomba-lomba menemukan obat yan potensial yang dapat mengobati penyakit ini. Ribuan peneliti juga dari seluruh dunia juga sedang mengembangkan vaksin yang diharapkan efektif terhadap COVID19 ini. Menurut Badan Kesehatan dunia WHO, terdapat lebih dari 115 tim di seluruh dunia terlibat dalam penelitian pengembangan vaksin yang diharapkan dapat digunakan dalam treatmen COVID19. Perusahaan farmasi besar seperti Gilead Sciences, AstraZeneca, Pfizer dan Moderna berlomba ketat menjadi pertama dalam menemukan vaksin efektif terdahap COVID19 ini. Dari sekitar 115 tim di seluruh dunia itu dihasilkan 133 kandidat vaksin dan 10 diantaranya sudah masuk ke fase uji klinis pada manusia sehat. Sebanyak 123 kandidat vaksin dalam posisi fase uji preklinik. Pengembangan vaksin baru untuk penyakit biasanya membutuhkan waktu tahunan, akan tetapi dengan adanya kolaborasi tim peneliti di seluruh dunia diharapkan dapat dihasilalkan vaksin efektif dalam waktu beberapa bulan. Para pakar juga telah memperingatkan bahwa seadainya vaksin COVID19 ditemukan, masih terdapat kendala lain yaitu kendala logistik dimana vaksin harus didistribusikan dengan sistem distribusi rantai dingin.

Definisi Vaksin

Vaksin didefinisikan sebagai “bahan antigenik” yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau “liar” tersebut. Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan, sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil metabolismenya (protein, peptida, partikel serupa virus). Vaksin akan mempersiapkan sistem imun manusia atau hewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Sederhananya vaksin melatih sistem imun manusia untuk mengenali organisme liar / virus sehingga sistem imum bisa mengenali dan kemudian “mengamankan” virus sehingga tidak membahayakan manusia.

BACA JUGA  Share Materi "Basic Application Of Quality Risk Management in Pharmaceutical Industry"

Apabila suatu saat terkena atau terpapar virus/bakteri ini, sistem imun kita secara otomatis akan bisa mengenai kemudian membunuh bakteri atau virus tersebut dengan antibodi yang dihasilkan oleh sistem imun tubuh kita. Kalau dalam tubuh kita belum pernah diberikan vaksin, maka ibaratnya kita mendapat “serangan” mendadak dan sistem imun kita “belum kenal” dan “belum siap” menghadapi si penyerang ini. Akibatnya, tentu si penyerang ini, yaitu bakteri atau virus tersebut leluasa “mengobrak-abrik” sistem pertahanan tubuh kita, sehingga akhirnya kita pun jatuh sakit sesuai dengan bakteri/virus penyebab penyakit tersebut.

Apakah bila sudah divaksinasi maka masih bisa sakit? Tentu masih bisa akan tetapi tingkat keparahannya lebih rendah dibandingkan dengan yang belum pernah mendapatkan vaksinasi. Ini bisa terjadi karena sistem imun telah terlatih sehingga bisa mengenai penyakit dan membuangnya dari tubuh, bisa jadi karena sistem imun tidak lebih kuat sehingga tetap sakit.

Bagaimana Vaksin dibuat ?

Ada beberapa tahapan dalam proses pembuatan (produksi) Vaksin. Masing – masing vaksin memiiki tata cara/prosedur yang berbeda. Tetapi secara umum, proses produksi vaksin dapat dibagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut :

  1. Pemilihan strain atau “Benih” Mikroorganisme (bakteri atau virus)Produksi vaksin dimulai dengan sejumlah kecil virus tertentu (atau disebut virus “benih”). Virus “benih” ini harus bebas dari “kotoran”, baik berupa virus yang serupa atau variasi dari jenis virus yang sama. Selain itu, benih harus disimpan dalam kondisi “ideal”, biasanya beku, yang mencegah virus menjadi lebih kuat atau lebih lemah dari yang diinginkan. Benih disimpan dalam gelas kecil atau wadah plastik. Jumlah yang kecil hanya 5 atau 10 sentimeter kubik, mengandung ribuan hingga jutaan virus, nantinya dapat dibuat menjadi ratusan liter vaksin.
  2. Penumbuhan (pengembang-biakan) Virus/Bakteri dalam media yang sesuai
    Setelah pemilihan strain mikroorganime yang akan digunakan untuk produksi vaksin, langkah berikutnya adalah “membiakan” virus tersebut dalam media yang sesuai. Virus yang diambil dari “bank cell” alias benih mikroorganisme (virus atau bakteri) tersebut dimasukkan ke dalam media yang sesuai sehingga bisa berkembang-biak dalam jumlah yang diperlukan
  3. Isolasi dan Pemurnian Mikroorganime
    Tahap ketiga dalam proses produksi vaksin adalah isolasi dan pemurnian mikroorganisme yang dihasilkan dari proses pengembang-biakan pada tahap 2. Ini adalah tahapan TERPENTING dalam proses produksi vaksin. Tujuan dari isolasi dan pemurnian ini adalah memisahkan komponen mikroorganisme yang dikehendaki dari bahan-bahan lain, terutama media dan juga membuang mikroorganime lain yang mungkin ikut tumbuh pada saat tahap 2. Pada tahapan ini juga untuk memisahkan dan membuang virus yang mati atau cacat selama proses pengembang-biakan.
  4. Inaktivasi (pelemahan atau “pembunuhan”) Mikroorganisme
    Tahapan proses produksi berikutnya yang tidak kalah penting dibanding proses isolasi dan pemurnian mikroorganisme adalah tahapan Inaktivasi Mikroorganisme, bahkan tahapan ini sangat mempengaruhi JENIS VAKSIN yang akan dihasilkan.
  5. Formulasi (pencampuran, produksi, pengeringan (bila perlu), pengisian, dan pengemasan)Seperti halnya sediaan farmasi lainnya, sebelum digunakan untuk pasien, mikroorganisme yang sudah sudah diinaktivasi tersebut harus diformulasikan untuk menjadi sediaan farmasi.
  6. Kontrol Kualitas dan Distribusi
    Setiap tahapan dari proses produksi vaksin harus mengikuti kaidah GMP (CPOB) dan diawasi dengan ketat oleh lembaga yang berwenang. Badan Kesehatan Dunia (WHO ) juga mengeluarkan sejumlah peraturan sehingga vaksin yang diproduksi oleh perusahaan dari manapun di seluruh dunia akan memiliki kualitas yang sama.
BACA JUGA  Download Artikel Mengenai Kapabilitas Proses

Telah jelas diatas bahwa pengembangan vaksin sangat panjang dan melewati berbagai prosers yang lama sehingga wajar saja vaksin dibuat dalam rentang tahunan. Akan tetapi para ilmuwan masih optimis dalam penemuan vaksin ini, ini dikuatkan dengan berbagai kabar mengenai pengembangan berbagai vaksin di berbagai negara.

Berikut perkembangan terbaru mengenai pengembangan vaksin COVID19 ini.

  1. Tim dari Universitas Oxford dan Perusahaan Farmasi AstraZeneca

AstraZeneca yang sedang mengembangkan kandidat vaksin yang disebut AZD1222. Pengembangan kandidat vaksin ini bekerjasama dengan Universitas Oxford. Dikatakan bahwa pengembangan vaksin ini telah sesuai dengan jalur, dimana dijadwalkan pada bulan September 2020 ini ditargetargerkan akan diproduksi 2 juta dosis vaksin apabila hasil uji dinyatakan aman.

  1. CSL dan Universitas Queensland

CSL dan Universitas Queensland berencana memproduksi 100 juta dosis vaksin COVID19 akhir tahun ini. Kandidat vaksin ini dibuat dengan teknik ‘molecular clamp’. Penelitan skala laboratorium dinyatakan menghasilkan hasil yang menjanjikan.

 

  1. Perusahaan Farmasi Moderna

Kandidat vaksin dari perusahaan farmasi Amerika Moderna disebut mRNA-1273. Kandidat vaksin ini bekerja dengan melatih sistem imun manusia untuk mengenali protein khusus pada permukaan virus COVID19. Protein pada permukaan khusus pada virus berguna bagi virus untuk menempel pada sel-sel manusia sehingga dapat menginfeksi. Perkembangan terbaru dilaporkan bahwa kandidat vaksin ini memasuki pengujian Fase II pada manusia.

  1. China

Negara China dilaporkan telah mengembangkan 5 kandidat vaksin yang telah diujikan Fase II pada manusia. Ini merupakan pengembangan terbesar yang diujikan pada manusia dibandingkan dengan negara lain. Perusahaan farmasi China Sinovac yakin 99% bahwa kandidat vaksin ini akan berhasil.

  1. Pfizer dan BNTECH

Perusahaan farmasi raksasa asal Amerika Serikat bekerja sama dengan perusahaan farmasi Jerman BNTECH, telah sampai mengembangkan kandidat vaksin dan dicobakan pada manusia. Kandidat vaksin adalah vaksin tipe mRNA yang sedang dicobakan pada sukarelawan sehat. Percobaan vaksin pada sukarelawan ini dicobakan di Jerman dan sebagian wilayah Amerika Serikat. Pfizer percaya bahwa vaksin COVID19 ini akan siap pada akhir Oktober 2020.

  1. Perusahaan Farmasi Inovio
BACA JUGA  Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Perusahaan Farmasi Inovio dilaporkan telah menghasilkan kandidat vaksin yang menjanjikan, kandidat vaksin ini diberi nama IN0-480. Kandidat vaksin ini menghasikan respon positif pada tikus.

Status dan perkembangan vaksin selengkapnya dirangkum dalam tabel berikut :

perkembangan vaksin

 

Berikut peta dunia dan negara dalam pengembangan vaksin COVID19

vaccine

 

Dengan berbagai perkembangan diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan dalam penemuan vaksin sudah pada jalur yang tepat. Bahkan beberapa negara sudah mendeklarasikan bahwa vaksin ini bila ditemukan akan menjadi barang publik sehingga semua negara dapat memilikinya tanpa paten. Tentu ini kabar yang menggembirakan karena akan membuat vaksin lebih murah untuk didapatkan sehingga diharapkan pemberiannya akan menjadi lebih luas. Ini masuk akan dilakukan karena konsep pemberian vaksin memang harus diberikan pada semua populasi yang luas demi mengeradikasi COVID19 ini. Tidak ada optimal pemberian vaksin bila hanya sekelompok populasi yang kebal karena populasi yang tidak kebal bisa jadi menularkan akhirnya populasi yang tidak kebal menjadi lebih tinggi. Kita harapkan vaksin segera ditemukan kemudian dapat diberikan pada semua negara dan COVID19 musnah sehingga kita beraktivitas normal seperti biasa.

 

Semoga Bermanfaat

 

Salam

M. Fithrul Mubarok

Sumber :

 

M. Fithrul Mubarok

tinggalkan komentar .........

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.