spot_img

Industri Farmasi India ! Superpower Farmasi Dunia

Industri farmasi India memiliki perkembangan yang pesat. Negara ini merupakan salah satu produsen farmasi terbesar di dunia dan memiliki industri generik yang sangat kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, India juga mengalami peningkatan dalam industri farmasi inovasi, dengan banyak perusahaan farmasi besar dan start-up baru yang berbasis di sana. Keuntungan dalam biaya produksi dan sumber daya manusia yang berbakat juga membuat India menjadi tujuan penting bagi perusahaan farmasi asing untuk melakukan outsourcing dan membuka pabrik di sana. Namun, masih ada beberapa masalah yang dihadapi oleh industri farmasi India, seperti regulasi yang kurang jelas dan infrastruktur yang buruk.

sumber: https://www.ibef.org/industry/pharmaceutical-india/infographic

Sejarah Industri Farmasi di India

Sejarah industri farmasi di India dimulai pada awal abad ke-20, saat beberapa perusahaan farmasi kecil mulai berdiri dan memproduksi obat-obatan generik. Pada tahun 1948, pemerintah India memperkenalkan Industri Kecil dan Menengah (SSI) dan memberikan dukungan finansial dan fasilitas produksi bagi perusahaan-perusahaan farmasi kecil.

Pada tahun 1970-an, beberapa perusahaan farmasi besar mulai membuka pabrik mereka di India, dan memanfaatkan keuntungan dalam biaya produksi dan sumber daya manusia yang berbakat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan regulasi yang lebih baik, industri farmasi India mulai berkembang dan memasuki pasar global.

Pada tahun 1980-an dan 1990-an, beberapa perusahaan farmasi India memulai ekspansi mereka ke luar negeri dan menjadi produsen obat-obatan generik yang berkembang pesat. Industri farmasi India juga memulai produksi obat-obatan terapis biologis dan memanfaatkan kemajuan dalam teknologi bioteknologi untuk menghasilkan produk-produk baru.

Sekarang, industri farmasi India memegang posisi penting dalam industri farmasi global, dengan banyak perusahaan farmasi dan start-up baru yang fokus pada penelitian dan pengembangan obat-obatan baru dan terapis biologis. Negara ini juga memiliki banyak perusahaan yang mengekspor bahan baku aktif farmasi dan produk-produk farmasi ke berbagai negara di seluruh dunia.

Bahan Baku Aktif Farmasi yang di produksi di India

India memproduksi berbagai jenis bahan baku aktif farmasi, termasuk:

  1. Penicillin
  2. Streptomycin
  3. Tetracycline
  4. Erythromycin
  5. Cephalosporin
  6. Vitamin B complex
  7. Anti-tuberculosis
  8. Anti-malaria
  9. Hormon steroid
  10. Asam amino esensial.

Industri farmasi India juga memproduksi bahan baku aktif untuk obat-obatan generik dan bahan baku untuk produk farmasi lainnya seperti suplemen, produk dermokosmetik, dan produk nutrisi.

Industri farmasi India juga mengekspor bahan baku aktif untuk produk-produk farmasi lain, seperti suplemen, produk dermokosmetik, dan nutrisi. Negara-negara tujuan ekspor bahan baku farmasi India meliputi Amerika Serikat, Uni Eropa, China, dan negara-negara lain di seluruh dunia.

Industri Bioteknologi Farmasi di India

Industri bioteknologi farmasi di India sedang berkembang pesat. Negara ini memiliki banyak perusahaan bioteknologi dan start-up baru yang fokus pada penelitian dan pengembangan obat-obatan baru dan terapis biologis. Keuntungan dalam biaya produksi dan sumber daya manusia yang berbakat membuat India menjadi tujuan penting bagi perusahaan bioteknologi asing untuk membuka pabrik dan melakukan outsourcing di sana. India juga memiliki program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri bioteknologi, termasuk dukungan finansial dan fasilitas penelitian.

Meskipun demikian, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh industri bioteknologi farmasi India, seperti regulasi yang kurang jelas, infrastruktur yang buruk, dan kurangnya dukungan finansial dan penelitian yang memadai. Namun, dengan pemerintah yang terus berupaya untuk mengatasi masalah tersebut, industri bioteknologi farmasi di India diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu pemain penting di industri bioteknologi global.

Idustri Farmasi India vs Amerika Serikat

Hubungan industri farmasi India dengan Amerika Serikat memiliki beberapa aspek positif dan negatif. Pada aspek positif, India memiliki beberapa perusahaan farmasi yang sangat berkembang dan memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan farmasi Amerika Serikat. Banyak perusahaan farmasi India juga memiliki beberapa fasilitas produksi di Amerika Serikat dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan farmasi Amerika Serikat untuk menghasilkan produk-produk farmasi.

Namun, ada juga beberapa isu yang mempengaruhi hubungan antara kedua negara dalam industri farmasi. Salah satunya adalah perselisihan tentang hak paten obat-obatan, dimana India memiliki regulasi yang lebih longgar dan memungkinkan produksi obat-obatan generik yang mungkin melanggar hak paten perusahaan farmasi Amerika Serikat. Ini menyebabkan beberapa perselisihan dan tuntutan hukum antara kedua negara.

Meskipun demikian, hubungan antara India dan Amerika Serikat dalam industri farmasi terus berkembang dan berubah seiring waktu. Beberapa inisiatif dan dialog antara kedua negara juga sedang dilakukan untuk mengatasi permasalahan dan meningkatkan kerjasama dalam industri farmasi. Kedua negara juga bekerja sama dalam hal penelitian dan pengembangan obat-obatan baru dan terapis biologis untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

India dan Indonesia tentang Farmasi

Pengalaman saya menangani bahan baku obat maka bahan baku dari India selalu ada hampir di semua formula obat. Ini dikarenakan bahan baku dari India termasuk yang murah dan kualitas memenuhi standar. India juga memiliki beragam bahan baku yang bisa menjadi alternatif pengganti dalam formula. Pengiriman bahan baku dari India juga relatif lebih cepat daripada bahan baku dari negara Eropa/Amerika.

Kendala utama bahan baku dari India baik bahan baku aktif maupun tambahan adalah pemenuhan dokumen halal yang disediakan oleh pabrik bahan baku di India. Mengingat India bukan negara mayoritas muslim dan regulasi halal disana belum ketat maka industri bahan baku obat tidak banyak yang secara sistematis menerapkan sistem jaminan halal didalam produksinya. Dokumen halal yang sering diminta oleh industri farmasi Indonesia adalah :

  • Sertifikat Halal
  • Alur Proses pembuatan bahan baku
  • Pengisian kuisioner halal
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: [email protected] WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA