Fakta-fakta Industri Farmasi Indonesia

Di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 200 industri farmasi baik dari luar negeri PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam negeri), berikut fakta-faktanya.

1. Jumlah Industri Farmasi

Seperti yang disebut diatas jumlah industri farmasi lebih dari 200 tepatnya adalah 206 perusahaan farmasi. Terdiri dari 4 BUMN yaitu Biofarma sebagai holding dari PT Kimia Farma, Phapros, Indofarma. Perusahaan farmasi lokal berjumlah 178 perusahaan yang terbesar antara lain PT Dexa Medica, Konimex, PT Kalbe dan lain-lain. Perusahaan farmasi asing berjumlah 24 perusahaan antara lain PT Pfizer, PT Merck, PT Bayer dan yang lain-lain. Ada juga perusahaan farmasi asing yang produknya dijual di Indonesia akan tetapi tidak mempunyai pabrik di dalam negeri. Sumber lain mengatakan jumlah Industri farmasi Indonesia ada 239 industri.

2. Pangsa Pasar

Pangsa pasar farmasi Indonesia pada tahun 2019 sebesar 88,36 Trilyun rupiah. Fakta menarik adalah omzet sebuah perusahaan rokok di Jawa Timur dalam setahun itu hampir sama ( 80 T) dengan nilai pangsa pasar farmasi dari total 206 perusahaan farmasi Indonesia. Itu baru satu pabrik rokok, bila dibandingkan dengan omzet semua pabrik rokok di seluruh Indonesia maka nilai kapitalisasi omzet perusahaan farmasi kecil sekali. Pangsa pasar farmasi Indonesia rata-rata 20,6 % per tahun, cukup besar pertumbuhannya.

Sebenarnya kecil sekali dibandingkan pangsa pasar obat di dunia dimana pangsa pasar farmasi Indonesia tidak lebih dari 2% pangsa pasar dunia. Pangsa pasar industri farmasi Indonesia terpecah-pecah (terfragmentasi) kecil-kecil sehingga tidak ada pemain besar yang menguasai lebih dari 10% pangsa pasar Indonesia. Keadaan ini menyebabkan dinamisnya perebutan pangsa pasar antar perusahaan farmasi. Masing-masing industri farmasi masih punya peluang besar untuk menyalip pangsa pasar perusahaan diatasnya. Terkait dengan pasar obat di Indonesia, obat resep mendominasi sekitar 59% pasar farmasi nasional dan sisanya 41% adalah obat bebas (over the counter/OTC).

BACA JUGA  WAWANCARA DENGAN KETUA GP FARMASI MENGENAI KONDISI INDUSTRI FARMASI

3. Penguasa Pasar Farmasi

Ini fakta menarik lagi bahwa pangsa pasar farmasi di Indonesia lebih dari 70% dikuasai pemain lokal /PMDN. Ini merupakan fakta menarik karena anomali ini hanya terjadi di Indonesia dalam wilayah ASEAN. Di negara lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand pangsa pasar farmasinya dikuasai perusahaan asing, tidak ada perusahaan lokal yang mendominasi. Dari peringkat 10 besar industri farmasi Indonesia tahun 2019, lima perusahaan teratas adalah perusahaan farmasi lokal Indonesia. Tentu ini membuat kita berbangga karena kita bukan hanya penonton tapi pemain yang menguasai.

4. Bahan Baku Obat Indonesia hampir semuanya Impor

Setelah fakta yang menggembirakan nomer 3 diatas terdapat fakta kurang bagus bahwa 90% (ada sumber lain yang menyebut 95%) bahan baku obat semuanya impor dari luar negeri. Di dominasi impor dari negara India dan China, sebagian kecil lain dari Eropa/Jepang.

5. Aturan Produksi Obat di Industri Farmasi

Aturan produksi obat secara lebih detail diatur oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Republik Indonesia. Aturan mengenai obat banyak sekali mulai dari pengadaan obat, produksi obat, registrasi pengadaan obat dan peredaran obat. Diantaranya yang penting adalah CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik), aturan registrasi obat dan yang lain-lain. Untuk mengakses peraturan mengenai obat dan industri farmasi dapat mengunjungi laman jdih.pom.go.id.

Buku CPOB 2018
Buku CPOB 2018

6. Penerapan CPOB

Industri farmasi harus menerapkan CPOB 2018 untuk menjalankan produksi obat. Industri obat harus lulus sertifikasi CPOB untuk bisa produksi obat. Bagaimana bila perusahaan obat memproduksi obat tanpa mendapatkan serfifikat CPOB ? Tentu bisa perusahaan obat tersebut memproduksi akan tetapi tidak akan bisa menjual produk obat tersebut. Kenapa? Karena menjual obat perlu NIE (Nomer Izin Edar) dari BPOM, izin edar tersebut dikeluarkan bila perusahaan tersebut dapat menunjukkan sertifikat CPOB untuk obat tersebut. Suatu bentuk pelanggaran hukum bila suatu perusahaan menjual obat tanpa adanya registrasi resmi NIE dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

BACA JUGA  Perhitungan Alkohol dan Air dalam Pembuatan Antiseptik Pengenceran dari 95% ke 70%
Sertifikat CPOB
Contoh Sertifikat CPOB

7. Lokasi Industri Farmasi

Sebagain besar perusahaan farmasi Indonesia terletak di pulau Jawa kemudian disusul di pulau Sumatera. Sebagian besar industri farmasi terdapat di Jawa Barat (39%), Jawa Timur (20%), dan DKI Jakarta (15%).

Itulah fakta-fakta industri farmasi yang mungkin belum diketahui pembaca semua. Semoga dapat menambah pengetahuan kita semua, untuk informasi terkait industri farmasi dapat dibaca artikel di blog ini melalui daftar isi blog. 

Semoga bermanfaat

Salam

M. Fithrul Mubarok

Referensi :

  • https://farmasiindustri.com/industri/top-10-perusahaan-farmasi-indonesia.html
  • https://cm-plus.co.jp/id/news/updates-peluang-investasi-di-sektor-farmasi-indonesia/
  • https://www.cnbcindonesia.com/news/20200420130324-4-153093/menperin-akui-90-bahan-baku-obat-dari-impor-apa-solusinya
M. Fithrul Mubarok

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.