Produk Steril dan Prinsip Pembuatannya di Industri Farmasi

Produk Steril Farmasi

Produk steril farmasi merupakan sediaan yang selain memenuhi persyaratan fisika¬kimia juga persyaratan steril yang bebas dari mikroorganisme baik vegetative atau bentuk spora pathogen maupun non pathogen.

produk steril farmasi
Contoh Produk Steril Farmasi

Prinsip Pembuatan Produk Steril

Pembuatan produk steril hendaklah dibuat dengan persyaratan khusus dengan tujuan memperkecil risiko pencemaran mikroba, partikulat, dan pirogen yang   sangat ergantung dari keterampilan, pelatihan, dan sikap personel yang terlibat. Pemastian Mutu sangatlah penting dan pembuatan produk steril harus sepenuhnya mengikuti secara ketat metode pembuatan dan prosedur yang ditetapkan dengan seksama dan tervalidasi. Pelaksanaan proses akhir atau pengujian produk jadi tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya andalan untuk menjamin sterilitas atau aspek mutu lain. Berbagai kegiatan persiapan komponen, pembuatan produk, dan pengisian hendaklah dilakukan di ruang terpisah di dalam area bersih. Kegiatan pembuatan produk steril dapat digolongkan dalam dua kategori; pertama produk yang disterilkan dalam wadah akhir dan disebut juga sterilisasi akhir, kedua produk yang diproses secara aseptis pada sebagian atau semua tahap.

Area bersih untuk pembuatan produk steril digolongkan berdasarkan karakteristik lingkungan yang dipersyaratkan. Tiap kegiatan pembuatan membutuhkan tingkat kebersihan ruangan yang sesuai dalam keadaan operasional untuk meminimalkan risiko pencemaran oleh partikulat dan/atau mikroba pada produk dan/atau bahan yang ditangani. Kondisi “operasional” dan “non operasional” hendaklah ditetapkan untuk tiap ruang bersih. Keadaan “non operasional” adalah kondisi dimana fasilitas telah terpasang dan beroperasi, lengkap dengan peralatan produksi tetapi tidak ada personel. Kondisi “operasional” adalah kondisi di mana fasilitas dalam keadaan berjalan sesuai modus pengoperasian yang ditetapkan dengan sejumlah tertentu personel yang sedang bekerja. Pada pembuatan produk steril dibedakan menjadi empat kelas kebersihan, antara lain:

BACA JUGA  Share Materi Seminar ISPE "Batch Disposition" terkait pelulusan bets

 a. Kelas A

BACA JUGA  Cara Sampling Attribute ANSI/ASQ Tanpa Tabel

Kelas A merupakan zona untuk kegiatan yang berisiko tinggi, misal zona pengisian, wadah tutup karet, ampul dan vial terbuka, penyambungan secara aseptis. Umumnya kondisi ini dicapai dengan memasang unit aliran udara laminar (laminar  air flow) di tempat kerja. Sistem udara laminar hendaklah mengalirkan udara dengan kecepatan merata berkisar 0,36-0,54 m/detik pada posisi kerja dalam ruang bersih terbuka.

 b. Kelas B

Kelas B merupakan zona untuk pengolahan dan pengisian secara aseptis. Kelas ini adalah lingkungan latar belakang untuk zona kelas A.

c. Kelas C dan D

Area bersih untuk melakukan tahap proses pembuatan yang mengandung risiko lebih rendah. Kelas C merupakan zona untuk pembuatan larutan bila ada risiko diluar kebiasan, pengisian produk yang akan mengalami sterilisasi akhir, dan pembuatan larutan yang akan disaring kemudian pengisian secara aseptis dilakukan di kelas A dengan latar belakang kelas B. Pertukaran udara per jam minimal 20 kali. Kelas D merupakan area bersih untuk pembuatan sediaan steril dengan sterilisasi akhir.

Macam-macam Cara Pembuatan Produk Steril

          a.  Terminal Sterilization (Sterilisasi akhir)

Sterilisasi akhir merupakan proses sterilisasi yang dilakukan setelah sediaan selesai dikemas, untuk selanjutnya dilakukan strelisasi. Proses terminal sterilization biasanya melibatkan filling dan sealing wadah produk dalam kondisi lingkungan yang dirancang sedemikian rupa untuk meminimalkan kontaminasi mikroba dan partikel produk. Berdasarkan FDA Compliance Program Guidance Manual yang merujuk dari PDA Technical Report No.1 Terdapat 2 jenis siklus sterilisasi pada terminal sterilization

Autoclave untuk sterilisasi akhir
Autoclave untuk sterilisasi akhir

1. Overkill Method

Overkill method adalah metode sterilisasi menggunakan pemanasan dengan uap panas pada suhu 121°C-124°C (200 kPa) selama 15 menit (Pharmacopeia, 2018). Pada overkill method monitoring hanya dilakukan pada formula akhir.

BACA JUGA  Pulse Oximeter, apakah dapat mendeteksi Covid-19?

2. Bioburden Based cycle

Bioburden based cycle adalah metode sterilisasi yang memerlukan monitoring ketat dan terkontrol terhadap beban mikroba sekecil mungkin di beberapa  lokasi jalur produksi sebelum menjalani proses sterilisasi lanjutan dengan tingkat sterilitas yang dipersyaratkan SAL 10 .

BACA JUGA  Perhitungan MKT (Mean Kinetic Temperature) Suhu Penyimpanan

           b.   Aseptic Processing

Aseptic processing adalah metode pembuatan produk steril menggunakan saringan dengan filter khusus untuk bahan obat steril atau bahan baku steril yang diformulasikan dan diisikan ke dalam kontainer steril dalam lingkungan terkontrol, suplai udara, material, peralatan, dan petugas telah terkontrol sedemikian rupa. Proses demikian dipilih bila obat atau bahan obat yang akan diproduksi tidak tahan panas.

Proses Pembuatan Obat Steril dengan Aseptis
Proses Pembuatan Obat Steril dengan Aseptis

Air Untuk Injeksi Steril

Air untuk produksi steril (Water for Injection/WFI) merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dan kritis dalam proses produksi produk¬produk steril. Dalam produk steril, terutama obat suntik cair atau cairan infus (cairan irigasi), air merupakan bahan baku, dalam jumlah besar, sehingga apabila terjadi pencemaran, akan menimbulkan risiko fatal bagi pasien. Air yang dipakai untuk membuat produk steril, termasuk penyimpanan dan sistem distribusinya hendaklah selalu dikendalikan untuk menjamin bahwa spesifikasi yang sesuai dicapai tiap pengoperasian. Karena air merupakan bahan awal yang sangat penting, maka mutunya hendaklah dikendalikan yang dimulai dengan kualifikasi kinerja Sistem Pengolahan Air.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai persyararan air untuk injeksi adalah sebagai berikut :

1.  Air untuk njeksi hendaklah dibuat dari air murni sebagai persyaratan minimum untuk air pasokan.

2.  Air untuk injeksi bukan air steril dan bukan produk jadi steril, tetapi merupakan produk antara atau produk ruahan.

3. Air untuk injeksi adalah APF dengan kualitas tertinggi. Farmakope tertentu memberikan pembatasan teknik pemurnian yang diizinkan sebagai bagian spesifikasi Air untuk lnjeksi. Sebagai contoh Farmakope lnternasional dan EP hanya mengizinkan teknik distilasi sebagai tahap akhir pemurnian.

BACA JUGA  Perhitungan MKT (Mean Kinetic Temperature) Suhu Penyimpanan

Teknik distilasi dipilih karena merupakan teknik yang lebih handal berdasarkan perubahan fase dan digunakan suhu tinggi pada peralatan proses. Air untuk injeksi ini juga perlu memperhatikan agar tidak terjadi kontaminasi dengan dipantau secara berkala ventilasi pendinginnya.

BACA JUGA  Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Demikian tulisan saya mengenai Produk Steril,  Semoga melalui tulisan ini, dapat semakin meningkatkan wawasan semua pembaca blog farmasiindustri.com

Semoga Bermanfaat

Salam

M. Fithrul Mubarok, M. Farm.,Apt

Referensi :

·       CPOB 2018

·       FDA. 2016. Sterile Drug Process Inspections. Dalam Compliance Program Guidance Manual

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
FollowersFollow
SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA