INTERAKSI OBAT BISA BIKIN MATI?

Berikut tulisan dari Prof Zullies di Laman Facebooknya menanggapi mengenai Interaksi obat yang belakangan ini heboh

INTERAKSI OBAT BISA BIKIN MATI?

Belakangan ini lagi viral postingan yang “sangat menggemaskan” 😃 , yg menyebut-nyebut bahwa yang bikin meninggal pasien Covid adalah karena interaksi obat. Apa sih interaksi obat? Apa bener bisa bikin mati ?

APA ITU INTERAKSI OBAT?

Interaksi obat adalah adanya pengaruh suatu obat terhadap efek obat lain ketika digunakan bersama-sama pada seorang pasien. Sebenarnya interaksi ini tidak semuanya berkonotasi berbahaya, karena sifat interaksi itu bisa bersifat SINERGIS atau ANTAGONIS, bisa meningkatkan, atau mengurangi efek obat lain. Interaksi obat juga ada yang menguntungkan, dan ada yang merugikan. Jadi tidak bisa digeneralisir, dan harus dikaji secara individual.

KAPAN INTERAKSI OBAT BISA MENGUNTUNGKAN ?

Banyak kondisi penyakit yang membutuhkan lebih dari satu macam obat, apalagi jika penyakitnya lebih dari satu. Bahkan satu penyakitpun bisa membutuhkan lebih dari satu obat. Contohnya hipertensi. Pada kondisi hipertensi yang tidak terkontrol dengan obat tunggal, dapat ditambahkan obat antihipertensi yang lain, bahkan bisa kombinasi 2 atau 3 obat antihipertensi. Dalam kasus ini, memang pemilihan obat yang akan dikombinasikan harus tepat, yaitu yang memiliki mekanisme yang berbeda, sehingga ibarat pencuri, dia bisa ditangkap dari berbagai penjuru. Dalam hal ini, obat tersebut tentunya akan berinteraksi, tetapi bisa jadi interaksi ini menguntungkan, karena saling sinergi. Memang tetap harus diawasi terkait dengan risiko efek samping, karena semakin banyak obat tentu risiko bisa meningkat. Dalam hal ini akan dipertimbangkan manfaat dan risikonya. Banyak kondisi lain yang memerlukan terapi kombinasi, yang berarti ada interaksi obat. Pada Covid yang bergejala sedang sampai berat misalnya, sangat mungkin diperlukan beberapa obat untuk mengatasi berbagai gejala tersebut. Justru jika tidak mendapatkan obat yg sesuai, dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan kematian.

BACA JUGA  Review Deviasi dengan Metode SOD (Severity Occurence Detection)
BACA JUGA  Drug Master File (DMF) di Industri Farmasi

KAPAN INTERAKSI OBAT BISA MERUGIKAN?

Interaksi obat bisa merugikan jika adanya suatu obat dapat menyebabkan berkurangnya efek obat lain yg digunakan bersama. Atau bisa juga adanya suatu obat yang memiliki risiko efek samping yg sama dengan obat lain yang digunakan bersama, akan makin meningkatkan risiko total efek sampingnya. Jika efek samping tersebut membahayakan, tentu hasil akhirnya akan membahayakan. Seperti contohnya obat azitromisin dan hidroksiklorokuin yang sama-sama memiliki efek samping mengganggu irama jantung, maka bisa terjadi efek total yang membahayakan jika digunakan bersama. Selain itu, peningkatan efek terapi suatu obat akibat adanya obat lain juga dapat berbahaya jika efek tersebut menjadi berlebihan.

BAGAIMANA MENGHINDARI INTERAKSI OBAT?

Sebetulnya itu tergantung dari mekanisme interaksinya, apakah pada aspek farmakokinetik (mempengaruhi absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi obat lain), atau farmakodinamik (ikatan dengan reseptor atau target aksinya). Ada interaksi obat yang bisa dihindari dengan cara mengatur cara pemberiannya supaya tidak diberikan dalam satu waktu, ada pula yang diatur dengan cara menyesuaikan dosis, atau bahkan ada yang dihindari dengan mengganti sama sekali dengan obat lain yang kurang berinteraksi. Sekali lagi, hal ini tidak bisa digeneralisir dan harus dilihat kasus demi kasus secara individual. Bahkan kadang tidak semua kejadian interaksi obat itu bermakna klinis, walaupun secara teori ada kemungkinan interaksi.Jadi gitu deh… interaksi obat tidak semudah itu membuat mati. Dan hal ini menunjukkan juga perlunya kerjasama antar tenaga kesehatan dalam memberikan terapi kepada pasien (dokter, perawat, apoteker, dll) sehingga dapat memantau terapi dengan lebih cermat. Dan buat yang pinter-pinter, sebaiknya jangan memberikan statemen-statemen yang tidak berdasar dan meresahkan masyarakat. Semoga selalu sehat yaa….

BACA JUGA  10 Tips Mudah Pada Pengujian Mikrobiologi
BACA JUGA  Spesifikasi Kebutuhan Pengguna CPOB

Sumber :

374e38b7fc013a64f5b60b6a3cfe8a35?s=96&d=identicon&r=g
https://farmasiindustri.com
M. Fithrul Mubarok, M.Farm.,Apt adalah Blogger Professional Farmasi Industri pertama di Indonesia, pendiri dan pengarang dari FARMASIINDUSTRI.COM sebuah blog farmasi industri satu-satunya di Indonesia. Anda dapat berlangganan (subscribe) dan menfollow blog ini untuk mendapatkan artikel terkait farmasi industri. Email: fithrul.mubarok23@gmail.com WhatsApp/WA: 0856 4341 6332

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

-

Berlangganan Artikel

Berlangganan untuk mendapatkan artikel terbaru industri farmasi

TETAP TERHUBUNG

51FansLike
FollowersFollow
SubscribersSubscribe

PALING BANYAK DIBACA

x