Parameter Mikrobiologi pada Validasi Pembersihan

Validasi Pembersihan di Industri Farmasi

Parameter mikrobiologi merupakan salah satu yang penting dan sering terlupakan pada validasi pembersihan. Validasi Metode Pembersihan adalah proses terdokumentasi untuk membuktikan proses pembersihan peralatan manufaktur dilakukan sesuai dengan persyaratan CPOB. Sering kali selama pembuatan dan pemrosesan produk farmasi, residu aktif tertinggal pada peralatan dan dapat menyebabkan kontaminasi pada produk berikutnya yang diproses dalam peralatan yang sama.

Residu zat aktif yang tertinggal ini masih boleh ada dipermukaan alat asal masih dalam batas yang dipersyaratkan. Residu zat aktif yang tersisa dapat dihitung menggunakan kriteria toksikologi, 10 ppm dan dosis harian. Residu ini harus dihitung ketiga-tiganya kemudian dipilih yang terkecil.

Saya pernah terlibat dalam penghitungan dan memang njlimet dan susah, karena dibutuhkan banyak data dari literatur. Cilakanya literatur sering tidak menyediakan data yang kita minta, misalnya data toksikologi pada manusia dan lain-lain. Ini biasanya merupakan kendala umum dalam penentuan batas residu MACO (maximum allowable carryover).

mikrobiologi
Mikrobiologi

Di berbagai negara, ada badan pengatur khusus yang ditetapkan untuk memastikan kualitas proses yang digunakan untuk membersihkan peralatan manufaktur setelah pemrosesan produk farmasi AS misalnya, Food and Drug Administration (FDA) Amerika adalah badan yang bertanggung jawab atas validasi pembersihan pengawasan di seluruh perusahaan manufaktur dan pengolahan yang berbeda.

Dalam penentuan MACO dan hal-hal lain terkait validasi pembersihan dapat juga mengacu pada APIC Guideline terbaru.

Mikrobiologi sebagai Aspek Validasi Metode Pembersihan


Proses validasi metode pembersihan melibatkan lebih dari satu langkah. Metodologi yang jelas dan ditentukan sebelumnya harus diikuti sehubungan dengan dokumentasi yang dilakukan sebelum dimulainya keseluruhan proses. Ini berarti bahwa penelitian mendalam harus dilakukan untuk menentukan aspek klinis dan sifat semua mikroorganisme yang ditemukan dalam peralatan. Studi mikroba sering dilakukan selama tahap awal dari keseluruhan studi untuk mengetahui dari apa residu di dalam peralatan yang sedang dibersihkan terbuat dari apa. Hal ini diperlukan ketika berbagai jenis produk diproduksi secara berurutan.

BACA JUGA  Share Materi Validasi Pembersihan dari ISPE
BACA JUGA  Mengikuti Seminar PIC/S GMP Guide – Seri Keenam 23 Februari 2017

Bila sudah diuji dan mendapatkan batas mikroba (semisal maksimal 50 CFU) maka ada baiknya dilanjutkan dengan identifikasi mikrobanya. Identifikasi mikroba harus diyakinkan bahwa mikroba yang tertinggal bukan mikroba patogen. Hal ini masuk dalam parameter syarat validasi pembersihan dimana absen adanya mikroba patogen.

Selama studi mikroba, mikroba yang dikumpulkan dari peralatan harus disimpan dalam wadah yang telah disterilkan sebelumnya untuk menghindari kontaminasi lebih lanjut dari spesimen penelitian. Spesimen yang terkontaminasi dapat menyebabkan hasil yang bias selama studi akhir. Selama bertahun-tahun badan regulator BPOM dari negara yang berbeda-beda telah memperhatikan pentingnya mikrobiologi dalam validasi pembersihan. Banyak penekanan dilakukan pada studi dan penelitian mikroba menyeluruh sebelum, selama dan setelah proses pembersihan.

Mengapa Mikrobiologi Diperlukan selama Validasi Metode Pembersihan


Seluruh proses validasi pembersihan terutama melibatkan pengumpulan, penyimpanan, studi, dan analisis berbagai spesimen yang dikumpulkan; pada berbagai bagian mesin yang sedang dibersihkan. Isi mikroba dari spesimen ini dipelajari dan dibandingkan satu sama lain. Sampel yang terkontaminasi akan memiliki nilai kandungan mikroba yang berbeda dari sampel yang tidak terkontaminasi. Langkah utama yang diambil ketika mempelajari spesimen ini adalah mikrobiologi dan harus dilakukan oleh individu dengan keahlian industri untuk memastikan penelitian menyeluruh.

Batas mikroba ini dalam validasi pembersihan menjadi penting untuk meyakinkan tidak adanya cemaran mikroba pada produk farmasi. Adanya cemaran mikroba berisiko terhadap keamanan produk farmasi. Ini menjadi penting terutama pada produk sediaan yang berair seperti sediaan cair oral dan krim semisolid.

Walaupun dalam sediaan farmasi sudah diberi pengawet ini tidak menjamin produk farmasi selalu batas mikroba dibawah persyaratan. Jadi walaupun sudah ada pengawet dalam sediaan tetap menjadi penting dilakukan validasi pembersihan dengan mempersyaratkan batas mikroba.

BACA JUGA  Share File Dokumen-dokumen tentang CPOB
BACA JUGA  Share Materi Seminar ISPE "Metodologi Statistika untuk Pengolahan Data Validasi Proses dan PQR"

Berbeda dengan batas residu kimia, pada batas residu mikrobiologi justru dilakukan dalam beberapa hari (misal 3 hari) untuk memantau perkembangan mikroba selama 3 hari setelah terakhir kali dibersihkan. Ada parameter CHT (clean holding time) dan DHT (dirty holding time). Pada batas residu mikroba ini dalam beberapa hari cenderung naik, dikarenakan mikroba bisa hidup dan berkembang, berbeda dengan residu kimia yang benda mati.


Residu aktif mengandung unsur-unsur yang menunjukkan karakteristik mikroba dan aspek klinis yang berbeda. Deterjen yang digunakan selama proses pembersihan harus dipelajari melalui mikrobiologi untuk menetapkan nilai klinis dari bahan penyusunnya.

Mikrobiologi dan Dokumentasi selama Validasi Metode Pembersihan


Proses mikrobiologis yang diikuti selama proses pembersihan harus didokumentasikan dengan jelas. Ini memastikan pemeriksaan yang lancar dan menghindari kebingungan selama keseluruhan proses. Studi mikrobiologi akan tetap menjadi salah satu langkah terpenting dalam validasi pembersihan karena hasil yang diperoleh akan digunakan dalam banyak cara: menentukan metodologi yang akan digunakan selama proses pembersihan, menentukan elemen yang berbeda seperti deterjen yang akan digunakan dan untuk memastikan jumlah pembersihan dilakukan adalah tingkat yang memuaskan sebelum manufaktur berikutnya dilakukan.

Analisis mikroba adalah proses validasi metode pembersihan yang sangat penting dan harus dilakukan oleh para ahli dengan pengalaman yang relevan. Dalam ekonomi yang berkembang pesat, orang cenderung berfokus pada kualitas dan validasi metode pembersihan yang dilakukan pada peralatan manufaktur selalu memainkan peran utama dalam kualitas akhir produk.

Sumber:https://www.pharmaguideline.com/2018/09/importance-of-microbiological-analysis-in-cleaning-validation.html

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
BACA JUGA  CARA MEMBACA CPOB (CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK) BAGIAN 1
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
FollowersFollow
SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA