Bagaimana Pengoperasian Kromatografi Cair Kinerja Tinggi ?

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi atau HPLC (High-performance liquid chromatography) adalah teknik yang digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan mengukur komponen campuran. Ini biasa digunakan di berbagai industri, termasuk farmasi, makanan dan minuman, dan lingkungan.

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

Untuk mengoperasikan sistem Kromatografi Cair Kinerja Tinggi / HPLC, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Rakit sistem Kromatografi Cair Kinerja Tinggi /HPLC sesuai dengan petunjuk pabrikan. Ini biasanya melibatkan menghubungkan pompa, injektor, kolom, dan detektor.
  2. Siapkan fase gerak. Fase gerak adalah cairan yang digunakan untuk membawa sampel melalui kolom. Ini biasanya merupakan campuran pelarut, seperti air dan pelarut organik, dan mungkin juga mengandung bahan kimia lain untuk menyesuaikan pH atau kekuatan campuran.
  3. Siapkan sampel. Sampel adalah campuran yang ingin dianalisis menggunakan HPLC. Itu harus dalam bentuk cair dan harus bebas dari partikel apa pun yang dapat menyumbat kolom.
  4. Injeksikan sampel ke dalam sistem HPLC. Ini biasanya dilakukan dengan menggunakan injektor, yang memungkinkan Anda memasukkan sampel dalam jumlah yang tepat ke dalam sistem.
  5. Mulai sistem HPLC dan biarkan berjalan. Fase gerak akan membawa sampel melalui kolom, dimana komponen campuran akan dipisahkan berdasarkan sifat kimianya.
  6. Pantau keluaran detektor. Detektor digunakan untuk mengukur jumlah setiap komponen saat dielusi dari kolom. Informasi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur komponen sampel.
  7. Setelah analisis selesai, matikan sistem HPLC dan bongkar sesuai petunjuk pabrikan. Ini biasanya melibatkan pembilasan sistem dengan pelarut untuk menghilangkan sampel yang tersisa dan membersihkan komponen untuk mencegah kontaminasi.

Perlu diingat bahwa langkah spesifik untuk mengoperasikan sistem HPLC dapat bervariasi tergantung pada model dan pabrikan tertentu. Penting untuk membaca petunjuk yang diberikan oleh produsen dengan saksama dan mengikuti semua tindakan pencegahan keselamatan saat menggunakan peralatan ini.

BACA JUGA  Kualifikasi/ Sertifikasi Analist Pemeriksaan di Laboratorium
BACA JUGA  Validasi Pembersihan dengan TOC Analyzer vs HPLC

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi di Farmasi

HPLC ini sering digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan memurnikan berbagai senyawa dalam sampel, seperti bahan aktif dalam obat. HPLC bekerja dengan menggunakan fase gerak cair dan fase diam untuk memisahkan komponen campuran berdasarkan sifat fisik dan kimianya. Kromatogram yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur berbagai komponen dalam sampel.

Dalam industri farmasi, HPLC biasa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti:

  • Mengidentifikasi bahan aktif dalam obat dan menghitung konsentrasinya
  • Memurnikan sampel bahan farmasi aktif (API, Active Pharmaceutical Ingredient)
  • Menganalisis mutu dan kemurnian BAO (bahan aktif obat) dan produk obat jadi
  • Pengujian keberadaan pengotor atau produk degradasi dalam produk obat
  • Menentukan stabilitas produk obat dari waktu ke waktu
  • HPLC adalah alat penting untuk industri farmasi karena memungkinkan analisis senyawa obat yang akurat dan tepat. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk obat, serta untuk mendukung pengembangan dan pembuatan obat baru.

Beberapa merk HPLC yang biasa digunakan dalam industri farmasi

  • Waters
  • Shimadzu
  • Agilent
  • Thermo Fisher Scientific

Bagaimana memilih HPLC di Industri Farmasi

Saat memilih sistem HPLC untuk digunakan dalam industri farmasi, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  • Aplikasi atau tujuan khusus untuk sistem HPLC, seperti jenis sampel yang akan Anda analisis dan jenis senyawa yang akan dipisahkan.
  • Persyaratan sensitivitas dan akurasi untuk aplikasi Anda, serta kisaran konsentrasi yang Anda perlukan agar dapat dideteksi dan diukur.
  • Jenis fase diam dan bergerak yang Anda perlukan, serta jenis detektor dan aksesori atau bahan habis pakai lainnya.
  • Throughput dan kapasitas sampel sistem HPLC, serta persyaratan kemudahan penggunaan dan pemeliharaan.
  • Keseluruhan biaya dan nilai sistem HPLC, termasuk harga pembelian awal dan biaya bahan habis pakai dan pemeliharaan jangka panjang.
BACA JUGA  LIPITOR : KISAH DIBALIK “OBAT TERLARIS” SEPANJANG MASA (Bagian Kedua)
BACA JUGA  LIPITOR : KISAH DIBALIK “OBAT TERLARIS” SEPANJANG MASA (Bagian Kedua)

Mungkin juga bermanfaat untuk berkonsultasi dengan para ahli atau melakukan penelitian untuk membandingkan pilihan yang berbeda dan menentukan sistem HPLC mana yang paling cocok untuk kebutuhan industri farmasi.

Dalam penyusunan spesifikasi dapat disusun SKP, DQ, IQ, OQ dan PQ. Dokumen tersebut harus lengkap dan juga disertai manual mutu. Jangan lupa untuk meminta kalibrasi dari vendor yang masih berlaku. Pemilihan pelayanan setelah pembelian juga harus dipertimbangkan, jarak dan kecepatan vendor datang ke pabrik juga menjadi pertimbangan penting. Ketersediaan sparepart dan kolom juga penting dalam pertimbangan pemilihan merk HPLC.

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
FollowersFollow
SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA

x