Mengenal NDMA, Senyawa Penyebab Metformin ditarik FDA

Kontributor: Prisma WI

Hallo pembaca semua beberapa waktu lalu sempat heboh berita mengenai Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat yang kembali merilis peringatan kepada pasien dan profesional perawatan kesehatan untuk melakukan beberapa penarikan kembali secara sukarela dari metformin pelepasan diperpanjang (Extended Release/ER). Penarikan dilakukan karena kemungkinan obat-obatan itu mengandung nitrosodimethylamine (NDMA) di atas batas asupan yang dapat diterima. Selain FDA pada bulan Desember tahun 2019, Health Sciences Authority (HSA) juga melakukan hal yang sama.

obat metformin
Obat Metformin HCl

Metformin adalah obat anti-diabetes yang sudah digunakan secara global sejak tahun 1957. Metformin terbukti aman dan efektif dalam pengobatan pasien diabetes tipe 2 dewasa, terutama pada pasien dengan kelebihan berat badan dan kadar glukosa yang tidak dapat dikontrol melalui diet khusus dan aktivitas fisik saja. Di Indonesia, Metformin termasuk salah satu obat esensial dan dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan obat diabetes lain atau dengan insulin.

Kasus adanya penarikan akibat NDMA ini bukan pertama kali terjadi pada Metformin, sebelumnya beberapa obat seperti Ranitidine, serta obat antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker (ARB) seperti Irbesartan, Valsartan, dan Losartan. Lantas apa sih NDMA itu? Mengapa keberadaannya dianggap membahayakan Kesehatan?

Apa NDMA itu?

NDMA merupakan zat kimia organik yang termasuk golongan nitrosamin. Nitrosamin adalah senyawa organik dengan struktur kimia R 2 N ? N = O, dimana R biasanya merupakan gugus alkil.

Struktur NDMA
Struktur NDMA

NDMA terbentuk melalui reaksi nitrit dengan amina sekunder. Sementara banyak nitrosamin bersifat karsinogenik, beberapa tidak, dan potensinya bervariasi tergantung pada struktur molekulnya. NDMA terbentuk secara spontan terutama pada reaksi yang menggunakan panas tinggi.

NDMA banyak digunakan terutama dalam penelitian laboratorium untuk menginduksi tumor pada hewan percobaan. Zat ini dapat terbentuk selama memasak makanan, terutama daging dan ikan yang diawetkan, yang mengandung natrium nitrit sebagai pengawet, tetapi juga ditemukan dalam beberapa sayuran, keju, minuman beralkohol dan buah-buahan, dan sebagai kontaminan dalam produk karet.

BACA JUGA  Share Materi:Meningkatkan Kualitas Produk Generik dan Produktivitas Pabrik di Era JKN
BACA JUGA  HEPA Filter dan Virus COVID19

NDMA harusnya tidak ada pada produk obat. Senyawa ini bukan bahan baku yang digunakan untuk produksi obat, namun terbentuk sebagai hasil samping reaksi kimia yang sebenarnya keberadannya tidak diinginkan. Beberapa reaksi kimia pembuatan obat  yang melibatkan alkilamina dengan nitrogen oksida, asam nitrat atau garam nitrit berpotensi menghasilkan NDMA.

Ada atau tidaknya senyawa NDMA pada produk bahan obat tergantung pada proses pemurniannya. Apabila proses pemurnian dilakukan dengan baik, maka senyawa ini dapat dibuang seluruhnya atau nilainya dibawah ambang batas yang diperbolehkan.

Mengapa NDMA dianggap berbahaya?

NDMA memiliki sifat karsinogen kuat pada hewan percobaan. NDMA telah diklasifikasikan oleh IARC sebagai salah satu penyebab kanker bagi manusia. N-Nitrosodimethylamine menghasilkan kanker dengan cara melibatkan biotransformasi oleh enzim mikrosomal hati dan menghasilkan ion metildiazonium. Metabolit reaktif ini membentuk tambahan DNA, dengan merujuk ke O6-methylguanine sebagai karsinogen. Hasil-hasil penelitian terhadap NDMA mendukung asumsi NDMA berhubungan positif dengan kanker lambung dan kolorektal.

Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Selain pada Obat NDMA paparan NDMA juga dapat terjadi karena:

  • Memakan makanan yang mengandung nitrosamin, seperti daging dan ikan yang diasap atau dibakar
  • Memakan makanan yang mengandung alkylamines, yang dapat menyebabkan NDMA terbentuk di perut
  • Minum air yang terkontaminasi
  • Minum minuman malt (seperti bir dan wiski) yang mungkin mengandung kadar nitrosamin rendah yang terbentuk selama pemrosesan
  • Menggunakan produk perlengkapan mandi dan kosmetik seperti sampo dan pembersih yang mengandung NDMA
  • Menghirup asap rokok
  • Paparan di tempat kerja dapat terjadi di penyamakan kulit, pabrik pembuat pestisida dan pabrik karet dan ban
BACA JUGA  Selamat Datang di Blog Farmasiindustri.com
BACA JUGA  GEORGE RIEVESCHL, AHLI TEKNIK KIMIA - PENEMU “BENADRYL” - OBAT BATUK DAN ALERGI PALING POPULAR DI DUNIA

(EPA, 2014)

Bagaimana dengan Metformin yang ada di Indonesia?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menegaskan bahwa produk extended release/rilis diperpanjang mengandung metformin yang beresiko kanker karena tercemar NDMA diatas ambang normal tidak beredar di Indonesia.

Badan POM bersama industri farmasi pemegang izin edar di Indonesia telah melakukan kajian terhadap semua produk yang mengandung Metformin sediaan lepas lambat (extended release) yang beredar di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa produk Metformin yang beredar di Indonesia memenuhi persyaratan ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan (acceptable daily intake), yaitu 96 ng/hari. 

Badan POM senantiasa mengawal keamanan, khasiat, dan mutu produk obat, termasuk produk Metformin, sebelum dan sesudah beredar dengan mengacu pada standar nasional maupun internasional. Badan POM terus mengikuti perkembangan informasi terkait produk Metformin dan akan memperbarui informasi sesuai dengan data terbaru.

Masyarakat diimbau agar tidak resah dengan pemberitaan yang beredar mengenai produk Metformin. Bagi masyarakat yang sedang dalam pengobatan menggunakan Metformin, agar tetap melanjutkan pengobatan dan tidak menghentikan atau menggantikan penggunaannya dengan obat anti-diabetes lain tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Bagaimana jika sudah terlanjur mengkonsumsi obat/ makanan yang berpotensi mengandung NDMA?

Adapun perihal pasien yang telah terlanjur mengonsumsi obat-obatan yang berpotensi mengandung NDEA atau NDMA disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau apoteker yang terpercaya. Pasien yang terlanjur mengonsumsi obat tersebut dengan dosis yang lebih rendah atau untuk jangka waktu yang lebih pendek akan berisiko lebih rendah.

Kita tidak perlu panik. Memang NDMA dikatakan potensial karsinogenik, yaitu merangsang timbulnya kanker kalau dikonsumsi dalam jangka panjang. Itupun tidak berarti bahwa setiap orang yang mengonsumsi NDMA akan terserang kanker.

BACA JUGA  Spesifikasi Kebutuhan Pengguna CPOB
BACA JUGA  Capping Tablet dan Solusinya

Sumber:

PENJELASAN BADAN POM RI TENTANG KEAMANAN PRODUK METFORMIN https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/120/PENJELASAN-BADAN-POM-RI-TENTANG–KEAMANAN-PRODUK-METFORMIN.html

Environmental Protection Agency (EPA). 2014. Technical Fact Sheet – N-Nitroso-dimethylamine (NDMA). Tersedia di: https://www.epa.gov/sites/production/files/2014-03/documents/ffrrofactsheet_contaminant_ndma_january2014_final.pdf

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
FollowersFollow
SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA

x