spot_img

Berlangganan Artikel

Berlangganan artikel untuk mendapatkan informasi terkini industri farmasi

Perbedaan Kondisi Aseptis dan Steril

Kondisi aseptis dan steril adalah kondisi yang berbeda dikarenakan kondisi aseptis harus bebas dari patogen (mikroba berbahaya) sedangkan kondisi steril adalah bebas dari mikroba apapun.

perbedaan aseptis dan steril
Perbedaan aseptis dan steril

Kebanyakan orang tidak mengerti kondisi aseptis dan kondisi steril, ini bisa dimaklumi karena memang pengertian antara kedua istilah tadi mirip. Kedua istilah ini sering digunakan dalam rumah sakit, dalam pembersihan dan dalam farmasi.

Persamaan antara kondisi aseptis dan steril adalah keduanya merupakan teknik untuk menghilangkan mikroba yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Aseptis

Aseptis adalah sesuatu dimana dibuat bebas kontaminasi, sesuatu tersebut (bisa benda/ruangan) tidak akan menghasilkan mikroba yang berbahaya (virus, bakteri atau jamur).

Dalam aseptis permukaan benda, lingkungan atau produk dijaga agar bebas dari kontaminasi. Bakteri, virus dan jamur mikroorganisme dijaga agar tidak dapat hidup atau berkembang biak. Proses aseptis tidak membuat kondisi steril, hanya saja menjaga peralatan/ruangan tetap dalam kondisi steril.

Kondisi aseptis digunakan bila seseorang ingin menjaga peralatan atau ruangan bebas dari kontaminasi. Jadi dirancang pada kondisi aseptis peralatan atau ruangan tersebut tidak akan memberi kesempatan kepada mikroba untuk berkembang biak. Proses aseptis akan menjaga produk tetap aman, contohnya untuk makanan beku yang didistribusikan lewat rantai dingin.

Teknis aseptis membutuhkan kondisi yang kompleks dan spesifik. Dalam mencapai kondisi aspetis dibutuhkan pengetahuan mengenai virus dan bakteri yang berbahaya bagi produk dan bagaimana tetap menjaga bakteri yang berguna tetap hidup.

Aseptis penting dalam pembuatan produk obat steril yang dibuat dengan teknis aseptis. Obat yang dibuat dalam teknis aseptis adalah obat yang tidak tahan panas.

BACA JUGA  Perubahan ISO 14644-1: 2015 tentang Pengukuran Partikel Ruang Bersih

Aseptik digunakan dalam konteks dengan prosedur operasional ruang bersih. Selain mengenakan baju khusus, juga diterapkan pada persyaratan memiliki pakaian pelindung diri. Sarung tangan, masker, tutup rambut, kacamata, celemek, dan jas lab termasuk dalam kategori ini.

BACA JUGA  Fleksibilitas CPOB selama Pandemi COVID-19

Prosedur operasional standar ruang bersih farmasi pada dasarnya menentukan pendekatan aseptik. Ini sering mencakup pedoman seperti:

  • Kapan harus mengganti pakaian pelindung
  • Dalam rangka apa untuk mengenakan dan menghapus barang-barang tersebut
  • Alat dan peralatan uji yang digunakan pada staf ruang bersih setelah mengenakan barang pelindung
  • Cuci tangan
  • Tidak dipakainya jam tangan dan perhiasan
  • Inspeksi visual area kerja
  • Frekuensi sanitasi
  • Gunakan larutan dengan setidaknya 70% alkohol

Aseptis penting untuk ruang bersih farmasi tempat orang bekerja karena manusia adalah pembawa mikroba yang efektif. Itu tidak menjamin sterilitas penuh. Meskipun demikian, ini mempromosikan lingkungan yang steril dengan memasukkan langkah-langkah seperti praktik operasional ruang bersih, pelatihan, dan mengenakan gaun pelindung dan alat pelindung lainnya.

Steril

Steril adalah kondisi dimana produk bebas dari semua jenis kuman.

Pada teknis steril setiap bakteria baik bakteria yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya akan dimusnahkan. Teknik ini dofunakan untuk mendapatkan kondisi lingkungan bebas dari segala macam mikroba yang hidup. Contohnya sterilisasi peralatan bedah, dimana semua mikroba dimatikan dengan sterilisasi. Dalam pembedahan tidak boleh ada mikroba yang hidup di peralatan sehingga akan menginfeksi luka dan berbahaya untuk pasien.

Steril adalah produk benar-benar bebas dari mikroorganisme. Benar-benar tidak ada bakteri. virus atau jamur (bahkan spora). Pada steril tidak membedakan bakteri berbahaya maupun yang baik.

Sterilisasi dapat dicapai dengan berbagai cara. Dalam sterilisasi semua mikroba baik mikroba berbahaya maupun tidak berbahaya dibunuh semuanya. Metode paling umum dalam sterilisasi adalah dengan bahan kimia (isopropil alkohol), sterilisasi panas autoclave, sterilisasi dengan gas atau dengan radiasi sinar.

BACA JUGA  Cara membuat Hand Sanitizer dan Izinnya

Teknik steril digunakan untuk menghilangkan semua mikroba sedangkan teknis aseptis digunakan untuk mencegah pertumbuhan mikroba.Steril merupakan kondisi agresif sedangkan aseptis adalah kondisi pasif.

BACA JUGA  Top 10 Perusahaan Farmasi Dunia

Kondisi ruang bersih farmasi sesuai dengan kelas kebersihan steril (kelas ABCD)tidak sepenuhnya bebas mikroba. Justru untuk mencegah banyak mikroba adalah menjaga jumlah partikel dalam ruangan dengan sistem HVAC dan HEPA. HEPA filter dapat menjaga kebersihan dari mikroba dengan cara menangkap partikel dan berbagai mikroba.

Steril lebih penting dalam ruang bedah dimana bila terdapat mikroba akan menginfeksi luka pasien. Berbagai produk farmasi seperti injeksi, infus, vaksin dan salep mata harus dalam kondisi steril.

Semoga Bermanfaat

Salam

M. Fithrul Mubarok, M. Farm.,Apt

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
BACA JUGA  Decision Making (Pengambilan Keputusan) di Industri Farmasi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

22,043FansLike
2,817FollowersFollow
SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

x