Fakta-fakta CPOB (Ruang Bersih) menurut PIC/S PE 009

CPOB 2018 di Indonesia dibuat berdasarkan PIC/S PE 009-14 2018 sehingga isi CPOB 2018 selaras dengan PIC/S PE 009. Berikut fakta-fakta CPOB menurut PIC/S PE 009 yang terkait dengan clean room / ruang bersih Industri Farmasi:

  1. PIC/S PE009-12 Annex 1 Section 48 “False ceilings should be sealed to prevent contamination from the space above them”
    Langit-langit harus di sealing (dibalut/dirapikan) untuk mencegah kontaminasi dari ruangan diatas langit-langit.
  2. According to PIC/S GMP Annex 1, sliding doors may be undesirable in clean rooms because they : May have uncleanable recesses
    Pintu geser tidak boleh ada di ruangan bersih karena menyebabkan kotoran yang sukar dibersihkan.
  3. If additional lighting is required in the cleanroom during operation, the operators can install new pendant or wall mounted light fittings
    Penyataan diatas salah, tidak boleh memasang fitting lampu baru di dinding, karena risiko pembersihan susah.
  4. Outdoor clothing should not be brought into all clean room class
    Baju luar tidak boleh dibawa/dikenakan disemua ruangan bersih (A,B,C,D). Baju luar dilepas di ruang ganti sebelum memasuki ruangan berkelas
  5. A GMP clean room requires a minimum air change rate of 20 air changes per hour
    pernyataan diatas salah, menurut CPOB pertukaran udara perjam adalah 5-20 kali. Jumlah pertukuran udara tergantung klasifikasi ruangan dan level aktivitas di ruangan. Sebaiknya mempunyai recovery times 10-15 menit menurut PE009-12 Annex 1 section 14.
  6. In designing a clean room, GMP requirements always override health, safety and environmental requirements
    Pernyataan salah, dalam mendesain ruangan bersih tetap harus memperhatikan kesehatan, keselamatan dan lingkungan.
  7. Particle monitoring of clean areas “in operation” should be performed for: Grade A dan B areas + Grade C and D according to the principles of quality risk management
    Setahu saya yang tertulis di CPOB 2018 untuk kelas A dan B saja monitoring partikel ruangan, akan tetapi bila ada risiko ruangan kelas lain(C/D/E) berdasarkan kajian risiko maka tetap harus ada pemantauan partikel ruangan waktu in operation. Referensi : PIC/S PE009-12 Annex 1 sections 9, 10 and 15
  8. Filling operations for terminally sterilised products should be carried out in at least: Grade C areas
    Berdasarkan PIC/S PE009-12 Annex 1 Section 29 untuk produk steril dengan sterilisasi akhir pengisian produk dilakukan di kelas A dengan background C. Bila produk steril dengan metode aseptis maka pengisian dilakukan di kelas A dengan background B.
  9. Both doors in an air lock should:
    – Not be opened simultaneously
    – Have an interlocking system or visual and/or audible warning system
    Airlock pada ruangan bersih tidak boleh dibuka bersamaan dan juga mempunyai sistem interlocking dengan penandaan visual (biasanya lampu) atau suara (bila interlock dibuka bersamaan terdapat suara, bisa juga bila salah satu sisi pintu dibuka terlalu lama suara aktif). Referensi : PIC/S PE009-12 Annex 1 Section 52
  10. Cleanroom Total Particulate Count measurement “At rest” requires:  Installation is installed and operating, complete with production equipment but with no operating personnel present
    yang dimaksud kondisi “at rest” pada ruangan bersih adalah instalasi HVAC terpasang dan beroperasi. Terdapat semua peralatan produksi tapi tanpa adanya operator di dalam ruangan tersebut.
  11. Blow fill seal equipment used for the production of products which are terminally sterilised should be installed in a clean room environment of at least: Grade D
    Peralatan dengan teknologi blow and seal pada produk steril yang dengan metode sterilisasi akhir harus diinstal pada ruangan bersih minimal kelas D. Referensi: PIC/S PE009-12 Annex 1 Section 26
  12. Sinks and drains are allowed in grade A / B areas used for aseptic manufacture.
    pernyataan salah, sink dan drain (pembuangan air) tidak boleh ada di ruangan kelas A / B untuk pembuatan produk steril dengan metode aseptis. Referensi: PIC/S PE009-12 Annex 1 Section 50
  13. Cleanrooms are measured for particulate counts at three different states: “as-built”, “at rest” and “in-operation”
    pernyataan benar, jadi pengecekan partikel dilakukan pada kondisi as-built, at rest dan in operation.
    Saya sebenarnya baru tahu bila pada kondisi as built juga dicek, karena di CPOB setahu saya hanya kondisi at rest dan in operation.
  14. For aseptic preparations that require freeze drying, the transfer of fully stoppered vials post freeze drying and prior to capping should be done in: Grade A
    Untuk preparasi secara aseptis yang membutuhkan freeze drying, transfer pada stopered vial dan sebelum capping harus dilakukan pada kelas kebersihan A, karena produk risiko terkena lingkungan luar.
  15. To minimise changes during construction, various types of feasible electrical power supplies, for example authority mains supply, backup generator and critical power system, should be discussed and finalised with the end users during the detailed design stage
    Untuk meminimalkan perubahan selama kontruksi, semua tipe power listrik dan yang lain laian harus difinalisasi dengan pengguna. Referensi:AS/ISO 14644.4:2002
  16. Indicators of pressure differences should be fitted between areas:  Where the differences are important
    Indikator tekanan harus dipasang pada area yang memerlukan perbedaan tekanan. Referensi : PIC/S PE009-12 Annex 1 Section 55
  17. PIC/S GMP provides a guidance value of 10-15 Pascals pressure differential: Between adjacent rooms of different grade.
    CPOB mensyaratkan perbedaan tekanan antar ruangan yang kelas kebersihan berbeda adalah 10-15 Pa. Bila pada ruangan dengan kelas yang sama 5 Pascal. Referensi : PIC/S PE009-12 Annex 1 Section 53
  18. Personnel always need to wear gloves in Grade D clean rooms which provide support activities to aseptic (sterile) manufacturing operations.
    Incorrect
    PIC/S PE009-12 makes no reference to the use of gloves in a Grade C or D area, however for Grade A/B:  Appropriate sterilised, non-powdered rubber or plastic gloves and sterilised or disinfected footwear should be worn. Trouser-legs should be tucked inside the footwear and garment sleeves into the gloves. The protective clothing should shed virtually no fibres or particulate matter and retain particles shed by the body. Referensi : Refer to PIC/S PE009-12 Annex 1, Section 43
  19. Which of the following statement(s) is/ are correct?
    – Light fittings shall be sealed type and flushed with ceiling, with top maintenance access from the ceiling above the cleanroom
    – Electrical distribution board shall be located outside the cleanroom
    Kedua pernyataan diatas benar berdasarkan PIC/S PE009-12 (Parts I and II)
  20. Services installations and fittings (e.g. pipeworks, light fittings and ventilation points) shall be designed and located to avoid the creation of recesses which are difficult to clean
    Benar bahwa semua instalasi dan fitting di desain, diletakkan untuk mencegah adanya kotoran yang sukar dibersihkan. Referensi : Clause 3.10 Chapter 3 PIC/S PE009-12 (Part I)
  21. Isolator technology for aseptic processing should be installed in a clean room with a background environment of at least: Grade D
    Teknologi isolator untuk produk steril dengan metode aseptis harus diinstal pada ruangan bersih dengan minimal kelas kebersihan D. Referensi : PIC/S PE009-12 Annex 1 Section 23
  22. Particle limits for Grade D “at rest” is equivalent to ISO 8:Limits are:

    3,520,000 particles/m3 @ 0.5 micron

    29,000 particles/m3 @ 5.0 micron
    Ini sesuai dengan CPOB 2018, dapat dilihat di postingan saya mengenai kelas ruangan farmasi

  23. For aseptic preparation that requires freeze drying, transfer of partially closed containers prior to stoppering where sealed transfer trays are used should be done in: Grade B. Referensi : PIC/S PE009-12 Annex 1 Section 34
  24. Polystyrene sandwich panelsare still the best clean room construction material.
    You should be concerned about the fire rating problems with EPS. More fire resistant materials including polyisocyanourate (PIR) are available on the market. We recommend discussing with a specialist or your insurer. Jadi Polystyrene sandwich bukan material terbaik untuk partisi ruangan bersih farmasi.

 

Sumber: Pharmout dan PIC/S PE 009-14 

M. Fithrul Mubarok

Pharmacist and Blogger at Farmasiindustri
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia.
Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri.
Email: fithrul.mubarok23@gmail.com
WhatsApp/WA: 0856 4341 6332
M. Fithrul Mubarok

tinggalkan komentar .........

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.