Laporan Kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 2017 tentang Industri Farmasi

Setiap tahun BPOM mengelurkan laporan kinerja tentang industri farmasi. Yang sudah ada dalam website resminya adalah Laporan Kinerja BPOM tahun 2017, tahun 2018 belum karena masih berjalan.

cover
Laporan Kinerja BPOM 2017

Berikut saya tampilkan bagian-bagian halaman yang penting :

Halaman 3

Pada tahun 2017, Direktorat mempunyai dua sasaran kegiatan yang pertama adalah meningkatkan mutu sarana produksi produk terapetik dan sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terkini dengan indikator kinerja : “Persentase hasil inspeksi dengan temuan kritikal yang ditindaklanjuti tepat waktu” target yang diharapkan untuk dicapai sebesar 75%” (dihitung dari industri farmasi yang hasil inspeksinya terdapat temuan kritis).
Sasaran kegiatan kedua adalah pelaku usaha menjamin mutu obat dengan indikator kinerja:
“Jumlah industri farmasi yang meningkat tingkat kemandiriannya” dengan target tahun
2017 sebanyak 12 (dua belas) industri farmasi. Dari target tersebut yang telah ditetapkan pada tahun 2017, realisasi untuk indikator pertama adalah sebesar 66,67% sehingga pencapaian kinerja sebesar 88,89%, sedangkan realisasi indikator kedua telah tercapai dari target yang telah ditetapkan yaitu 12 (dua belas) industri farmasi dengan capaian 1000/0. Dengan tercapainya target kinerja yang telah ditetapkan diharapkan pencapaian outcome yaitu kepatuhan industri farmasi dalam pemenuhan persyaratan CPOB terkini tetap meningkat. Dengan demikian, mutu obat yang dihasilkan industri farmasi dapat terjamin, sesuai dengan Visi Badan POM yaitu untuk melindungi masyarakat.

Halaman 18

indikator kinerja
Sasaran dan kinerja BPOM

Halaman 19 dan 20

level kemandirian industri farmasi.png
Kemadirian / Maturitas Industri farmasi

Level Kemandirian Industri Farmasi Indonesia, Penggolongan Industri Farmasi

Pathological, dengan ciri pemenuhan CPOB hanya sebatas untuk melakukan perbaikan atas temuan Badan POM; tidak ada CAPA, QMS dan QRM; cenderung menyembunyikan ketidakpemenuhan dari inspektur.)

BACA JUGA  Share Materi CPOB dan CPKB

Reactive, dengan ciri industri farmasi hanya mengutamakan CA (Corrective Active), belum sampai pada PA (Preventive Action).

BACA JUGA  Networking dalam Bekerja : Prinsip Kunci Sukses karena Kerja Keras Saja Tidak Cukup

Calculative, dengan ciri industri farmasi sudah mengerti dan mulai menjalankan CAPA dengan baik, namun pelaksanaan QMS (Quality Management System) dan QRM (Quality Risk Management) belum sepenuhnya berjalan dengan baik.


Proactive, dengan ciri QMS dan QRM sudah dijalankan dengan baik, namun belum ada continuous improvement dengan baik)

Generative, dengan ciri pemenuhan CPOB sudah menjadi kebutuhan sehingga merupakan bagian dari budaya perusahaan.

Kriteria Kemandiran Industri Farmasi

  • Memiliki dan menjalankan sistem Corrective Action dan Preventive Action (CAPA) dengan baik, dan atau
  • Memiliki dan melaksanakan Qualiu Management Sysfem (QMS) dengan baik, dan/atau
  • Memiliki dan mefaksanakan Quality Risk Management (QRM) dengan baik, dan/atau
  • Mampu melaksanakan Monitoing, Assessment dan lmprovement (MAI) dengan baik, dan/atau
  • Mampu melaksanakan continuous improvement.
kriteria kemandirian industri farmasi.png

Halaman 28 , 29, 30

Industri farmasi asing di inspeksi.png
Indsutri Farmasi asing yang diinspeksi tahun 2017
hasil sampling
Jumlah Obat TMS tahun 2017
jumlah obat MS.png
Jumlah Obat MS
jumlah industri meningkat.png
Jumlah Industri Farmasi yang Meningkat Kemandirian

Untuk laporan lengkap dapat didownload setelah mengisi form berikut

[goal id=”11967″]

Salam

M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
FollowersFollow
SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA