spot_img

Berlangganan Artikel

Berlangganan artikel untuk mendapatkan informasi terkini industri farmasi

Sampling di Industri Farmasi

Kualitas produk farmasi sangat bergantung pada kualitas bahan baku dan bahan aktif. Untuk mengetahui kualitas bahan baku dan bahan aktif dilakukan sampling pada wadah bahan. Sampling yang tidak benar tidak akan mewakili keseluruhan populasi, oleh karena itu penting untuk mengetahui teknik dan metode sampling dalam industri farmasi. Sampling yang benar dapat memberikan keyakinan pada kita untuk melakukan analisa. Sampling merupakan permulaan awal dari keseluruhan langkah mengetahui kualitas dan sangat penting.

Terdapat bermacam-macam metode sampling:

  • Akar N (jumlah) + 1

Metode √N + 1 bermula pada tahun 1920 sebagai skema sampling untuk inspektor pertanian. Walaupun metode ini hampir digunakan oleh setiap industri dan juga oleh US FDA, biasanya untuk kedatangan material bahan. Banyak juga orang yang mempertanyakan validitas √N + 1 karena tidak ditemukan dalam teks statistik. Walaupun banyak yang meragukan validitas√N + 1 ini, akan tetapi metode √N + 1 ini direkomendasikan dalam dokumen FDA CBER 03/01/92 Draft Points to Consider in the Manufacture of In Vitro Monoclonal Antibody.” According to FDA’s docket no. 91N-0466, section V3.

√N + 1 direkomendasikan oleh FDA dalam FDA’s Investigations Operations Manual, yang berbunyi, ” … a general rule is to collect samples from the square root of the number of cases or shipping containers but not less than 12 or more than 36 subs in duplicate” –> ..aturan umum untuk mengumpulkan sampel dengan akar jumlah dalam kasus kedatangan wadah tapi tidak lebih dari 12 wadah atau lebih dari 36 sub dalam duplikat.

Therapeutic Goods Administation, Australia (TGA) mengatakan dalam guidelinenya “Sampling and testing of complementary medicines” bahwa √N + 1 dapat digunakan untuk sampling bahan baku dan sampling bahan aktif.

Jadi dapat disimpulkan cara sampling √N + 1 secara statistik benar dan valid bila kasusnya sama dengan General Level 1 pada ANSI/ASQ Z1.4.

BACA JUGA  Kualifikasi Kinerja Sistem Pengolahan Air Industri Farmasi

Metode sampling ini adalah metode yang paling populer dalam melakukan sampling di industri farmasi. Rumusnya adalah √N + 1, dimana N adalah jumlah wadah yang diterima. Biasanya metode ini digunakan untuk sampling bahan baku (dalam container) atau bahan kemas. Metode ini digunakan untuk mengurangi jumlah wadah yang akan diperiksa dari keseluruhan populasi. Beberapa industri mempunyai aturan sendiri dimana ada batas untuk wadah (container). Bila wadah 10 atau kurang , semua wadah harus disampling.

  • Metode sampling menurut WHO, WHO TRS 929 Annex 4;”WHO Guidelines for sampling of pharmaceutical products and materials”.

WHO
Guideline WHO tentang sampling

Guideline dapat didownload disini.

Sampling ini terdiri dari 3 rencana:

1. n-plan: Digunakan bila material seragam dan supplier telah dikenali (sudah sering memasok ke kita ) dan terpercaya. Sampel dapat dilakukan pada bagian manapun dari kontainer. Sampel diambil dengan menggunakan rumus √N + 1. Unit sampling dipilih secara acak dan semua kontainer harus disampling bila jumlahnya 4 atau kurang dari 4.

BACA JUGA  Daftar Pabrik Farmasi Indonesia Beserta Alamatnya

2.p-plan: sampling yang dilakukan dengan metode ini bila material yang diterima datang dari sumber terpercaya dan indentifikasi material sedang dilakukan. Sampling dilakukan dengan rumus p=0,4√N dan sampel dikumpulkan dalam wadah yang berbeda.

3. r-plan: sampling dengan metode ini digunakan bila material mencurigakan dan diterima dari supplier yang tidak terpercaya/sumber tidak jelas. Sampling menggunakan rumus r=1,5√N. Dengan rumus ini jumlah yang disampling akan lebih banyak dari pada n-plan untuk medapatkan tingkat kepercayaan. Semua sampel dikumpulkan pada wadah terpisah dan dipindah ke laboratorium QC untuk identifikasi. Jika sampel memenuhi test identifikasi sampel kemudian dianalisis lanjutan untuk mengetahui kadar.

Sampling metode ini juga ditulis dalam POPP jilid 1 halaman 274-275, 305,306,310 dan 311

  • Sampling dengan Attributes menggunakan Standar ANSI/ASQ Z1.4-2008
BACA JUGA  HVAC(Heating Ventilating Air Conditioning) Menurut WHO TRS 961

Industri farmasi sering juga menggunakan American National Standards Institute (ANSI)/American Society for Quality (ASQ) Z1.4-2008: Sampling Procedures and Tables for Inspection by Attributes untuk inspeksi kerusakan produk/proses produk. ANSI/ASQ Z1.4-2008: Sampling Procedures and Tables for Inspection by Attributes adalah sistem sampling yang diterima, sistem ini menyediakan cara normal, diperketat dan rencana pengurangan yang diaplikasikan inspeksi atribut dalam persen nonconforming dan nonconformities per 100 unit. Sampling ini menggunakan tabel-tabel yang bersambungan. Ada cara khusus bagaimana menggunakan tabel-tabel dalam ANSI/ASQ Z1.4-2008, sehingga banyak orang salah menggunakan. Biasanya orang salah dalam memilih ukuran sampling, pemilihan kriteria penerimaan yang salah atau rencana atribut yang digunakan pada data variabel. Jadi sangat penting memahami cara menggunakan tabel-tabel dalam ANSI/ASQ Z1.4-2008, kesalahan dalam menggunakan dapat menyebabkan kesalahan sampling dan interpertasinya.

ansi
Salah satu tabel dalam ANSI/ASQZ

Di CPOB 2012 dalam pengambilan bahan kemas  : POPP jilid 1 halaman 316-320, untuk sampling merekomendasikan ANSI/ASQZ atau ISO 2859. Akan tetapi setahu saya penggunaan metode sampling ini sebenarnya tidak terbatas hanya pada bahan pengemas tapi juga bisa diaplikasikan ke dalam bahan baku dan bajan aktif obat. Ada juga cara sampling menggunakan military standar, tapi pada februari 1995 US federal government membatalkan military standar (Mil Std 105E). Akibatnya ANSI/ASQ Z1.4 menjadi pendekatan sampling yang populer.

Untuk cara menggunakan ANSI/ASQ Z1.4-2008 dan aplikasinya akan saya tulis dalam artikel terpisah selanjutnya, karena cara penggunaanya cukup rumit dan harus paham kaidah-kaidah statistika.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana kita memilih metode sampling?

Kapan menggunakan metode sampling √N + 1? WHO sampling? ANSI?

Menurut pemahaman saya industri farmasi bebas menggunakan metode mana saja untuk keperluan kegiatan samplingnya, dengan catatan industri farmasi menyertakan “reasoning”nya juga. Reasoning yang dimaksud adalah sebaiknya dituangkan dalam  prosedur tetap dan bila perlu kajian mengenai cara sampling beserta alasannya. Kajian sebaiknya juga menyertakan literatur-literatur terpercaya seperti CPOB 2012, Guideline FDA, Guideline WHO, Guideline TGA, ISO atau ANSI/ASQ. Dengan disertai kajian maka akan semakin meyakinkan industri dan memahamkan industri mengenai sampling. Pemahaman dan keyakinan ini sangat penting karena sampling merupakan titik kritis dalam rangkaian pengujian kualitas. Adanya kajian juga akan meyakinkan auditor (seperti Auditor BPOM) yang sangat kritis dan selalu bertanya mengenai dasar-dasar suatu keputusan.

BACA JUGA  LIPITOR : KISAH DIBALIK “OBAT TERLARIS” SEPANJANG MASA (Bagian Kedua)
BACA JUGA  Pameran & Workshop Industri Pendukung Kefarmasian Nasional 2016 (bagian 1)

Sumber

– Statistical Solutions: Square Root of (N) + 1 Sampling Plan

Sampling Plan SQRT n+1 for Pharmaceutical

WHO TRS 929 Annex 4;”WHO Guidelines for sampling of pharmaceutical products and materials”.

CPOB 2012 dan POPP jilid 1

Sampling by Attributes Using the ANSI/ASQ Z1.4-2008 Standard

TGA:Technical guidance on the interpretation of manufacturing standards: Sampling and testing of complementary medicines

Semoga bermanfaat

M.Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

Related Articles

9 COMMENTS

  1. […] Sampling merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam industri, terutama industri farmasi. Sampling meliputi sampling bahan baku, bahan aktif dan bahan kemas. Sampling yang tidak benar dapat menyebabkan salah interpretasi mengenai hasilnya. Terdapat macam-macam metode sampling dalam industri farmasi, untuk selanjutnya bisa dibaca pada artikel:“Sampling di Industri Farmasi”. […]

  2. […]  Berlatar belakang saya berbeda pendapat terhadap rekan kerja mengenai RSD dan jumlah sampel. Akhirnya saya jadi penasaran mengenai ini. Minimum sampel yang dimaksud dalam artikel ini adalah berapa jumlah sampel yang diambil dari suatu populasi dalam konteks ini populasi berupa massa produk (bulk material) bukan berupa material dalam satuan dus, tube, drum dan box. Untuk sampling pada material dus, tube, drum, box ataupun produk jadi akan lebih tepat menggunakan Sampling Attribute Menggunakan Standar ANSI/ASQ Z1.4-2008. Untuk mengetahui bagaimana macam metode sampling di Industri Farmasi dapat membaca tentang  Sampling Di Industri Farmasi. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

22,043FansLike
2,818FollowersFollow
SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

x