Pentingnya Growth Promotion Testing (GPT) Dalam Pengujian Mikrobiologi

Kontributor : Slamet Triyowibowo

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Growth Promotion Testing atau biasa disebut dengan GPT. Pada pengujian GPT ada beberapa point penting yang perlu diketahui antara lain:

1.       Apa Itu Growth Promotion Testing?

Growth Promotion Test
Growth Promotion Test

Definisi Growth Promotion Testing dalam farmakope Indonesia dinyatakan sebagai uji fertilitas atau lebih jelasnya uji kesuburan media untuk pertumbuhan mikro organisme. Tujuan dilakukan Growth Promotion Testing untuk memastikan kesuburan suatu media atau membuktikan bahwa suatu media mampu menjadi tempat pembenihan mikroba dalam suatu pengujian pada laboratorium mikrobiologi.

2.       Apa saja persyaratan pada uji Growth Promotion Testing?

Uji Growth Promotion Testing memiliki persyaratan dasar antara lain:

a.       Dilakukan setiap bets media siap pakai dan setiap bets media baru yang dibuat. Biasanya pada pengujian mikrobiologi dalam membuat media uji disiapkan media untuk beberapa kali pengujian beberapa hari ke depan, pembuatan media tersebut adalah satu bets media dan perlu dilakukan  uji Growth Promotion Testing. Uji Growth Promotion Testing dilakukan setiap bets media karena setiap pembuatan media terdapat beberapa titik kritis yang dapat mempengaruhi kesuburan suatu media. Berikut beberapa titik kritis pada pembuatan media untuk uji mikrobiologi:

·         Penimbangan bahan

Pada saat penimbangan bahan diharapkan tepat sesuai kebutuhan tidak boleh kurang, dikarenakan pada saat penimbangan misalkan bobotnya sedikit dibawah kebutuhan akibat kelalaian personil maupun karena personil tidak mengetahui nilai koreksi timbangan media tersebut konsentrasinya dibawah yang dipersyaratkan dan akan berpengaruh terhadap nilai nutrisi media untuk pertumbuhan mikro organisme.

·         Pemanasan media

Pada saat pemanasan media diharapkan tidak menggunakan suhu yang terlalu tinggi. Untuk alasan kepraktisan biasanya pembuatan media langsung dengan sekala besar dalam satu kali sterilisasi agar saat dibutuhkan stok media yang ada tinggal dipanaskan kembali. Dari tren yang sudah dilakukan di laboratorium  mikrobiologi unit plant watudakon menggunakan suhu 250 °C di atas hot plate masih baik digunakan untuk pembenihan bakteri.

BACA JUGA  Pengalaman Audit MOSA (modified on-site audit) Sistem Jaminan Halal Pabrik Farmasi

·         Sterilisasi Media

Untuk sterilisasi media dengan autoklaf memakai suhu 120 °C selama minimal 15 menit, apabila saat sterilisai suhu kurang dari 120 °C atau waktu kurang dari 15 menit media tidak steril dengan sempurna, akibatnya media berpotensi kontaminan, hal tersebut akan sangat berpengaruh pada saat media digunakan untuk uji penghitungan jumlah mikroba maupun uji bakteri spesifik.

b.       Jumlah mikroba yang ditanam pada media untuk uji Growth Promotion Testing adalah tidak lebih dari 100 cfu. Penggunaan mikroba kurang dari 100 cfu selain karena sesuai yang disebutkan pada farmakope Indonesia maupun USP, jumlah mikroba tersebut sangat ideal dan lebih mudah untuk dilakukan perhitungan.

c.       Mikroba yang digunakan tidak boleh lebih dari passage ke 5 (USP, Farmakope Indonesia).

3.       Bagaimana Uji Growth Promotion Testing dilakukan?

Uji Growth Promotion Testing terhadap media dilakukan pada uji:

a.       Microbial Enumeration Test

Microbial Enumeration Test atau biasa disebut uji Angka Lempeng Total dan Angka Kapang Khamir adalah analisis kuantittatif lengkap dari suatu produk untuk menentukan jumlah total mikroba dan jamur. Pada pengujian tersebut diperlukan pengujian Growth Promotion Testing dimaksudkan untuk kontrol positif apakah media benar-benar dapat ditumbuhi bakteri sesuai jumlah bakteri yang ditanam pada media tersebut, apabila dari media yang ditanam bakteri yang jumlahnya misalkan 75 cfu dan ternyata jumlah bakteri yang tumbuh kurang dari 50% dari jumlah bakteri yang ditanam dapat disimpulkan bahwa pengujian jumlah bakteri dan jamur pada sampel produk tidak valid karena media tidak dapat menumbuhkan bakteri sebagaimana mestinya. Begitu juga sebalikanya apabila dari media yang ditanam bakteri yang jumlahnya misalkan 75 cfu dan ternyata jumlah bakteri yang tumbuh lebih dari 50% dari jumlah bakteri yang ditanam dapat disimpulkan bahwa pengujian jumlah bakteri dan jamur pada sampel produk sudah valid. Adapaun bakteri uji yang digunakan untuk uji Growth Promotion Testing antara lain (FI V <51>): 

BACA JUGA  Download Jurnal : Qualification of Analytical Instruments for Use in the Pharmaceutical Industry: A Scientific Approach

·         Staphylococcus Auresus ATCC 6538

·         Pseudomonas Aeruginosa ATCC 9027

·         Bacillus Subtilis ATCC 6633

·         Candida Albicans ATCC 10231

·         Aspergillus Brasiliensis ATCC 6404

Contoh pengujian Microbial Enumeration Test yang dilakukan pada media agar dan media cair:

·         Contoh pengujian Microbial Enumeration Test yang dilakukan pada media agar

–          Disiapkan inokulum mikroba ? 100 cfu

–          Inokulasikan pada media bets baru dan media bets sebelumnya yang telah lulus uji GPT (dilakukan secara duplo)

–          Inkubasikan semua media

–          Hasil pembacaan kemudian disesuaikan dengan kriteria keberterimaan sepeerti contoh berikut ini:

Media bets sebelumnya: 50 cfu

Media bets baru: Harus berada pada rentan 25 cfu – 100 cfu 

Misalkan hasil GPT dari beberapa produsen media TSA:

Triptic Soy AgarCfu per 0,1 ml
Media Merek A35
Media Merek B48
Media Merek C56
Media Merek D25
Tabel Media Pertumbuhan Mikroba

Dari hasil contoh GPT pada beberapa merek media TSA di atas terdapat perbedaan jumlah mikroba yang tumbuh, jadi dapat disimpulkan bahwa uji Growth Promotion Testing sangat perlu dilakukan karena setiap bets media maupun setiap merek media yang berbeda terdapat perbedaan jumlah pertumbuhan mikroba, karena hal tersebut untuk menentukan media yang cocok maupun media yang masih layak pakai.

·         Contoh pengujian Microbial Enumeration Test yang dilakukan pada media cair

–          Pada dasarnya pengujian Microbial Enumeration Test yang dilakukan pada media cair sama dengan media agar, perbedaan hanya pada pembacaan hasil inkubasi saja. Kriteria keberterimaan pada media cair adalah dibandingkan tingkat kekeruhan pada media bets baru dengan media bets sebelumnya yang sudah lulus uji GPT. Media dikatakan memenuhi syarat apabila tingkat kekeruhan media baru sebanding dengan bets sebelumnya atau bisa dilanjutkan dengan uji GPT pada media agar untuk memastikan jumlah koloni yang tumbuh tidak berbeda secara signifikan.

BACA JUGA  Packaging/Bahan Kemas di Industri Farmasi

b.       Test for Specified Microorganism

Test for Specified Microorganism atau uji mikroorganisme spesifik adalah uji batas mikroba spesifik yang mungkin terdeteksi dengan kondisi dan metode yang sesuai. Metode uji dirancang untuk menetapkan suatu produk memenuhi kriteria mutu. Adapaun bakteri uji yang digunakan untuk uji Growth Promotion Testing antara lain (FI V <51>): 

·         Staphylococcus Auresus ATCC 6538

·         Pseudomonas Aeruginosa ATCC 9027

·         Escherichia Coli ATCC 8739

·         Salmonella Thypimurium ATCC 14028

·         Candida Albicans ATCC 10231

·         Costridium Sporogenes ATCC 11437

Berikut adalah 3 sifat yang diuji pada pengujian GPT untuk media selektif:

–          Uji Fertilitas mikroba yang digunakan ? 100 cfu

–          Uji Indikatif ? 100 cfu

–          Uji Daya Hambat  ? 100 cfu

Contoh Uji GPT pada media selektif Manitol Red Salt Agar:

–          Inokulasikan mikroba Staphylococcus aureus pada media MSA bets baru, bets sebelumnya yang lulus uji GPT dan media non selektif untuk kontrol positif (dilakukan secara duplo)

–          Inkubasi selama 3 hari kemudian baca hasilnya

–          Pertumbuhan Staphylococcus aureus pada media bets baru harus sebanding dengan media bets sebelumnya yang telah lulus uji GPT

–          Staphylococcus aureus yang tumbuh harus berwarna putih/kekuningan dengan zona berwarna kuning di sekeliling koloni.

c.       Sterility Test

Sterility test atau uji sterilitas adalah suatu metode untuk mengetahui sedian farmasi atau alat kesehatany ang dipersyaratkan harus dalam keadaan steril. Dengan demikian sediaan dan peralatan tersebut harus bebas dari mikroorganisme.

Pada dasarnya uji Growth Promotion Testing pada uji sterilitas sama dengan pengujian GPT pada media cair untuk Microbial Enumeration Test.

M. Fithrul Mubarok

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.